Wakil Direktur Utama ARCI Rudy Suhendra: Mengelola Portofolio Secara Seimbang

Sabtu, 31 Juli 2021 | 07:00 WIB
Wakil Direktur Utama ARCI Rudy Suhendra: Mengelola Portofolio Secara Seimbang
[]
Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dunia investasi bukanlah hal yang asing bagi Rudy Suhendra. Pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) ini memulai investasi pertamanya pada 2009. Instrumen yang dia pilih kala itu adalah properti. 

Saat Rudy memulai berinvestasi, investasi properti memang sedang booming. Ia memilih tanah sebagai investasi pilihan pertamanya. Pria yang pernah menjabat sebagai sekretaris perusahaan PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) ini beralasan, harga tanah cenderung naik setiap tahun. "Tanah juga lebih mudah mengurusnya. Kalau misalkan rumah harus ada perawatan," kata dia.

Seiring waktu, isi keranjang investasi Rudy makin beragam. Saat ini, dia memiliki lima jenis instrumen investasi yang berbeda. Meski beragam, ia berupaya agar tetap menjaga porsi investasi di tiap instrumen seimbang, masing-masing 20% dari dana investasinya.

Baca Juga: Ingin Pangkas Utang Bank, Penambang Emas Ini Gelar IPO

Selain properti, kini Rudy juga berinvestasi di aset fixed income, seperti deposito atau obligasi negara (ORI). Instrumen ini dipilih karena memberikan imbal hasil pasti. Pria kelahiran Bandar Lampung ini juga memasukkan emas ke dalam keranjang investasinya. 

Emas menjadi sarana lindung nilai alami. Harga emas akan menyesuaikan pergerakan inflasi secara tidak langsung. Rudy memilih berinvestasi emas sejak bergabung di ARCI, 2016 silam. Kala itu, harga emas masih di US$ 1.200 per ons troi. Saat ini harga emas sudah bertengger di kisaran US$ 1.800 per ons troi. 

Daya tahan emas pun sudah teruji. Sejak awal pandemi tahun 2020 sampai saat ini, harga emas bertahan di level yang cukup kuat. Bahkan di awal pandemi, harga emas ini sempat reli.

Rudy juga berinvestasi di perusahaan rintisan atau start-up. "Ini saya lakukan bersama teman-teman. Kalau ada start-up yang valuasinya menarik dan butuh pendanaan, kami akan ikut investasi," ujar dia.

Ketertarikan dalam investasi emas dan perusahaan rintisan mendorong Rudy mencetuskan pendirian anak usaha ARCI yang bergerak di bidang logam mulia, yaitu PT Elang Mulia Abadi Sempurna. Perusahaan ini mengusung brand Lotus Archi. Produknya yang cukup dikenal yaitu emas Merah Putih.

Baca Juga: Ini rencana dan target bisnis tambang emas Archi Indonesia ke depan

Produk ini dirancang dengan menggunakan teknologi keamanan terkini, sehingga pembeli dapat memeriksa keaslian produk melalui aplikasi. Keunggulan tersebut memberikan pilihan baru bagi masyarakat dalam berinvestasi emas. 

Rudy juga berinvestasi di saham. Ia memulai investasi saham di 2012 silam. Awalnya, ia membeli saham karena ajakan teman. Ia punya cerita tidak menyenangkan saat investasi di saham. Rudy merugi gara-gara emiten yang sahamnya dibeli didepak dari keanggotaan bursa alias delisting. "Saya belum sempat mengambil dana yang diinvestasikan," cerita dia.

Belajar dari situ, Rudy kini memilih saham dengan fundamental solid. Ia sadar saham non bluechips memang menawarkan upside fantastis, tapi risiko tinggi.
Rudy berinvestasi saham untuk jangka panjang. Alasannya sulit memantau harga karena terbentur urusan kerjaan. "Investasi saham di tengah ketidakpastian tidak masalah, selama lihat momentum," terang pria kelahiran 1981 ini.

Rudy membagikan tips. investor yang ingin berinvestasi di saham wajib mempelajari fundamental emiten, seperti laporan keuangan dan prospek industri. Kelola emosi saat membeli saham dan patuhi target. Ke depan, Rudy membuka peluang melirik instrumen aset kripto berbasis emas yang dinilai lebih sustainable.          

Perbaiki AC Sendiri Saat Pandemi

Pandemi Covid-19 membuat Rudy Suhendra, Wakil Direktur Utama PT Archi Indonesia Tbk memiliki hobi baru memperbaiki perabot rumah tangga sendiri. Pria yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Meares Soputan Mining ini mengaku banyak belajar hal baru melalui Youtube dan Google, termasuk belajar cara memperbaiki perabot rumah tangga. 

Pria yang menjabat Wakil Direktur ARCI sejak Oktober 2019 ini menyatakan, pada masa pandemi ini sebisa mungkin melakukan aktivitas tanpa mengandalkan orang lain. Di sisi lain,  "Saya memang tertarik dan ingin belajar lebih mandiri," kata dia. 

