Waspada, Rupiah Ikut Tertekan Sentimen Virus Corona

Selasa, 11 Februari 2020 | 06:29 WIB
Waspada, Rupiah Ikut Tertekan Sentimen Virus Corona
[ILUSTRASI. Aktivitas warga saat menukarkan uang di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (7/2/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot pada Jumat (7/2/2020) mengalami pelemahan. Rupiah ditutup pada l]
Reporter: Arvin Nugroho | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah merunduk di hadapan dollar Amerika Serikat (AS). Di pasar spot, Senin (10/2), kurs rupiah melemah 0,27% jadi Rp 13.712 per dollar AS.

Ekonom Pefindo Fikri C. Permana mengatakan, pelemahan rupiah awal pekan ini dipengaruhi faktor global, khususnya wabah virus corona. Per pukul 20.00 WIB, serangan virus korona telah menewaskan 910 orang korban jiwa di China.

Jumlah korban meninggal dunia tersebut mengalahkan jumlah korban 774 orang yang terkena epidemi severe acute respiratory syndrome (SARS) pada tahun 2003 silam.

"Kehati-hatian investor global terhadap prospek ekonomi semakin meningkat seiring dengan perkembangan jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona," kata Fikri, kemarin (10/2).

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menambahkan, penguatan dollar AS juga tak terlepas dari rilis data non-farm payroll AS akhir pekan lalu. Realisasi penyerapan tenaga kerja di AS lebih baik dari estimasi. "Sentimen dari dalam negeri tidak ada, lebih karena global," kata Faisyal.

Fikri memperkirakan, kurs rupiah bergerak stabil pada hari ini. Isu wabah virus corona masih menekan rupiah.

Untungnya, data domestik masih stabil. Moody's Investors Service kemarin menyematkan peringkat Baa2 dengan outlook stabil pada surat utang Indonesia.

Tapi Faisyal melihat kurs rupiah masih berpotensi kembali melemah. Menurut dia, sentimen negatif penyebaran virus corona masih bisa menekan mata uang garuda.

Proyeksi Faisyal, rupiah hari ini bergerak antara Rp 13.640-Rp 13.770 per dollar AS. Sementara Fikri menghitung, rupiah akan bergerak tipis di kisaran Rp 13.655-Rp 13.735 per dollar AS.

Bagikan

Berita Terbaru

Industri Semen Mulai Pulih, Begini Prospek Saham INTP dan SMGR di Semester II-2026
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Industri Semen Mulai Pulih, Begini Prospek Saham INTP dan SMGR di Semester II-2026

Perbaikan kinerja emiten semen berlangsung di tengah kondisi kelebihan pasokan yang masih menghantui.

Cari Tambahan Modal Baru, Emiten Siap Menggelar Rights Issue
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Cari Tambahan Modal Baru, Emiten Siap Menggelar Rights Issue

Saat ini ada beberapa emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berencana menggelar aksi korporasi rights issue.

Hari Kejepit di Awal Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (24/8)
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Hari Kejepit di Awal Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (24/8)

Investor tetap perlu memperhatikan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta perkembangan sentimen eksternal. 

Ada Pasar Bullion IBMA, Prospek Emiten Emas Cerah
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:27 WIB

Ada Pasar Bullion IBMA, Prospek Emiten Emas Cerah

Kehadiran IBMA bisa meningkatkan permintaan emas karena akses masyarakat dam institusi terhadap logam mulia ini semakin luas.

ESG Chandra Asri (TPIA): Peluang Energi Bersih dalam Manuver Diversifikasi
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:18 WIB

ESG Chandra Asri (TPIA): Peluang Energi Bersih dalam Manuver Diversifikasi

Transformasi PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) disertai dengan berbagai aksi korporasi si di tengah diversifikasi. 

Melepas Beban Saham Gocapan
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:17 WIB

Melepas Beban Saham Gocapan

Perubahan aturan harga minimal saham Rp 1 bisa jadi pintu keluar investor. Terutama bagi investor yang dananya nyangkut di saham-saham gocapan.

Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Tancap Gas Lewat Omnichannel
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:16 WIB

Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Tancap Gas Lewat Omnichannel

Strategi lain yang dilakukan ASLC adalah mendorong ekosistem transaksi mobil bekas dengan memperkuat penjualan omnichannel.

Saham INET Kembali Terbang, Sekadar Euforia atau Ada Perubahan Fundamental?
| Senin, 24 Agustus 2026 | 07:56 WIB

Saham INET Kembali Terbang, Sekadar Euforia atau Ada Perubahan Fundamental?

Di harga INET saat ini, investor juga membeli ekspektasi keberhasilan ekspansi FTTH, data center, submarine cable, dan infrastruktur digital. 

RAPBN 2027 dan Kepercayaan Wajib Pajak
| Senin, 24 Agustus 2026 | 07:05 WIB

RAPBN 2027 dan Kepercayaan Wajib Pajak

Kepatuhan pajak ditentukan oleh adanya kepercayaan serta kekuasaan dari otoritas perpajakan dalam menegakkan aturan.​

Tak Sekedar Hemat
| Senin, 24 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Tak Sekedar Hemat

Masyarakat kini mulai memperhatikan sarana dan prasarana dari motor listrik sebelum memutuskan beralih dari motor konvensional.

INDEKS BERITA

Terpopuler