Take Two Menawar Pembuat FarmVille dalam Kesepakatan Bernilai US$ 11 Miliar

Selasa, 11 Januari 2022 | 09:35 WIB
Take Two Menawar Pembuat FarmVille dalam Kesepakatan Bernilai US$ 11 Miliar
[ILUSTRASI. Farmville]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Akuisisi bernilai besar terjadi juga di industri gaming. Take-Two Interactive pada Senin mengatakan akan membeli Zynga seharga US$ 11,04 miliar dalam kesepakatan tunai dan saham.

Kesepakatan itu akan memperkuat kehadiran pembuat video game Grand Theft Auto itu di segmen on-the go gaming. Zynga saat ini termasuk pemain kuat di lini game mobile, dengan memiliki sejumlah judul game ponsel ngetop, seperti FarmVille.

Kesepakatan itu, yang terbesar yang pernah ada di sektor ini, akan menciptakan pembangkit raksasa dengan nilai kapitalisasi pasar hampir US$ 30 miliar. Perusahaan hasil penggabungan akan memiliki portofolio produk yang luas mulai game console, game PC dan game di perangkat seluluer.

Take-Two, juga dikenal sebagai pembuat Red Dead Redemption, menawarkan US$ 3,50 tunai dan US$ 6,361 dalam bentuk saham untuk setiap saham Zynga. Harga itu mencerminkan premi sebesar 64% dari harga penutupan terakhir. Jika menghitung utang, akuisisi tersebut bernilai $12,7 miliar.

Baca Juga: Pamor game streaming makin tinggi, Gox gandeng Tencent Cloud

"Ini adalah kesepakatan yang mengejutkan. Zynga sudah lama masuk dalam daftar perusahaan video game yang berpotensi mengalami M&A,” tutur Serkan Toto, CEO perusahaan konsultan videogame Kantan Games.

“Jika melihat peta industri, Take-Two akan mengatakan pada dasarnya kami tidak memiliki apa-apa di sini. Jadi, banyak orang mengharapkan Take-Two untuk membuat kesepakatan besar dengan pembuat game ponsel untuk mengejar ketertinggalannya dari pesaingnya, seperti Electronic Arts misalnya."

Saham Zynga melonjak 45% pada hari Senin, tetapi masih satu dolar dan berubah dari harga penawaran, sementara Take-Two turun sekitar 15%.

Kesepakatan itu diharapkan selesai pada paruh pertama tahun ini. Ada juga periode go-shop selama 45 hari, yang berarti Zynga dapat bernegosiasi dengan calon pembeli lain yang mengajukan penawaran lebih baik hingga 24 Februari.

Kedua perusahaan telah mengadakan pembicaraan terus-menerus pada tahun lalu, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Putaran terakhir negosiasi datang akhir tahun lalu, saat Zynga kehilangan lebih dari sepertiga dari nilai pasarnya, penurunan terbesar di antara penerbit game besar. Zynga telah terhuyung-huyung dari penurunan tingkat keterlibatan dan langkah Apple untuk memungkinkan pengguna iPhone memilih untuk tidak dilacak oleh pengiklan.

"Ini adalah label harga yang besar untuk sebuah perusahaan yang tidak secara konsisten menghasilkan keuntungan atau blockbuster baru," kata Erik Gordon, profesor di Ross School of Business, University of Michigan.

 Baca Juga: Penerbitan Obligasi Korporasi Bakal Lebih Tinggi 15% di 2022

Tetapi dengan pasar game seluler kemungkinan akan mencapai ukuran US$ 116,4 miliar pada tahun 2024, menurut perusahaan data Newzoo, beberapa analis mengatakan lebih banyak kesepakatan diharapkan di sektor ini.

"Tren ini tidak akan berhenti sampai di sini. Banyak developer konsol yang menyadari bahwa membuat game mobile itu sulit," kata D.A. Analis Davidson, Franco Granda.

Crypto dan metaverse adalah peluang pertumbuhan potensial, tetapi game seluler terbukti berhasil, katanya.

