Sengketa Pesawat Berlanjut, AS Naikkan Tarif atas Wine dan Suku Cadang Eropa

Kamis, 31 Desember 2020 | 12:45 WIB
 Sengketa Pesawat Berlanjut, AS Naikkan Tarif atas Wine dan Suku Cadang Eropa
[ILUSTRASI. FILE PHOTO: Pesawat Boeing 737-800 dan Pesawat Airbus A320 bersiap mendarat di Bandara Internasional San Francisco International, California, 14 April 2015. REUTERS/Louis Nastro/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON.  Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa, yang dipicu oleh persaingan industri pesawat terbang, semakin panas.

Kantor Perwakilan Dagang AS, yang biasa disingkat USTR, Rabu (30/12), menyatakan, negeri itu menaikkan tarif bea masuk untuk sejumlah produk yang berasal dari Uni Eropa. Di antaranya adalah suku cadang untuk pesawat terbang dan wine.

Dalam pernyataan tertulis, USTR mengatakan, akan menambahkan tarif untuk suku cadang manufaktur pesawat dan anggur non-sparkling tertentu serta cognac dan brendi lainnya dari Prancis dan Jerman.

Baca Juga: Harga minyak turun 20% pada 2020, terbebani lockdown pandemi Covid-19

USTR tidak mengatakan kapan tarif akan diberlakukan tetapi mencatat bahwa detail tambahan akan "segera datang".

Tarif baru tersebut adalah tindakan terbaru yang diambil AS dalam konteks 16 tahun sengketa AS-UE atas subsidi penerbangan sipil. Sengketa itu dipicu oleh persaingan pembuat  pesawat asal Eropa, Airbus SE, dengan rivalnya di AS, Boeing Co.

USTR mengatakan, UE telah menghitung secara tidak adil tarif terhadap Amerika Serikat yang diizinkan oleh keputusan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), September, dalam sengketa yang sedang berlangsung.  "UE perlu mengambil tindakan untuk mengkompensasi ketidakadilan ini,” demikian pernyataan USTR.

Perwakilan Uni Eropa tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar atas tindakan USTR

Selanjutnya: Bersiap! WHO: Pandemi yang lebih buruk akan segara datang

 

Bagikan

Berita Terbaru

Strategi Medikaloka Hermina (HEAL) Hadapi Defisit BPJS, Bisakah Laba Melonjak Lagi?
| Jumat, 17 April 2026 | 06:30 WIB

Strategi Medikaloka Hermina (HEAL) Hadapi Defisit BPJS, Bisakah Laba Melonjak Lagi?

Laba HEAL turun di 2025, namun tiga analis justru kompak beri rekomendasi beli. Simak proyeksi target harganya!

Beleid Restitusi Pajak Anyar Berlaku Mei
| Jumat, 17 April 2026 | 06:27 WIB

Beleid Restitusi Pajak Anyar Berlaku Mei

Saat ini, rancangan beleid tersebut masih berada pada tahap harmonisasi lintas kementerian, sebelum nantinya ditetapkan dan diundangkan

Kaji Perpanjangan Pelaporan SPT Badan
| Jumat, 17 April 2026 | 06:13 WIB

Kaji Perpanjangan Pelaporan SPT Badan

Ditjen Pajak mencatat, total pelaporan SPT hingga 14 April 2025 mencapai 11,23 juta                 

Terlalu Percaya Diri?
| Jumat, 17 April 2026 | 06:10 WIB

Terlalu Percaya Diri?

Pemerintah perlu punya bantalan kuat dalam menghadapi situasi saat ini. Jangan sampai saat ditanya mana bantalannya, cuma dijawab "Pokoknya ada!"

Rupiah Menguat Tipis: Kenapa Pelemahan Masih Mengintai?
| Jumat, 17 April 2026 | 06:00 WIB

Rupiah Menguat Tipis: Kenapa Pelemahan Masih Mengintai?

Rupiah menguat tipis kemarin, tapi tekanan domestik dan harga minyak jadi ganjalan. Simak alasan rupiah masih sulit bangkit!

Windfall Komoditas Tak Cukup Amankan APBN
| Jumat, 17 April 2026 | 05:54 WIB

Windfall Komoditas Tak Cukup Amankan APBN

Kenaikan harga komoditas belum mampu mengimbangi tekanan subsidi dan pelemahan kurs                 

Pergerakan Valas Utama Masih Volatil
| Jumat, 17 April 2026 | 05:30 WIB

Pergerakan Valas Utama Masih Volatil

Dolar AS melemah karena ekspektasi suku bunga Fed. Ketahui mata uang mana yang berpotensi menguat dan proyeksi harganya di kuartal II 2026.

Garuda Metalindo (BOLT) Membidik Laba Bersih Tumbuh 15%
| Jumat, 17 April 2026 | 05:20 WIB

Garuda Metalindo (BOLT) Membidik Laba Bersih Tumbuh 15%

Untuk mencapai target, BOLT menerapkan sejumlah strategi yang berfokus pada ekspansi pasar, diversifikasi bisnis serta investasi teknologi.

Lebih Semarak, Dapen Kembali Melirik SRBI
| Jumat, 17 April 2026 | 05:15 WIB

Lebih Semarak, Dapen Kembali Melirik SRBI

Data OJK mencatat penempatan investasi dapen di SRBI anjlok dari Rp 16,87 triliun di 2024, menjadi hanya Rp 3,28 triliun di akhir 2025.

Proyeksi IHSG Jumat (17/4): Saham Pilihan Ini Beri Peluang Cuan!
| Jumat, 17 April 2026 | 05:00 WIB

Proyeksi IHSG Jumat (17/4): Saham Pilihan Ini Beri Peluang Cuan!

IHSG masih tercatat menguat 4,29% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah 11,86%.

INDEKS BERITA

Terpopuler