SEC Memperketat Syarat bagi Perusahaan China yang Ingin Masuk Bursa di AS

Sabtu, 31 Juli 2021 | 11:50 WIB
SEC Memperketat Syarat bagi Perusahaan China yang Ingin Masuk Bursa di AS
[ILUSTRASI. Ilustrasi logo raksasa ride-hailing asal China, Didi. 7 Juli 2021. REUTERS/Florence Lo/Illustration]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - HONG KONG/WASHINGTON. Regulator pasar modal di Amerika Serikat (AS) memperketat pagar bagi perusahaan China yang ingin mencari pendanaan di negerinya. Perusahaan-perusahaan asal China tidak boleh masuk ke pasar modal AS, jika tidak mengungkapkan struktur hukum mereka, serta mengungkapkan risiko campur tangan Beijing dalam bisnis mereka

Pimpinan Securities and Exchange Commission (SEC) Gary Gensler, mengatakan, telah meminta staf untuk “terlibat dalam tinjauan tambahan yang ditargetkan dari pengarsipan untuk perusahaan dengan operasi signifikan yang berbasis di China.” Pernyataan tertulis Gensler, Jumat (30/7), sejalan dengan laporan terdahulu Reuters.

Sikap terbaru SEC menggarisbawahi kekhawatiran regulator AS terhadap risiko perusahaan China melanggar aturan, yang mengharuskan perusahaan publik untuk mengungkapkan kepada investor berbagai potensi risiko terhadap kinerja keuangan mereka.

Baca Juga: Raksasa teknologi China buka studio game di seluruh dunia, ini kekhawatiran para ahli

Pencatatan saham perusahaan asal China sepanjang tahun ini mencapai US$ 12,8 miliar, menurut data Refinitiv. Rekor itu tercetak, seiring dengan kiprah emiten asal China memanfaatkan aktifnya perdagangan di bursa saham AS, yang mencapai rekor tertinggi harian di tahun ini.

Namun, aliran kesepakatan melambat secara substansial di bulan ini, setelah regulator China melarang raksasa ride-sharing Didi Global Inc mendaftarkan pengguna baru. Larangan itu muncul hanya beberapa hari setelah Didi menggelar IPO bernilai raksasa. Beijing  menindaklanjuti tindakan kerasnya terhadap perusahaan teknologi, dengan menyasar perusahaan yang menawarkan jasa pendidikan.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters awal pekan ini, Komisaris SEC Allison Lee mengatakan bahwa perusahaan China yang terdaftar di bursa saham AS harus mengungkapkan kepada investor risiko pemerintah China campur tangan dalam bisnis mereka sebagai bagian dari kewajiban pelaporan reguler mereka.

Pada hari Jumat, Reuters melaporkan bahwa SEC tidak akan memproses pendaftaran pencatatan sekuritas emiten China, hingga ppanduan tentang pengungkapan risiko bisnis perusahaan China terbit.

Baca Juga: Sebulan Pasca IPO di Bursa Amerika, Didi Bantah Delisting Demi Menenangkan Beijing

Setelah itu, Gensler menyatakan, akan meminta staf SEC untuk mencari pengungkapan tambahan dari perusahaan-perusahaan China, sebelum membuat pendaftaran mereka efektif. Pengungkapan yang dimaksud mencakup pernyataan bahwa investor menghadapi "ketidakpastian tentang tindakan masa depan oleh pemerintah China yang dapat secara signifikan mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan yang beroperasi" dan keberlakuan pengaturan kontrak tertentu.

Emiten asal China juga harus mengungkapkan, jika mereka menghadapi penolakan izin dari otoritas China untuk mencatatkan saham di bursa AS. Berikut pernyataan tentang risiko bahwa persetujuan tersebut dapat ditolak atau dibatalkan.

Selain itu, perusahaan China harus mengungkapkan bahwa hukum di China mengharuskan mereka untuk melakukan pencatatan di AS melalui perusahaan cangkang luar negeri, yang membawa risiko hukum tambahan.