Baca Juga: IPO Archi Indonesia tunggu pasar pulih  

Rudy mengaku, kini dia  bisa mereparasi sendiri air conditioner (AC) dan pompa air yang rusak berbekal pelajaran dari Youtube. Hal ini dia lakukan untuk menghindari banyaknya orang luar yang masuk ke kediamannya. "Saya belajar hal-hal yang sebenarnya bisa dilakukan dengan sendiri. Selama ini kita nyaman dengan bantuan orang lain," ungkap  Rudy yang sebelumnya memegang posisi sebagai Direktur Keuangan ARCI sejak November 2016. 

Rudy melakukan kegiatan sampingan itu di sela-sela kesibukannya di kantor. Maklum, ia memiliki seabrek jabatan. Sejak tahun lalu, ia memiliki jabatan sebagai komisaris di berbagai perusahaan seperti PT Meares Soputan Mining, PT Tambang Tondano Nusajaya, PT Karya Kreasi Mulia dan PT Jasa Pertambangan Perkasa. 

Rudy juga menjabat Komisaris Utama PT Geopersada Mulia Abadi sejak tahun 2020 dan Direktur Utama PT Elang Mulia Abadi Sempurna sejak tahun 2019.                   

Bagikan

Berita Terbaru

Reksadana Pasar Uang AS Cetak Rekor, Prospek di Indonesia Makin Dilirik
| Minggu, 08 Maret 2026 | 09:00 WIB

Reksadana Pasar Uang AS Cetak Rekor, Prospek di Indonesia Makin Dilirik

Investor AS berbondong-bondong masuk ke reksadana pasar uang yang membuat total aset instrumen ini cetak rekor US$ 8,271 triliun.​

Pemimpin Tertinggi Iran Wafat, Harga Emas Bergejolak, Saham Ini bisa Jadi Pilihan
| Minggu, 08 Maret 2026 | 08:35 WIB

Pemimpin Tertinggi Iran Wafat, Harga Emas Bergejolak, Saham Ini bisa Jadi Pilihan

Harga emas dunia dalam jangka pendek berpeluang menguji level tertinggi yang pernah dicapai sebelumnya, yakni di US$ 5.590 per ons troi.

Portofolio Direktur Allo Bank Ganda Raharja: Untung dari Diversifikasi Portofolio
| Minggu, 08 Maret 2026 | 04:30 WIB

Portofolio Direktur Allo Bank Ganda Raharja: Untung dari Diversifikasi Portofolio

Direktur Allo Bank Ganda Raharja buka-bukaan strategi investasinya. Ia berhasil alokasikan 30% dana di emas digital. Simak cara lengkapnya

Rupiah Melemah, Konflik Global & Rating Indonesia Ancam Ekonomi
| Minggu, 08 Maret 2026 | 04:00 WIB

Rupiah Melemah, Konflik Global & Rating Indonesia Ancam Ekonomi

Rupiah melemah ke Rp16.925/USD Jumat lalu. Konflik global dan rating Fitch jadi pemicu utama. Simak proyeksi dan dampaknya di sini.

Manis Cuan Bisnis Buah dari Timur Tengah
| Minggu, 08 Maret 2026 | 02:55 WIB

Manis Cuan Bisnis Buah dari Timur Tengah

Tingginya minat masyarakat terhadap kurma membuat bisnis buah khas Timur Tengah ini menjanjikan bagi pelaku usaha.

Banyak Dicari, Bisnis Emas Bank Syariah Kian Mendaki
| Minggu, 08 Maret 2026 | 02:50 WIB

Banyak Dicari, Bisnis Emas Bank Syariah Kian Mendaki

Sebagai aset save haven, pamor emas semakin berkilau di tengah panasnya konflik di Timur Tengah seperti saat ini. 

Ujian Diplomasi BoP
| Minggu, 08 Maret 2026 | 02:35 WIB

Ujian Diplomasi BoP

​Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga berpotensi memicu volatilitas harga energi dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi global. 

Rahasia Bisnis Xurya Menambang Cuan dari Cahaya
| Minggu, 08 Maret 2026 | 02:30 WIB

Rahasia Bisnis Xurya Menambang Cuan dari Cahaya

Meningkatnya kebutuhan energi bersih di sektor industri membuka peluang bisnis besar bagi PT Xurya Daya Indonesia (Xurya).

 
Rekomendasi Larangan Datang Saat Bisnisnya Tumbuh Mekar
| Minggu, 08 Maret 2026 | 02:20 WIB

Rekomendasi Larangan Datang Saat Bisnisnya Tumbuh Mekar

BNN merekomendasikan larangan total vape di Indonesia. Usulan itu mendapat pertentangan karena bisnisnya sudah kadung membesar.

Biaya Operasional Membengkak, Laba Cinema XXI (CNMA) Tergerus di Sepanjang 2025
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:56 WIB

Biaya Operasional Membengkak, Laba Cinema XXI (CNMA) Tergerus di Sepanjang 2025

Mayoritas pendapatan  PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) berasal dari penjualan tiket sebesar Rp 3,6 triliun. 

INDEKS BERITA

Terpopuler