Berita

Skema Pendanaan Kilang LNG Masela disoroti KPK

Selasa, 03 September 2019 | 05:49 WIB

ILUSTRASI. Pekerja membersihkan logo KPK

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyoroti skema bisnis minyak dan gas bumi di dalam negeri.

Kali ini, komisi anti rasuah itu mencermati pendanaan dalam pengembangan kilang gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) Blok Masela yang menggunakan skema trustee borrowing scheme (TBS).

Skema pinjaman dengan jaminan hasil proyek tersebut dinilai bisa menggelembungkan bunga pada kontrak cost recovery.

KPK melihat, dengan skema pinjaman TBS, beban bunga pinjaman akan masuk ke dalam cost recovery. Sehingga bagian negara atas proyek tersebut menjadi berkurang.

"TBS itu soal pembebanan bunga pada recovery, itu yang kita bilang kenapa bunga dibebankan," ungkap Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan kepada KONTAN, Senin (2/9).

Oleh karena itu, KPK akan fokus membahas hal tersebut kepada pemerintah maupun Inpex Corporation sebagai pengelola Blok Masela.

Baca Juga: INPEX gelar sosialisasi & konsultasi publik AMDAL proyek LNG abadi di Ambon

Namun KPK tidak akan mengintervensi pemerintah maupun Inpex atas keputusan yang akan diambil.

Satu hal yang pasti, KPK akan bekerja dan bertindak sendirian.

Hal penting yang menjadi sorotan KPK, adalah kenapa bunga pinjaman dalam skema TBS dibebankan.

"Dia (Inpex) datang modalnya ada. Dia mau pinjam itu urusan dia. Namun begitu dibebankan bunga ke recovery, kami baru berpikir, loh jadi sedikit dong bagian pemerintah," ungkap Pahala.

Pakai bank di dalam negeri

Selanjutnya
Halaman   1 2
Reporter: Filemon Agung , Pratama Guitarra
Editor: Tedy Gumilar

IHSG
6.236,69
0.28%
17,26
LQ45
985,92
0.27%
2,68
USD/IDR
14.100
0,57
EMAS
753.000
0,00%

Baca juga