Transparansi Impor Daging Sapi

Sabtu, 28 Juni 2025 | 05:10 WIB
Transparansi Impor Daging Sapi
[ILUSTRASI. Proses pemerahan susu sapi di Jakarta, Kamis (14/11). Saat pasokan susu impor lebih banyak masuk ke pasar Indonesia, harga susu lokal seringkali turun. Hal ini membuat peternak lokal kesulitan untuk menjual susu mereka dengan harga yang wajar, bahkan dalam beberapa kasus susu mereka terbuang karena tidak ada pembeli. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/14/11/2024]
Biyan Shandy Paramayudha | Research Assistant Center for Indonesian Policy Studies (CIPS)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sistem impor pangan Indonesia cenderung proteksionis dan tersebut bisa dilihat dari penerapan berbagai hambatan non-tarif atau non-tariff measures (NTM) di dalam kebijakannya. Tidak terkecuali pada komoditas daging sapi, yang sebagian besar ketersediaannya dipenuhi melalui impor. Padahal sistem impor yang lebih transparan dapat menjadi solusi bagi industri dan konsumen. Keduanya akan diuntungkan dengan daging sapi berkualitas dan harga yang lebih terjangkau.

Presiden Prabowo Subianto telah memberikan sinyal penghapusan kuota impor komoditas daging sapi mengingat kaitannya dengan hajat hidup banyak orang. Hal ini juga sejalan dengan konsep ketersediaan dan keterjangkauan dalam ketahanan pangan. Daging sapi yang harganya relatif mahal, turut menjadi penyebab masih kurangnya konsumsi protein hewani. Tidak hanya itu, kebijakan kuota impor sekarang juga dinilai terlalu rumit dan membebani industri. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan perdagangan yang lebih terbuka demi menunjang ketersediaan dan keterjangkauan daging sapi serta ketahanan pangan di Indonesia.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Redemption Berlanjut, Unit Penyertaan Reksadana Anjlok 30 Miliar Dalam 5 Bulan
| Kamis, 10 September 2026 | 15:11 WIB

Redemption Berlanjut, Unit Penyertaan Reksadana Anjlok 30 Miliar Dalam 5 Bulan

Data OJK menunjukkan, total dana kelolaan reksadana pada Agustus 2026 mencapai Rp 656,90 triliun, naik tipis dibandingkan Juli 2026.​

Kepemilikan SRBI Tembus Rekor, Porsi Dana Asing Hampir 28% dari Outstanding
| Kamis, 10 September 2026 | 13:02 WIB

Kepemilikan SRBI Tembus Rekor, Porsi Dana Asing Hampir 28% dari Outstanding

Kepemilikan investor asing pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menembus Rp 294,66 triliun pada Agustus 2026

Jelang Rebalancing GDX dan GDXJ, AMMN Diprediksi Masuk, PSAB Keluar
| Kamis, 10 September 2026 | 12:00 WIB

Jelang Rebalancing GDX dan GDXJ, AMMN Diprediksi Masuk, PSAB Keluar

Jika benar masuk, analis memperkirakan AMMN akan mendapat bobot 1,03% di Global Junior Gold Miners Index (GDXJ)​.

Dividen Melesat, Ekspansi Terhambat
| Kamis, 10 September 2026 | 10:05 WIB

Dividen Melesat, Ekspansi Terhambat

Pembagian dividen BUMN yang terus meningkat berpotensi menggerus fleksibilitas keuangan perusahaan negara

ITMG Membidik Peluang di Sektor Mineral Strategis
| Kamis, 10 September 2026 | 10:02 WIB

ITMG Membidik Peluang di Sektor Mineral Strategis

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membuka peluang diversifikasi dengan memperluas portofolio ke mineral strategis.

Ketidakpastian Aturan Pajak dan Regulasi Mengganjal Laju EBT
| Kamis, 10 September 2026 | 09:12 WIB

Ketidakpastian Aturan Pajak dan Regulasi Mengganjal Laju EBT

Pemerintah mengkaji insentif baru pengganti tax holiday yang sudah habis tahun lalu, bagi pengembang energi bersih

Mayapada Hospital (SRAJ) Alokasikan Rp 1 Triliun untuk Ekspansi Layanan
| Kamis, 10 September 2026 | 09:08 WIB

Mayapada Hospital (SRAJ) Alokasikan Rp 1 Triliun untuk Ekspansi Layanan

PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) atau Mayapada Healthcare menyiapkan belanja modal (capex) sekitar Rp 1 triliun pada 2026. 

Harga Tembaga Rally Hingga Mencapai Rekor, AMMN Lebih Diuntungkan Dibanding MDKA?
| Kamis, 10 September 2026 | 09:02 WIB

Harga Tembaga Rally Hingga Mencapai Rekor, AMMN Lebih Diuntungkan Dibanding MDKA?

Potensi re-rating masih terbuka jika harga tembaga bertahan tinggi dan kemudian tercermin pada laba, cash flow, serta progres produksi.

Strategi WTON Mencari Margin Lebih Baik
| Kamis, 10 September 2026 | 09:02 WIB

Strategi WTON Mencari Margin Lebih Baik

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mulai mengubah strategi untuk memperbaiki profitabilitas di tengah tekanan industri konstruksi. ​

Wibowo Group Capital Gelar Tender Wajib Saham Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS)
| Kamis, 10 September 2026 | 08:57 WIB

Wibowo Group Capital Gelar Tender Wajib Saham Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS)

PT Wibowo Group Capital, pengendali baru PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) memulai proses penawaran tender wajib 

INDEKS BERITA

Terpopuler