Sebesar Ini Surplus Neraca Perdagangan selama Januari-November 2020

Kamis, 17 Desember 2020 | 20:27 WIB
Sebesar Ini Surplus Neraca Perdagangan selama Januari-November 2020
[ILUSTRASI. Infografik: Neraca perdagangan Januari-November 2020]
Reporter: Thomas Hadiwinata | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca perdagangan kembali mencetak surplus di bulan November. Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (15/12), mengumumkan surplus neraca perdagangan di bulan November sebesar US$ 2,613 miliar. Jika dihitung sejak Januari hingga November, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai US$ 19,656 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto menyebut surplus neraca perdagangan di bulan November merupakan hasil yang menggembirakan karena baik impor maupun ekspor mengalami peningkatan. “Ekspor meningkat baik secara bulanan maupun tahunan, impor juga meningkat secara bulanan meskipun secara tahunan masih menurun," ujar Suhariyanto, Selasa (15/12).

Baca Juga: Strategi pemerintah menjadikan Indonesia raja kakao di dunia

Dalam perhitungan BPS, nilai ekspor untuk bulan November sebesar US$ 15,28 miliar. Angka itu mencerminkan pertumbuhan sebesar 6,36% dari bulan sebelumnya, atau month-to-month (mtm). Nilai itu juga mencerminkan pertumbuhan sebesar 9,54% jika dibandingkan dengan angka di bulan yang sama tahun sebelumnya, atau year-on-year (yoy).

Sedangkan nilai impor sepanjang November 2020 mencapai US$ 12,66 miliar. Hasil itu meningkat 17,40% daripada nilai impor untuk September 2020. Namun jika dibandingkan dengan nilai impor di November tahun lalu, tercatat penurunan sebesar 17,46% yoy.

Kenaikan nilai ekspor di November tidak terlepas dari perbaikan harga komoditas ekspor yang diandalkan Indonesia di pasar global. Ambil contoh minyak sawit mentah (CPO) dan batubara. Kenaikan ekspor Indonesia di bulan November juga tidak lepas dari perbaikan ekonomi di Tiongkok, yang banyak menampung komoditas Indonesia.

Selanjutnya: Hingga Oktober 2020, nilai ekspor sawit ke Eropa mencapai US$ 2,69 miliar

 

Bagikan

Berita Terbaru

Rupiah Sempat Jebol Rp 17.318: Mengapa Mata Uang RI Kian Tertekan?
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:45 WIB

Rupiah Sempat Jebol Rp 17.318: Mengapa Mata Uang RI Kian Tertekan?

Tekanan geopolitik AS-Iran membuat rupiah terancam. Krisis energi dan inflasi global membayangi. Ketahui pergerakan bagaimana rupiah ke depan

Gejolak Minyak dan Kerentanan Ekonomi
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:05 WIB

Gejolak Minyak dan Kerentanan Ekonomi

Mengurangi impor minyak menjadi salah satu cara untuk bisa menghilangkan kerentanan ekonomi imbas lonjakan harga minyak dunia.​

Investasi Emas Dana Haji: Potensi Untung Lebih Tinggi, Risiko Rendah?
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:00 WIB

Investasi Emas Dana Haji: Potensi Untung Lebih Tinggi, Risiko Rendah?

Masa tunggu haji panjang, nilai dana berpotensi tergerus inflasi. Cari tahu cara emas lindungi biaya haji Anda dari risiko penurunan.

Pajak Mobil Listrik Yang Adil
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:00 WIB

Pajak Mobil Listrik Yang Adil

Mendorong kendaraan listrik penting, tetapi jangan mengorbankan prinsip keadilan pajak dan ruang fiskal daerah.

Strategi Pembiayaan Jadi Andalan Dorong Investasi
| Sabtu, 25 April 2026 | 06:41 WIB

Strategi Pembiayaan Jadi Andalan Dorong Investasi

Pemerintah membuka peluang pembiayaan untuk sektor EBT dan usaha padat karya.                             

Sinergi Inti Plastindo (ESIP) Ekspansi Pabrik dan Bidik Bisnis Kemasan Kertas
| Sabtu, 25 April 2026 | 06:35 WIB

Sinergi Inti Plastindo (ESIP) Ekspansi Pabrik dan Bidik Bisnis Kemasan Kertas

ESIP siap ekspansi Rp 200 miliar untuk pabrik baru di Balaraja Timur. Kapasitas produksi ditargetkan berlipat ganda

MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) Bakal Gencar Ekspansi Gerai Lego
| Sabtu, 25 April 2026 | 05:30 WIB

MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) Bakal Gencar Ekspansi Gerai Lego

MAPA berencana membuka sejumlah gerai Lego tahun ini. Meski tak memerinci jumlahnya, ekspansi akan dilakukan di sejumlah wilayah..

Perang Timur Tengah Menekan Permintaan, Harga Kakao Ambles
| Sabtu, 25 April 2026 | 05:20 WIB

Perang Timur Tengah Menekan Permintaan, Harga Kakao Ambles

Merujuk data BPS, nilai ekspor kakao kita di 2024 mencapai 348.000  ton dengan nilai US$ 2,65 miliar.

Pengembang Minta Kejelasan Regulasi Rusun
| Sabtu, 25 April 2026 | 05:15 WIB

Pengembang Minta Kejelasan Regulasi Rusun

Pemerintah tengah mengkaji penyediaan rumah susun bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan tanggung atau MBT

 Dari Manufaktur ke Kesehatan
| Sabtu, 25 April 2026 | 05:06 WIB

Dari Manufaktur ke Kesehatan

Perjalanan karier Navin Sonthalia, lebih dari 30 tahun di berbagai bidang sampai memimpin Mayapada Hospital

INDEKS BERITA

Terpopuler