Tjiwi Kimia (TKIM) dan Indah Kiat (INKP) Dorong Produksi Kertas

Jumat, 28 Juni 2019 | 06:31 WIB
Tjiwi Kimia (TKIM) dan Indah Kiat (INKP) Dorong Produksi Kertas
[]
Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis kertas rupanya masih kinclong tahun ini. Dua perusahaan kertas Sinar Mas Group, yakni PT Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), berencana menambah mesin untuk mencapai target penjualan di tahun ini.

Direktur PT Tjiwi Kimia (TKIM) Arman Sutedja menuturkan, pihaknya telah menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) US$ 135 juta untuk konversi mesin dan penambahan chemical plant yang akan mulai beroperasi pada Mei 2020. "Capex yang sudah terserap saat ini US$ 60 juta untuk uang muka chemical plant," ujar dia, Kamis (27/6).

Mesin chemical plant akan memproduksi senyawa soda, hidrogen peroksida dan kaporit. TKIM memprediksi kontribusi penjualan senyawa tersebut terhadap total penjualan di tahun 2020 mencapai sekitar US$ 80 per ton. Sementara kontribusi ke EBITDA sekitar US$ 20 juta per tahun.

Arman menuturkan, TKIM juga berniat mengganti mesin yang memproduksi kertas putih menjadi kertas cokelat industri. TKIM sudah mulai mengkonversi dua mesin sejak tahun lalu.

Rencananya, di Agustus 2019, TKIM akan kembali mengganti dua mesin lain. Penggantian mesin ini akan menambah kapasitas produksi dari 30.000 ton menjadi 45.000 ton per bulan.

Ekspansi INKP

Sementara INKP menganggarkan belanja modal S$ 280 juta untuk membeli mesin tertentu untuk efisiensi, membeli finishing capacity paper dan pembangkit listrik. "Sumber pendanaan dari kas internal dapat dikombinasikan dengan fund raising," jelas Kurniawan Yuwono, Direktur INKP, kemarin.

Hingga kuartal I-2019, INKP telah menyerap belanja modal sebesar US$ 27,3 juta. Dana tersebut untuk membeli mesin baru agar lebih efisien.

INKP juga berniat membeli pembangkit listrik. Kurniawan menyebut, emiten ini akan mengincar yang berkapasitas 27 megawatt (MW).

Hingga akhir tahun ini, dia menargetkan bisa memproduksi 2,6 juta ton–2,7 juta ton per tahun. Kontribusi terbesar berasal dari pabrik PT OKI Pulp & Paper di Sumatra Selatan, yang diprediksi 2,5 juta ton–2,6 juta ton tahun ini.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Rupiah Kian Loyo, Kini Dihantam Langkah MSCI
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Rupiah Kian Loyo, Kini Dihantam Langkah MSCI

Langkah MSCI membuka ruang konsultasi untuk menurunkan status pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market membuat posisi rupiah kian tertekan.

Prospek Penerbitan Obligasi Korporasi oleh Emiten Masih Terbuka Hingga Akhir Tahun
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Prospek Penerbitan Obligasi Korporasi oleh Emiten Masih Terbuka Hingga Akhir Tahun

Di tengah suku bunga tinggi dan persaingan imbal hasil dengan SBN, investor cenderung menuntut kompensasi risiko yang lebih besar.

Manuver Maxglory di Balik Saham SQMI: Bayang Utang, Valuasi, dan Proyek Ciemas
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Manuver Maxglory di Balik Saham SQMI: Bayang Utang, Valuasi, dan Proyek Ciemas

Masalah paling mendasar yang dihadapi SQMI sejatinya terletak pada macetnya pengembangan pabrik pengolahan emas Ciemas.

Terbitkan 170 Juta Saham Baru, PTRO Siap Menggelar Rights Issue
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 09:04 WIB

Terbitkan 170 Juta Saham Baru, PTRO Siap Menggelar Rights Issue

Emiten kontraktor pertambangan batubara milik taipan Prajogo Pangestu itu akan menerbitkan maksimal 170 juta saham baru atau setara 1,69%.

Danantara, INA, dan TPIA Tuntaskan Investasi Strategis
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:58 WIB

Danantara, INA, dan TPIA Tuntaskan Investasi Strategis

Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas industri soda kaustik dan ethylene dichloride (EDC) di pasar domestik.

Inflasi AS Melejit, Pasar Keuangan Asia Menjerit
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Inflasi AS Melejit, Pasar Keuangan Asia Menjerit

Kenaikan data inflasi Amerika Serikat bulan September 2026 mengguncang bursa saham dan mata uang di Asia.

Kebakaran Hutan Berpotensi Membakar Kinerja Emiten CPO
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:26 WIB

Kebakaran Hutan Berpotensi Membakar Kinerja Emiten CPO

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi risiko operasional bagi sejumlah emiten perkebunan kelapa sawit. 

Tantangan Saham Telekomunikasi
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Tantangan Saham Telekomunikasi

Tekanan di Bursa Efek Indonesia (BEI) turut membuat saham-saham telekomunikasi dan infrastruktur pendukungnya berguguran.

MSCI Berpotensi Downgrade Indonesia, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (16/10)
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:24 WIB

MSCI Berpotensi Downgrade Indonesia, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (16/10)

Penyedia layanan indeks global, MSCI yang mengumumkan dimulainya konsultasi untuk mengklasifikasikan ulang Indeks MSCI Indonesia.

Emiten Keluar HSC di Saat Pasar Penuh Tekanan, Apa Dampaknya ke Harga Saham?
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Emiten Keluar HSC di Saat Pasar Penuh Tekanan, Apa Dampaknya ke Harga Saham?

Cara paling cepat untuk mengurangi konsentrasi kepemilikan adalah dengan mengurangi kepemilikan pengendali secara langsung di pasar.

INDEKS BERITA

Terpopuler