Tambah Kapasitas Produksi SPTO Andalkan Pinjaman Perbankan

Sabtu, 25 Mei 2019 | 07:00 WIB
Tambah Kapasitas Produksi SPTO Andalkan Pinjaman Perbankan
[]
Reporter: Kenia Intan | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan sanitasi dan fitting PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) US$ 20 juta hingga US$ 25 juta untuk rencana bisnis sepanjang tahun ini. Sebagian besar belanja modal akan dimanfaatkan untuk menambah jalur produksi di anak perusahaan, yakni PT Surya Pertiwi Nusantara (SPN). 

"Capex mayoritas didapatkan dari pinjaman bank," kata Adhi Sudargo Tasmin, Investor Relations PT Surya Pertiwi Tbk, Jumat (24/5). 

 

Sumber dana belanja ini dari bank sebesar 80%, dan sisanya 20% dari kantong perusahaan. Selain untuk SPN, belanja modal juga akan dimanfaatkan untuk kebutuhan pemeliharaan.

 

Surya Pertiwi memiliki pabrik di Surabaya. Pabrik ini menempati lahan seluas 35 hektare (ha) dengan kapasitas hingga 10 jalur produksi. Saat ini yang beroperasi baru lini produksi pertama. Sementara, perkiraan kapasitas produksi untuk satu jalur adalah 500.000 pieces per tahun.

 

Adhi menjelaskan, rencananya, SPN akan menambah instalasi jalur kedua karena perusahaan itu mendapatkan pesanan produk untuk pasar ekspor dari TOTO yang berpusat di Jepang. Rencananya, produk SPN akan dikirim ke China dan Amerika Serikat. Menurut manajemen SPTO, penambahan jalur ini ditargetkan akan selesai pada kuartal keempat tahun ini.

 

Sebagai tambahan informasi, SPN diperkirakan akan memproduksi 600.000 sanitary wares. Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 400.000 unit. Diharapkan dengan penambahan ini dapat mengerek gross margin karena adanya tambahan margin di manufaktur. Dapat pesanan dari Jepang, SPN akan menambah instalasi jalur kedua.

 

Sementara itu Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar PT Surya Pertiwi Tbk, kemarin, menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 38. Adapun dividen tersebut diambil dari 50,3% laba bersih yang dibukukan perusahaan sepanjang tahun 2018 lalu. "Laba bersih tahun 2018 yang dibagikan menjadi dividen mencapai Rp 102,6 miliar," terang Irene Hamidjaja, Direktur dan Corporate Secretary PT Surya Pertiwi Tbk dalam pemaparan publik di Gedung Toto, Jumat (24/5).

 

Sementara dividen interim sebesar Rp 20 per saham telah dibagikan kepada pemegang saham pada Desember 2018 yang lalu. Sisanya, sebesar Rp 18 per saham akan dibagikan di akhir Juni 2019.

 

Sepanjang tahun 2018 menjadi tahun yang berat bagi perusahaan sanitasi dan fitting ini. Tercatat, laba bersih perusahaan tahun 2018 sebesar Rp 204 miliar. Angka ini menurun 7,9% year on year (yoy) dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 221,6 miliar. Salah satu sebabnya adalah beban kurs yang membengkak hingga Rp 18 miliar.

Bagikan

Berita Terbaru

Dari 12 Konsultasi Penurunan Klasifikasi Market oleh MSCI, Hanya Dua yang Selamat
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Dari 12 Konsultasi Penurunan Klasifikasi Market oleh MSCI, Hanya Dua yang Selamat

Penyesuaian investasi oleh investor asing sudah berlangsung bahkan sebelum keputusan akhir diambil MSCI.

Reformasi Pasar Modal Diuji, Transparansi dan Penegakan Hukum Jadi Sorotan MSCI
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Reformasi Pasar Modal Diuji, Transparansi dan Penegakan Hukum Jadi Sorotan MSCI

Arus modal asing tidak bisa menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan karena juga dipengaruhi suku bunga global, nilai tukar, dan geopolitik. 

Potensi Cuan Bank Menebal Usai GWM Turun, Saham Apa yang Paling Layak Dicermati?
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Potensi Cuan Bank Menebal Usai GWM Turun, Saham Apa yang Paling Layak Dicermati?

Penurunan giro wajib minimum (GWM) membuat Bank berpeluang mengurangi kebutuhan mencari pendanaan mahal.

Danantara Garap 8 Proyek Waste to Energy, Simak Peluang CDIA, BIPI, BNBR, dan OASA
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Danantara Garap 8 Proyek Waste to Energy, Simak Peluang CDIA, BIPI, BNBR, dan OASA

Fasilitas PSEL membutuhkan pasokan sampah yang memadai dan konsisten, baik dari sisi volume maupun karakteristiknya.

Terancam Turun Kasta ke Standalone Market, Investor Perlu Siaga
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Terancam Turun Kasta ke Standalone Market, Investor Perlu Siaga

Merespons ancaman dari penyedia indeks global MSCI, otoritas pasar modal mulai menindak pelanggaran. Efektif melunakkan sikap MSCI?

Prospek Kinerja FORE Dipengaruhi Produktivitas dan Kemampuan Menjaga Margin
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Prospek Kinerja FORE Dipengaruhi Produktivitas dan Kemampuan Menjaga Margin

Investor perlui mencermati SSSG, produktivitas gerai anyar, fluktuasi daya beli masyarakat, serta kemampuan menjaga margin.

Efisiensi Berbasis ESG, Dari Pengelolaan Air Hingga Memangkas Emisi
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Efisiensi Berbasis ESG, Dari Pengelolaan Air Hingga Memangkas Emisi

Inisiatif keberlanjutan Japfa Comfeed Indonesia perkuat efisiensi operasional dan mendukung pertumbuhan kinerja keuangan

Mengurai Masalah Daur Ulang Kemasan UHT
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Mengurai Masalah Daur Ulang Kemasan UHT

Kemasan susu UHT praktis untuk dikonsumsi, tetapi lapisan kertas, plastik, dan aluminium membuatnya rumit didaur ulang. 

Sssst! Buku Bisa Menjadi Ruang untuk Bertemu
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Sssst! Buku Bisa Menjadi Ruang untuk Bertemu

Berawal dari kegemaran membaca, komunitas membaca buku lahir dan mempertemukan orang-orang dengan minat serupa. Buku men

 
Homeostasis Artificial Intelligence
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 05:55 WIB

Homeostasis Artificial Intelligence

AI kian canggih dan otonom. Mampukah peradaban menjaga keseimbangan di tengah peluang dan risiko yang mengiringinya?

INDEKS BERITA

Terpopuler