Wall Street Dibayangi Kasus Corona Baru, S&P Naik Tipis, Dow Jones Turun
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kenaikan jumlah kasus virus corona masih mewarnai pergerakan bursa Wall Street. Kamis (18/6), ketiga indeks saham utama Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi.
Dow Jones Industrial Average masih turun 39,51 poin, atau 0,15%, menjadi 26.080,1, Sementara itu indeks S&P 500 berhasil naik tipis 1,85 poin, atau 0,06%, menjadi 3.115,34 dan Nasdaq Composite naik 32,52 poin, atau 0,33% menjadi 9.943,05.
Baca Juga: S&P 500, Dow dip on rising virus cases, elevated jobless claims
Pasar masih dibayangi kasus infeksi virus corona yang meningkat. Hal ini membuat pasar pesimis kalau ekonomi Paman Sam belum akan bangkit dengan cepat.
Kenaikan indeks S&P 500 didorong oleh empat sektor dari 11 sektor utama di indeks ini. Saham energi naik paling tinggi, sementara sektor real estat menjadi penghambat pergerakan indeks.
Wall Street cukup volatile sepanjang hari, meski S&P dan saham padat teknologi Nasdaq berhasil mengakhiri sesi di zona hijau. Mayoritas saham blue chip Dow Jones masih melemah.
Chuck Carlson, Chief Executive Officer Horizon Investment Service di Hammond, Indiana mengatakan, pasar mungkin tengah mencari dorongan besar berikutnya. "Ada banyak impuls di pasar bagi investor untuk menimbang, menyaring, dan memperhitungkan arah selanjutnya," ujarnya seperti dilansir Reuters.
Baca Juga: Wall Street turun akibat lonjakan infeksi corona, US Treasury diburu
Seperti diketahui, beberapa negara bagian AS telah melaporkan lonjakan kasus Covid-19 baru setelah perekonomian kembali dibuka. Presiden AS Donald Trump sendiri telah menegaskan kalau ia tidak akan memberlakukan pembatasan putaran kedua untuk menahan penyebaran pandemi.
Investor memang tengah wait and see. Ahli strategi pasar senior untuk Allianz Investment Management di Minneapolis mengatakan, investor melihat bahwa saat ini memang ekonomi tengah masuk ke fase pemulihan. Namun, peningkatan jumlah kasus corona bisa menjadi penghambat.
Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, klaim jumlah pengangguran seikit turun di pekan lalu menjadi 1,51 juta. Jumlah ini masih berada di bawah perkiraan konsensus.
Angka pengangguran yang masih tetap tinggi hingga 20,54 juta menunjukkan pemulihan ekonomi masih harus menempuh jalan panjang.
Saham yang naik dan turun
Sejumlah saham mencuri perhatian pasar. Saham ritel Kroger Co turun 3%. Sementara itu, saham Spotify Technology SA melonjak 12,7% setelah perusahaan musik streaming ini meneken kesepakatan dengan AT&T Inc Warner Brothers dan DC Entertainment untuk menambahkan podcast karakter DC Comics yang populer ke daftarnya.
Baca Juga: Bursa Asia memerah terseret lonjakan kasus virus corona baru di AS dan China
Lalu, saham operator pelayaran Carnival Corp turun 1,4% setelah melaporkan kerugian kuartalan senilai US$ 4,4 miliar akibat terdampak pandemi.
Saham Biogen Inc turun 7,5% setelah pengadilan distrik AS memutuskan mendukung pembuat obat generik Mylan NV dalam sengketa paten. Mylan NV naik 2,3%.
Kemudian, saham penyedia layanan industri Team Inc anjlok 16,9% setelah kehilangan estimasi pendapatan kuartalan di tengah penurunan permintaan.
Adapun volume perdagangan bursa Wall Street mencapai 10,16 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,90 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.
