Timbul Tenggelam, Nama Winston Sual Kini Tercatat Dekap 8,46% Saham BAPA

Selasa, 13 Maret 2018 | 23:35 WIB
Timbul Tenggelam, Nama Winston Sual Kini Tercatat Dekap 8,46% Saham BAPA
[ILUSTRASI. Ilustrasi Kinerja Saham]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Winston S.A. Sual kini tercatat sebagai pemilik saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) dengan penguasaan di atas 5%. Saham BAPA tersebut dia peroleh dari PT Fikasa Raya.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per tanggal 12 Maret 2018 Winston yang juga dikenal sebagai Presiden Direktur PT Panin Asset Management itu, mendekap 56.000.000 saham BAPA dari sebelumnya nol. Jumlah ini setara 8,46% dari total saham BAPA yang dicatatkan.

Berapa dana yang dikeluarkan Winston untuk mendekap 8,46% saham BAPA? Taruh kata dengan memakai harga penutupan saham BAPA, Selasa (13/3) di posisi Rp 93 per saham, maka dana yang dikeluarkan Winston mencapai Rp 5,21 miliar.

Adapun kepemilikan saham BAPA oleh Fikasa Raya yang semula sebanyak 18,58%, turun menjadi 10,12%. Sedangkan pemegang saham BAPA lainnya tidak berubah. Mereka antara lain PT Adicipta Griyasejati yang memiliki 33,94% dan Hendra Hasan Kustarjo mengempit 6,35% saham BAPA. Adapun PT Papua Timber Jaya tetap menguasai 8,46% saham BAPA.

Uniknya, nama Winston Sual sempat timbul tenggelam dalam kepemilikan saham BAPA. KSEI mencatat, nama Winston sempat tercatat sebagai pemilik 10,48% saham BAPA hingga 7 Maret 2018. Namun sehari berselang, nama Winston menghilang dari daftar kepemilikan saham di atas 5%. Bersamaan dengan hal tersebut, hadir Hendra Hasan Kustarjo yang mengapit 6,35% saham BAPA dan Fikasa Raya yang menggenggam 10,58% saham, dari hari sebelumnya yang tercatat tidak memiliki saham BAPA. Nama Fikasa Raya juga timbul tenggelam dalam kepemilikan saham BAPA.

BAPA merupakan emiten pengembang kawasan perumahan. Perusahaan ini berdiri pada Oktober 1993 dan terdaftar sebagai emiten pada 14 Januari 2008.

Hingga September 2017, laba bersih BAPA melonjak menjadi Rp 8,11 miliar, dari periode sama tahun 2016 yang senilai Rp 148,34 juta. Pada saat yang sama, total aset BAPA meningkat dari sebelumnya Rp 179,26 miliar menjadi Rp 184,32 miliar.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Rupiah Sempat Jebol Rp 17.318: Mengapa Mata Uang RI Kian Tertekan?
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:45 WIB

Rupiah Sempat Jebol Rp 17.318: Mengapa Mata Uang RI Kian Tertekan?

Tekanan geopolitik AS-Iran membuat rupiah terancam. Krisis energi dan inflasi global membayangi. Ketahui pergerakan bagaimana rupiah ke depan

Gejolak Minyak dan Kerentanan Ekonomi
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:05 WIB

Gejolak Minyak dan Kerentanan Ekonomi

Mengurangi impor minyak menjadi salah satu cara untuk bisa menghilangkan kerentanan ekonomi imbas lonjakan harga minyak dunia.​

Investasi Emas Dana Haji: Potensi Untung Lebih Tinggi, Risiko Rendah?
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:00 WIB

Investasi Emas Dana Haji: Potensi Untung Lebih Tinggi, Risiko Rendah?

Masa tunggu haji panjang, nilai dana berpotensi tergerus inflasi. Cari tahu cara emas lindungi biaya haji Anda dari risiko penurunan.

Pajak Mobil Listrik Yang Adil
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:00 WIB

Pajak Mobil Listrik Yang Adil

Mendorong kendaraan listrik penting, tetapi jangan mengorbankan prinsip keadilan pajak dan ruang fiskal daerah.

Strategi Pembiayaan Jadi Andalan Dorong Investasi
| Sabtu, 25 April 2026 | 06:41 WIB

Strategi Pembiayaan Jadi Andalan Dorong Investasi

Pemerintah membuka peluang pembiayaan untuk sektor EBT dan usaha padat karya.                             

Sinergi Inti Plastindo (ESIP) Ekspansi Pabrik dan Bidik Bisnis Kemasan Kertas
| Sabtu, 25 April 2026 | 06:35 WIB

Sinergi Inti Plastindo (ESIP) Ekspansi Pabrik dan Bidik Bisnis Kemasan Kertas

ESIP siap ekspansi Rp 200 miliar untuk pabrik baru di Balaraja Timur. Kapasitas produksi ditargetkan berlipat ganda

MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) Bakal Gencar Ekspansi Gerai Lego
| Sabtu, 25 April 2026 | 05:30 WIB

MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) Bakal Gencar Ekspansi Gerai Lego

MAPA berencana membuka sejumlah gerai Lego tahun ini. Meski tak memerinci jumlahnya, ekspansi akan dilakukan di sejumlah wilayah..

Perang Timur Tengah Menekan Permintaan, Harga Kakao Ambles
| Sabtu, 25 April 2026 | 05:20 WIB

Perang Timur Tengah Menekan Permintaan, Harga Kakao Ambles

Merujuk data BPS, nilai ekspor kakao kita di 2024 mencapai 348.000  ton dengan nilai US$ 2,65 miliar.

Pengembang Minta Kejelasan Regulasi Rusun
| Sabtu, 25 April 2026 | 05:15 WIB

Pengembang Minta Kejelasan Regulasi Rusun

Pemerintah tengah mengkaji penyediaan rumah susun bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan tanggung atau MBT

 Dari Manufaktur ke Kesehatan
| Sabtu, 25 April 2026 | 05:06 WIB

Dari Manufaktur ke Kesehatan

Perjalanan karier Navin Sonthalia, lebih dari 30 tahun di berbagai bidang sampai memimpin Mayapada Hospital

INDEKS BERITA