Take-Two mengharapkan penghematan biaya tahunan sekitar US$ 100 juta dalam dua tahun pertama, dan lebih dari US$ 500 juta dalam pemesanan bersih seiring waktu ketika kesepakatan ditutup pada pertengahan 2022.

Bagikan

Berita Terbaru

Izin Pemanfaatan Hutan Dicabut, Saham Emiten Ikut Ambruk
| Kamis, 22 Januari 2026 | 06:56 WIB

Izin Pemanfaatan Hutan Dicabut, Saham Emiten Ikut Ambruk

Pencabutan izin pemanfaatan hutan berdampak ke kinerja saham sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Nilai Transaksi Kartu ATM Tetap Meningkat di Tengah Gempuran Digital
| Kamis, 22 Januari 2026 | 06:55 WIB

Nilai Transaksi Kartu ATM Tetap Meningkat di Tengah Gempuran Digital

​Volume transaksi kartu ATM dan debit menyusut, namun nilainya masih tumbuh, menandai pergeseran transaksi nasabah ke kanal digital.

Terhalang Biaya Dana, Penurunan Bunga Kredit Perbankan Berjalan Lelet
| Kamis, 22 Januari 2026 | 06:35 WIB

Terhalang Biaya Dana, Penurunan Bunga Kredit Perbankan Berjalan Lelet

​Meski BI sudah memangkas bunga acuan agresif dan menggelontorkan insentif likuiditas, penurunan bunga kredit perbankan masih tertatih

Penyaluran Kredit Akhir Tahun Melesat Tajam
| Kamis, 22 Januari 2026 | 06:20 WIB

Penyaluran Kredit Akhir Tahun Melesat Tajam

Pertumbuhan kredit  tahun 2025 menembus 9,16%, berhasil mencapai target BI setelah berbulan-bulan tertahan di bawah 8%.

Rupiah & Lebaran
| Kamis, 22 Januari 2026 | 06:10 WIB

Rupiah & Lebaran

Pelemahan rupiah saat ini harus menjadi alarm dalam dua bulan ke depan, alarm kenaikan harga pangan.

Investor Panik, Duit Asing Kabur Rp 1,9 Triliun, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini
| Kamis, 22 Januari 2026 | 05:48 WIB

Investor Panik, Duit Asing Kabur Rp 1,9 Triliun, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini

Tekanan jual lintas sektor, dengan sektor industri, properti, dan transportasi menjadi penekan utama pergerakan indeks.

Pabrik Cat Baru di Cirebon Jadi Amunisi AVIA Tahun Ini
| Kamis, 22 Januari 2026 | 05:47 WIB

Pabrik Cat Baru di Cirebon Jadi Amunisi AVIA Tahun Ini

Emiten cat bangunan milik pengusaha Hermanto Tanoko, PT Avia Avian Tbk (AVIA) bersiap mengoperasikan pabrik cat baru pada pertengahan 2026. 

Reli Harga Emas Berlanjut, Ambil Untung Atau Beli Lagi?
| Kamis, 22 Januari 2026 | 05:45 WIB

Reli Harga Emas Berlanjut, Ambil Untung Atau Beli Lagi?

Reli harga emas ditopang sentimen global yang kuat. Investor perlu tetap disiplin mengelola investasi di tengah level harga yang sudah tinggi.

Pemerintah Bersiap Garap Tanggul Laut Raksasa
| Kamis, 22 Januari 2026 | 05:40 WIB

Pemerintah Bersiap Garap Tanggul Laut Raksasa

Pemerintah mulai membangun proyek tanggul laut raksasa yang dimulai dari wilayah pesisir Jakarta pada tahun ini. 

INCO Dibayangi Tantangan Pemangkasan Kuota Nikel, Simak Prospek Sahamnya
| Kamis, 22 Januari 2026 | 05:40 WIB

INCO Dibayangi Tantangan Pemangkasan Kuota Nikel, Simak Prospek Sahamnya

Keterbatasan kuota ini dikhawatirkan menghambat pasokan bijih nikel untuk tiga proyek hilirisasi utama INCO

INDEKS BERITA

Terpopuler