Berita Bisnis

SIDO Tambah Mesin & Inovasi Produk

Rabu, 21 Juli 2021 | 06:05 WIB
SIDO Tambah Mesin & Inovasi Produk

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk terus memperkuat lini produksi demi mendukung inovasi produk. Emiten dengan kode saham SIDO di Bursa Efek Indonesia ini akan menambah fasilitas produksi berupa mesin kapsul dan softgel. Untuk pengembangan produksi tersebut, SIDO telah menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 180 miliar hingga Rp 200 miliar pada tahun ini. 

Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, David Hidayat mengatakan, Sido Muncul terus menjalankan inovasi produk jamu dan resep-resep heritage  yang sudah terbukti manjur menjadi format baru yang bisa diterima generasi milenial.  Adapun inovasi SIDO adalah mengubah bentuk jamu menjadi lebih mudah dikonsumsi.
 
Misalnya dari jamu berupa serbuk menjadi bentuk pil, cair dan kini dalam bentuk kapsul dan softgel. "SIDO menyiapkan anggaran belanja modal tahun ini senilai Rp 180 miliar hingga Rp 200 miliar di untuk mesin kapsul dan softgel. Kami berharap mesin tersebut segera tiba secara bertahap," jelas dia kepada KONTAN, Minggu (18/7). 
 
Sepanjang kuartal pertama tahun ini, Sido Muncul sudah menyerap dana belanja modal senilai Rp 39 miliar atau setara 14%-15% dari total alokasi capex tahun ini yang berkisar Rp 200 miliar.  David memastikan inovasi SIDO tidak berhenti sampai di situ saja. Sido Muncul juga telah menyiapkan produk minuman kesehatan ready to drink yang sudah dapat dibeli langsung di pasar atau outlet. 
 
Di sisi lain, manajemen SIDO terus mengamankan ketersediaan bahan baku produksi. Menurut David, untuk meningkatkan pemanfaatan bahan baku herbal di Indonesia, saat ini SIDO mengembangkan green house dengan teknologi baru. Lewat teknologi tersebut, Sido Muncul dapat membudidayakan dan melestarikan tumbuhan bahan-bahan jamu yang langka, mahal dan berasal dari tempat yang jauh. 
 
Strategi ini dilakukan agar kesinambungan bahan baku serta kualitas produk dapat tetap terjaga dan terjamin. SIDO yang mengantongi pendapatan hingga Rp 3,33 triliun di 2020 ini optimistis tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap produk herbal khususnya jamu dapat semakin meningkat. 
 
Melestarikan jamu
David menegaskan, ke depannya sebagai perusahaan jamu dan herbal terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara, SIDO mengklaim akan terus melakukan inovasi sesuai dengan perkembangan zaman. "Visi SIDO adalah melestarikan jamu sebagai budaya bangsa Indonesia dan dikenal di pasar mancanegara," sebut David. 
Komitmen tersebut setidaknya ditandai dengan peluncuran produk minuman kesehatan herbal terbaru bernama Jamu Heritage, yakni minuman kesehatan herbal dengan tiga varian rasa: kunyit asam, beras kencur dan TeJamu.
 
Manajemen SIDO menargetkan, produk baru tersebut bisa memberikan kontribusi sebanyak 2%-3% terhadap total penjualan tahun ini. Hanya saja, untuk produk baru memang fokusnya masih pada pengembangan brand dan product knowledge. Di sisi lain, Sido Muncul merilis produk anyar seiring dengan konsumsi terhadap produk-produk kesehatan yang mengalami peningkatan selama masa pandemi Covid-19, sekaligus untuk menunjang pola gaya hidup sehat saat ini. 
 
Pasar ekspor SIDO juga sudah mulai menunjukkan peningkatan di kuartal I-2021. Kontribusi ekspor naik menjadi 3% terhadap total penjualan. Sebagai perbandingan, ekspor SIDO di akhir tahun lalu sempat tertekan pandemi dengan kontribusi hanya 1%. Per kuartal I-2021, SIDO mencatatkan pertumbuhan pendapatan 8,6% year-on-year (yoy) menjadi Rp 793 miliar. Sementara laba bersihnya tercatat meningkat 16% (yoy) menjadi Rp 269 miliar.  

Terbaru