TKDN dan Masa Depan Industri Manufaktur

Jumat, 03 Januari 2025 | 05:27 WIB
TKDN dan Masa Depan Industri Manufaktur
[ILUSTRASI. Foto udara suasana salah satu industri di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (19/12/2024). Staf Ahli Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Siliwanti menyatakan total kebutuhan investasi pada 2025-2029 sebesar Rp47.587,3 triliun dengan rata-rata per tahun sebesar Rp9.517,5 triliun yang bersumber dari tiga kelompok utama yaitu pemerintah, BUMN, dan swasta/masyarakat. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/aww.]
Fitri Yana; Ilham Bintang Pamungkas | Peneliti Core Indonesia; Internship Core Indonesia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia memiliki target ambisius untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029, sebagai bagian dari perjalanan menuju status negara maju di tahun 2045. Namun, realitas saat ini menunjukkan tantangan yang signifikan, dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi dalam dekade terakhir hanya mencapai 4,2%. Target yang tinggi ini memerlukan perhatian khusus pada sektor strategis yang menjadi penggerak utama perekonomian, terutama sektor manufaktur yang telah terbukti menjadi kunci bagi negara-negara dalam mencapai status ekonomi maju.

Salah satu faktor utama yang menghambat pertumbuhan adalah melemahnya sektor manufaktur. Dalam 10 tahun terakhir, kontribusi industri pengolahan terhadap produk domestik bruto (PDB) mengalami penurunan dari 21,08% pada 2014 menjadi 18,67% pada 2023. Kondisi ini kontras dengan Vietnam yang justru menunjukkan peningkatan kontribusi sektor manufakturnya dari 20,37% menjadi 23,88% di periode yang sama. Perbedaan ini menunjukkan adanya tantangan struktural yang perlu segera diatasi dalam pengembangan sektor manufaktur Indonesia.

Baca Juga: Penawaran Umum Saham IPO DGWG Dimulai 3 Januari 2025, Harganya di Rp 230 per Saham

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Pengangguran Menurun, Kualitas Pekerjaan Disorot
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:39 WIB

Pengangguran Menurun, Kualitas Pekerjaan Disorot

Masyarakat Indonesia cenderung tidak memiliki kemampuan finansial untuk menganggur dalam waktu lama setelah kehilangan pekerjaan.

Indonesia dan Singapura Saling Membutuhkan
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Indonesia dan Singapura Saling Membutuhkan

Dalam hubungan bilateral dan pergaulan di kawasan, Indonesia dan Singapura sebenarnya saling bergantung dalam beberapa hal

Asing Bottom Fishing di Saham CPIN: Sinyal Rebound atau Sekadar Jebakan Value Trap?
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Asing Bottom Fishing di Saham CPIN: Sinyal Rebound atau Sekadar Jebakan Value Trap?

Valuasi yang lebih murah belum tentu menjadi katalis positif jika realisasi kinerja tidak sesuai dengan ekspektasi pasar.

Rupiah Nyaris Tembus Rekor Terlemah, Ekonom Sebut BI Mulai Kehabisan Nafas
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Rupiah Nyaris Tembus Rekor Terlemah, Ekonom Sebut BI Mulai Kehabisan Nafas

Otot rupiah yang terus mengendur hingga nyaris menuju 18.200 per dolar AS terhantam sentimen domestik dan global sekaligus 

Rupiah Masih Akan Tertekan pada Kamis (29/10)
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Masih Akan Tertekan pada Kamis (29/10)

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (28/10).

Pemerintah Selektif, Penyerapan Lelang SUN Seret
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Pemerintah Selektif, Penyerapan Lelang SUN Seret

 Penyerapan Surat Utang Negara (SUN) melalui lelang pada akhir Oktober 2026 lesu. Tekanan tecermin dalam lelang SUN pada 27 Oktober 2026.

Pengangguran Turun
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:03 WIB

Pengangguran Turun

Kenaikan jumlah pekerja belum tentu berbanding lurus dengan terciptanya kesejahteraan secara stabil.

Divestasi Bisnis Menjadi Penopang Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Divestasi Bisnis Menjadi Penopang Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Kinerja PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terangkat divestasi dan volume penjualan di tengah tekanan biaya bahan baku

Biaya Dana Multifinance Makin Tertekan
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Biaya Dana Multifinance Makin Tertekan

Kondisi ini berpotensi mendongkrak kupon obligasi korporasi dan biaya pinjaman bank, sehingga perusahaan pembiayaan perlu lebih selektif.

Berancang-ancang Menyambut TKDN EV 60% di Tahun Depan
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Berancang-ancang Menyambut TKDN EV 60% di Tahun Depan

Peningkatan TKDN menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat industri kendaraan listrik nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,

INDEKS BERITA

Terpopuler