Selesaikan Gugatan Class Action Pemegang Saham, Luckin Coffee Tawarkan US$ 175 Juta

Rabu, 27 Oktober 2021 | 13:16 WIB
Selesaikan Gugatan Class Action Pemegang Saham, Luckin Coffee Tawarkan US$ 175 Juta
[ILUSTRASI. Ilustrasi logo Luckin Coffe dan Starbucks. KONTAN/Fransiskus Simbolon/24/04/2019]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Luckin Coffee Inc mencapai penyelesaian senilai US$ 175 juta atas gugatan class action yang diajukan pemegang saham dengan tuduhan gerai kopi asal China itu menggelembungkan harga saham secara curang dengan memalsukan pendapatan.

Pengacara dari kubu penggugat menyebut penyelesaian tunai yang diajukan pada Senin malam (25/1) sebagai hasil yang sangat baik. Ia merujuk ke proses likuidasi Luckin yang sedang berjalan di Kepulauan Cayman dan berbagai prosedur hukum yang harus dilalui  perusahaan tersebut di bawah aturan kepailitan di Amerika Serikat (AS). 

Kesepakatan itu juga melibatkan pejabat Luckin, serta  penjamin emisi dalam penawaran umum perdana perusahaan yang berbasis di Xiamen, China itu pada tahun 2019, dan pencatatan saham perusahaan itu di bursa AS dalam bentuk ADR.

Baca Juga: Saham Facebook koreksi, indeks S&P 500 dan Dow tetap cetak rekor penutupan tertinggi

Hakim Distrik AS John Cronan di Manhattan menyetujui penyelesaian awal pada hari Selasa, dan menjadwalkan sidang 31 Januari 2022 untuk mempertimbangkan persetujuan akhir. Penyelesaian ini juga memerlukan persetujuan dari pengadilan Kepulauan Cayman.

Luckin membantah melakukan kesalahan. Pengacaranya yang berbasis di AS tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Didirikan pada tahun 2017, Luckin pada akhir Maret mengelola sekitar 5.000 gerai.

Pemegang saham menggugat Luckin pada Februari 2020, dua minggu setelah Muddy Waters Research, yang merupakan pemain short seller di bursa, menuduhnya menggelembungkan pendapatan.

Baca Juga: IPO bernilai jumbo menghiasi pasar saham, serapannya masih bisa optimal

Dua bulan kemudian, harga saham Luckin merosot 81% setelah perusahaan mengumumkan penyelidikan internal menemukan bahwa chief operating officer dan staf lainnya menggelembungkan nilai penjualan hingga US$ 310 juta pada 2019, atau sekitar 40% dari proyeksi penjualan tahunan yang disusun analis.

Luckin setuju Desember lalu untuk membayar denda US$ 180 juta untuk menyelesaikan kasus tuntutan perdata penipuan akuntansi yang diajukan otoritas bursa di AS, SEC.

SEC mengatakan Luckin mengumpulkan lebih dari US$ 864 juta dari investor ekuitas dan utang saat penipuan itu terjadi.

Pemegang saham yang mengajukan class action dipimpin oleh pengelola dana pensiun Swedia Sjunde AP-Fonden dan Dana Pensiun serta Bantuan Louisiana Sheriffs.

Pengacara mereka, yang dipimpin oleh Kessler Topaz Meltzer & Check dan Bernstein Litowitz Berger & Grossmann, berpeluang mengantongin fee hingga 25% dari dana penyelesaian.

Selanjutnya: Dukung Pembatasan Kenaikan Suhu, Mantan Wapres AS Bentuk Pengelola Dana

 

Bagikan

Berita Terbaru

Pemerintah Siapkan Revisi Aturan DHE SDA, Emiten Nikel Paling Terdampak, CPO Aman
| Kamis, 05 November 2026 | 11:03 WIB

Pemerintah Siapkan Revisi Aturan DHE SDA, Emiten Nikel Paling Terdampak, CPO Aman

Ada potensi ketergantungan perusahaan terhadap pembiayaan perbankan dalam dolar AS meningkat jika fleksibilitas penggunaan DHE lebih terbatas.

Kinerja Keuangan TINS Solid, Harga Timah Global dan Permintaan China Jadi Tantangan
| Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

Kinerja Keuangan TINS Solid, Harga Timah Global dan Permintaan China Jadi Tantangan

Prospek TINS masih positif, tetapi risiko pada tahun 2027 adalah normalisasi harga komoditas dan margin keuntungan.

BRIS Bak Hadapi Simalakama, Wajib Mengejar Free Float Saat Harga Saham Anjlok Parah
| Kamis, 05 November 2026 | 10:02 WIB

BRIS Bak Hadapi Simalakama, Wajib Mengejar Free Float Saat Harga Saham Anjlok Parah

Emiten dipaksa memenuhi ketentuan minimum free float di saat pasar saham tengah diliputi ketidakpastian. 

Emiten Ritel Cetak Kinerja Positif, Ini Prospek Saham AMRT, MIDI, HERO, dan RANC
| Kamis, 05 November 2026 | 08:57 WIB

Emiten Ritel Cetak Kinerja Positif, Ini Prospek Saham AMRT, MIDI, HERO, dan RANC

Emiten yang mampu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat berpeluang memperoleh kinerja yang lebih baik.

Ketidakpastian Masih Tinggi, Premi Risiko Investasi Mendaki
| Kamis, 05 November 2026 | 08:37 WIB

Ketidakpastian Masih Tinggi, Premi Risiko Investasi Mendaki

 Kenaikan credit default wwap (CDS) mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap tekanan global dan domestik. 

Kinerja ANTM Masih Solid, Tapi Tantangan Ini Menghantui Margin Jangka Menengah
| Kamis, 05 November 2026 | 08:32 WIB

Kinerja ANTM Masih Solid, Tapi Tantangan Ini Menghantui Margin Jangka Menengah

Prospek ANTM ke depan juga dibayangi tantangan, seperti pelemahan penjualan emas dan harga bijih nikel yang dapat menekan profitabilitas.

Penyadap Pengusaha
| Kamis, 05 November 2026 | 08:31 WIB

Penyadap Pengusaha

Penyadapan bisa menciptakan efek gentar (chilling effect) di pengusaha. Mereka menjadi berhati-hati berkomunikasi dan membicarakan strategi.

Prospek Saham Poultry Kuartal IV-2026, JPFA dan CPIN Masih Punya Peluang Tumbuh
| Kamis, 05 November 2026 | 08:21 WIB

Prospek Saham Poultry Kuartal IV-2026, JPFA dan CPIN Masih Punya Peluang Tumbuh

Kenaikan biaya bahan baku pakan serta pelemahan nilai tukar rupiah dapat menekan margin segmen pakan ternak.

Menanti Sentimen Positif Lokal,  Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis (5/11)
| Kamis, 05 November 2026 | 08:04 WIB

Menanti Sentimen Positif Lokal, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis (5/11)

Harapan ada perubahan terhadap ekonomi global. Terutama kebijakan fiskal, perdagangan internasional, suku bunga,dolar AS dan hubungan geopolitik. 

Membedah Prospek Saham ESSA: Ditopang Kontrak Gas 20 Tahun dan Tantangan Harga Amonia
| Kamis, 05 November 2026 | 08:04 WIB

Membedah Prospek Saham ESSA: Ditopang Kontrak Gas 20 Tahun dan Tantangan Harga Amonia

Penurunan harga amonia menjadi salah satu risiko utama bagi kinerja PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) pada kuartal IV-2026. 

INDEKS BERITA

Terpopuler