Saat Covid-19 Mengganas Lagi, Aktivitas Sektor Manufaktur China Menguat

Jumat, 31 Desember 2021 | 10:37 WIB
Saat Covid-19 Mengganas Lagi, Aktivitas Sektor Manufaktur China Menguat
[ILUSTRASI. Pabrik mobil listrik Tesla di Shanghai, China, 7 Januari 2020. REUTERS/Aly Song/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Aktivitas pabrik di China secara untuk bulan Desember meningkat tipis, menurut survei pemeritah yang dirilis pada Jumat (31/12). Kenaikan di luar dugaan itu terjadi di tengah peningkatan kasus baru Covid-19 serta kondisi makroekonomi yang kehilangan momentum pemulihan selama kuartal keempat

Purchasing Manager’s Index (PMI) untuk sektor manufaktur naik menjadi 50,3 dari 50,1 pada November, menurut data dari Biro Statistik Nasional.

Analis memperkirakan PMI turun tipis ke kisaran 50 poin, yang merupakan angka pemisah antara pertumbuhan dari kontraksi.

Ekonomi terbesar kedua di dunia itu kehilangan momentum sejak awal musim panas, setelah pulih dari kemerosotan pandemi tahun lalu. Laju ekonomi terhambat perlambatan sektor manufaktur, masalah utang yang membebani pasar properti, dan gelombang baru infeksi Covid-19.

Baca Juga: Aset Kripto Masih Jawara di 2021 dari Berbagai Instrumen Investasi

Sub-indeks untuk pesanan baru sedikit meningkat di bulan Desember tetapi tetap tertahan di wilayah kontraksi, yaitu 49,7 versus 49,4 untuk November.

Pesanan ekspor baru menyusut lebih jauh, dengan sub-indeks tercatat sebesar 48,1 pada Desember dibandingkan dengan 48,5 di bulan sebelumnya. Angka itu menunjukkan permintaan luar negeri yang rapuh.

Sub-indeks untuk produksi tetap berada di wilayah positif di 51,4, tetapi lebih rendah dari 52,0 di bulan November.

"Kami berharap lebih banyak likuiditas dan paket stimulus yang ditargetkan akan diluncurkan untuk mendukung UKM, perusahaan teknologi tinggi dan inovasi, manufaktur maju dan industri hijau untuk meringankan beban perusahaan, mengamankan pertumbuhan, mengurangi risiko dan mengimbangi perlambatan," kata Bruce Pang, Kepala Riset Makro dan Strategi di China Renaissance Securities.

Provinsi Zhejiang yang kaya di pantai timur China mengalami gelombang infeksi baru Covid-19 dalam skala kecil pada bulan Desember, yang kini telah mereda. Situasi itu memaksa sejumlah perusahaan menangguhkan produksi.

Di barat laut, pusat industri dan teknologi Xian telah dikunci karena wabah lokal terus menyebar di kota berpenduduk 13 juta itu.

Samsung Electronics dan Micron Technology, dua pembuat chip memori terbesar di dunia, telah memperingatkan bahwa penguncian kota yang sedang berlangsung, dapat mempengaruhi basis manufaktur chip mereka di daerah tersebut.

Aktivitas di sektor jasa keseluruhan China tumbuh pada kecepatan yang sedikit lebih cepat di bulan Desember, naik menjadi 52,7 dari 52,3 di bulan November.

PMI komposit resmi China, yang mencakup aktivitas manufaktur dan jasa, berdiri di 52,2, tidak berubah dari November.

Baca Juga: Gambaran Memilukan Warga Xi'an: Jalan sepi, Banyak Penduduk Kelaparan di rumah  

Analis memperkirakan perlambatan lebih lanjut dalam produk domestik bruto (PDB) kuartal keempat setelah ekonomi tumbuh 4,9% pada Juli-September.

Krisis utang di pengembang real estat utama di tengah tindakan keras terhadap sektor properti telah merugikan industri yang penting bagi pertumbuhan ekonomi China.

Bank sentral mengatakan akan menjaga kebijakan moneter fleksibel tahun depan karena berusaha untuk menstabilkan pertumbuhan dan menurunkan biaya pembiayaan untuk bisnis di tengah tumbuhnya hambatan ekonomi.

China akan menghadapi kesulitan "yang belum pernah terjadi sebelumnya" dalam menstabilkan perdagangan tahun depan, demikian pernyataan Wakil Menteri Perdagangan Ren Hongbin, Kamis (30/12).

Ancaman itu merujuk ke prediksi negara-negara pengekspor lain akan mengalami perbaikan kapasitas produksi dari guncangan akibat Covid, hingga mampu menyaingin China di pasar ekspor.

Bagikan

Berita Terbaru

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara
| Rabu, 11 Februari 2026 | 11:00 WIB

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara

Tak hanya kendaraan listrik, Indika Energy (INDY) juga tengah melakukan proyek konstruksi tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan.

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:17 WIB

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran

 Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 diperkirakan sebesar 228,3, lebih rendah dari Desember 2025 

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:01 WIB

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026

Pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini akan didorong percepatan belanja dan stimulus pemerintah

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:00 WIB

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback

Lima sekuritas kompak merekomendasikan beli saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada awal Februari 2026 di tengah penurunan harga yang masih terjadi.

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:50 WIB

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%

Untuk mencapai rasio pajak 2026, pemerintah harus tambah Rp 139 triliun dari realisasi 2025         

Merdeka Gold Resources (EMAS) Sinergikan Dua Anak Usaha di Tambang Emas Pani
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:24 WIB

Merdeka Gold Resources (EMAS) Sinergikan Dua Anak Usaha di Tambang Emas Pani

Dua entitas usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), menjalin kerjasama pengolahan dan pemurnian atas hasil tambang senilai Rp 9,84 triliun.  ​

TBIG Mulai Tawarkan Surat Utang Senilai Rp 1,27 Triliun
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:20 WIB

TBIG Mulai Tawarkan Surat Utang Senilai Rp 1,27 Triliun

Penawaran tersebut terdiri dari Obligasi Berkelanjutan VII TBIG Tahap III Tahun 2026 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I TBIG Tahap III Tahun 2026.

Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) Siap Mengejar Berkah di Bulan Ramadan
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:16 WIB

Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) Siap Mengejar Berkah di Bulan Ramadan

Momentum Ramadan dan Idul Fitri berpotensi memberikan dampak positif bagi kinerja emiten ritel, termasuk PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES).

Berharap Bulan Ramadan Memacu Saham Kesehatan Jadi Bugar
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:00 WIB

Berharap Bulan Ramadan Memacu Saham Kesehatan Jadi Bugar

Dalam kondisi volatil, saham-saham emiten di sektor kesehatan sering jadi pilihan defensif para investor.

Jurus Mengalap Cuan di Bulan Ramadan
| Rabu, 11 Februari 2026 | 07:49 WIB

Jurus Mengalap Cuan di Bulan Ramadan

Secara historis, sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kerap melonjak selama bulan suci ini. 

INDEKS BERITA

Terpopuler