Berita

SKK Migas & ExxonMobil Berupaya Menggenjot Produksi Blok Cepu

Jumat, 23 Agustus 2019 | 07:27 WIB

ILUSTRASI. Rig Berjalan Blok Cepu

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama ExxonMobil sedang melakukan kegiatan high rate test (HRT). Aktivitas ini bertujuan memompa produksi Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, menjadi 225.000 barel per hari (bph) dari sebelumnya sebesar 216.000 bph.

Jika kegiatan HRT rampung dan produksi bisa mencapai 225.000 bph, maka angka produksi itu akan masuk dalam revisi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang akan diajukan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang selanjutnya ditetapkan sebagai target produksi Blok Cepu. 

"Amdal sedang persiapan sambil menunggu sejumlah data high rate test lengkap," kata Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman, kepada KONTAN, Kamis (22/8).

Kegiatan HRT untuk menggenjot produksi memang tak mudah. Bahkan sebelumnya proses HRT sempat diturunkan beberapa hari lantaran ada perbaikan floating offloading hose di Gagak Rimang. Maka dari itu, Fatar belum bisa memastikan kapan waktu kegiatan HRT itu rampung.

Selanjutnya, jika kegiatan HRT terbukti bisa mengerek produksi migas menjadi 225.000 bph, bukan tak mungkin produksi kembali digenjot menjadi 235.000 bph.

"Dengan ditemukannya cadangan, peningkatan 235.000 bph dimungkinkan dan bisa saja ke 250.000 bph. Kami masih kami membicarakan hal ini dengan ExxonMobil," jelas Fatar.

Vice President Public and Government Affairs, ExxonMobil Indonesia, Azi Alam, mengungkapkan aktivitas HRT sesuai dengan permintaan SKK Migas. "High rate test untuk melihat kemampuan fasilitas dan sumur untuk berproduksi lebih tinggi sambil terus fokus pada keselamatan dan keandalan operasi," jelas dia kepada KONTAN.

Pada semester I-2019, lifting ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menjadi penyumbang terbesar lifting minyak nasional, yang menyentuh angka 220.000 bph. Jumlah itu lebih besar daripada target APBN 2019 sebesar 216.000 bph, juga melampaui realisasi lifting pada tahun 2018 yang berada di angka 209.314 bph.

Adapun peningkatan lifting tersebut dipengaruhi oleh kinerja sumur yang lebih baik seiring dengan kenaikan reservoir dari 450 juta barel saat plan of development (PoD) menjadi 729 juta barel. Kini angkanya kembali naik menjadi 823 juta barel.

Dengan adanya peningkatan kinerja tersebut, Azi optimistis ExxonMobil dapat menjaga pencapaian lifting sesuai target APBN.

Reporter: Filemon Agung
Editor: Yuwono triatmojo

IHSG
6.231,47
0.21%
-13,00
LQ45
980,77
0.21%
-2,03
USD/IDR
14.085
-0,10
EMAS
756.000
0,53%

Baca juga