“Saya yakin perubahan ini akan meningkatkan kualitas pengungkapan secara keseluruhan dalam pernyataan pendaftaran emiten luar negeri yang memiliki afiliasi dengan operating company yang berbasis di China,” kata Gensler.

Selanjutnya: Obligasi Pemerintah di Negara Maju Cetak Kenaikan Harga Terbesar di Masa Pandemi

 

Bagikan

Berita Terbaru

Reformasi Pasar Modal Diuji, Transparansi dan Penegakan Hukum Jadi Sorotan MSCI
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Reformasi Pasar Modal Diuji, Transparansi dan Penegakan Hukum Jadi Sorotan MSCI

Arus modal asing tidak bisa menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan karena juga dipengaruhi suku bunga global, nilai tukar, dan geopolitik. 

Potensi Cuan Bank Menebal Usai GWM Turun, Saham Apa yang Paling Layak Dicermati?
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Potensi Cuan Bank Menebal Usai GWM Turun, Saham Apa yang Paling Layak Dicermati?

Penurunan giro wajib minimum (GWM) membuat Bank berpeluang mengurangi kebutuhan mencari pendanaan mahal.

Danantara Garap 8 Proyek Waste to Energy, Simak Peluang CDIA, BIPI, BNBR, dan OASA
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Danantara Garap 8 Proyek Waste to Energy, Simak Peluang CDIA, BIPI, BNBR, dan OASA

Fasilitas PSEL membutuhkan pasokan sampah yang memadai dan konsisten, baik dari sisi volume maupun karakteristiknya.

Terancam Turun Kasta ke Standalone Market, Investor Perlu Siaga
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Terancam Turun Kasta ke Standalone Market, Investor Perlu Siaga

Merespons ancaman dari penyedia indeks global MSCI, otoritas pasar modal mulai menindak pelanggaran. Efektif melunakkan sikap MSCI?

Prospek Kinerja FORE Dipengaruhi Produktivitas dan Kemampuan Menjaga Margin
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Prospek Kinerja FORE Dipengaruhi Produktivitas dan Kemampuan Menjaga Margin

Investor perlui mencermati SSSG, produktivitas gerai anyar, fluktuasi daya beli masyarakat, serta kemampuan menjaga margin.

Efisiensi Berbasis ESG, Dari Pengelolaan Air Hingga Memangkas Emisi
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Efisiensi Berbasis ESG, Dari Pengelolaan Air Hingga Memangkas Emisi

Inisiatif keberlanjutan Japfa Comfeed Indonesia perkuat efisiensi operasional dan mendukung pertumbuhan kinerja keuangan

Mengurai Masalah Daur Ulang Kemasan UHT
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Mengurai Masalah Daur Ulang Kemasan UHT

Kemasan susu UHT praktis untuk dikonsumsi, tetapi lapisan kertas, plastik, dan aluminium membuatnya rumit didaur ulang. 

Sssst! Buku Bisa Menjadi Ruang untuk Bertemu
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Sssst! Buku Bisa Menjadi Ruang untuk Bertemu

Berawal dari kegemaran membaca, komunitas membaca buku lahir dan mempertemukan orang-orang dengan minat serupa. Buku men

 
Homeostasis Artificial Intelligence
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 05:55 WIB

Homeostasis Artificial Intelligence

AI kian canggih dan otonom. Mampukah peradaban menjaga keseimbangan di tengah peluang dan risiko yang mengiringinya?

Bagaimana Ketentuan Surat Pajak untuk Sekolah Internasional?
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 05:50 WIB

Bagaimana Ketentuan Surat Pajak untuk Sekolah Internasional?

​Apakah sekolah wajib menjadi PKP? Bagaimana ketentuan PPN atas uang sekolah, buku pelajaran, dan seragam? Simak penjelasan aturan pajaknya.

INDEKS BERITA

Terpopuler