Wijaya Karya (WIKA) Bakal Memanen Proyek Baru di 2022

Rabu, 16 Maret 2022 | 04:05 WIB
Wijaya Karya (WIKA) Bakal Memanen Proyek Baru di 2022
[]
Reporter: Aris Nurjani, Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membukukan kenaikan kinerja sepanjang tahun lalu. Sayangnya realisasi kinerja masih di bawah konsensus para analis.

Sepanjang tahun lalu, WIKA mencetak laba bersih sebesar Rp 117,66 miliar, turun 36,65% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Padahal pendapatan WIKA naik 7,7% menjadi Rp 17,8 triliun. 

Analis NH Korindo Sekuritas Anggaraksa Arismunandar dalam risetnya menuliskan pendapatan WIKA sepanjang tahun lalu seharusnya bisa mencapai Rp 18,96 triliun, dengan laba bersih Rp 327 miliar. Penurunan laba terjadi karena leverage WIKA masih cukup tinggi. Bahkan leverage cenderung naik menjadi 129,6%, dari 112,6% di kuartal II-2021 silam. 

Baca Juga: Proyek IKN Dimulai, Simak Rekomendasi Saham-Saham Emiten Konstruksi Berikut Ini

Sementara Joshua Michael Analis Mirae Aset Sekuritas menilai pendapatan WIKA sepanjang tahun lalu masih melebihi ekspektasi. Proyeksi dia, pendapatan WIKA mencapai Rp 16,74 triliun. 

Cuma, realisasi laba bersih WIKA masih lebih rendah dari proyeksi, yakni Rp 463 miliar. Joshua juga menyebut laba bersih emiten BUMN ini di bawah ekspektasi lantaran rasio utang meningkat, net gearing 130%. 

Abdul Azis Setyo Wibowo, Analis Kiwoom Sekuritas, menyebut, salah satu penghambat kinerja WIKA antara lain penundaan proyek dan sistem pembayaran yang dipakai. "Proyek yang ditunda bisa menjadi penghambat bagi emiten konstruksi dan membuat biaya pembangunan infrastruktur menjadi meningkat," kata dia, Selasa (15/3). 

Abdul menjelaskan, proyek WIKA biasanya menggunakan sistem turnkey. Jadi, pembayaran baru diterima ketika proyek selesai. Selain itu sejumlah proyek menggunakan sistem pembayaran per termin. Jadi pembayaran dilakukan bertahap sesuai kesepakatan. Kedua sistem ini membuat kas perusahaan menjadi terganggu jika terjadi keterlambatan pembayaran. 

Tapi realisasi kontrak baru WIKA sepanjang tahun lalu di atas ekspektasi Joshua, yakni Rp 26,8 triliun. Kontrak baru WIKA juga di atas realisasi pada 2020, sebesar Rp 23,4 triliun. "Mayoritas proyek berasal dari konstruksi smelter nikel di Kolaka Rp 7,4 triliun, proyek tol Cisumdawu seksi IV Rp 1,6 triliun, Bandara Doho di Kediri Rp 1,4 triliun, SPAM Jatiluhur Rp 987 miliar dan Pelabuhan Benoa Rp 448 miliar," papar Joshua. 

Baca Juga: Hingga Februari 2022, Wijaya Karya (WIKA) Catatkan Kontrak Baru Rp 6,1 Triliun

Dari jenis pemilik proyek, 61% adalah proyek milik swasta, 35% proyek milik pemerintah dan BUMN. Sisanya adalah lain-lain seperti proyek luar negeri dan investasi. 

Kontrak 2022

Analis menilai WIKA berpeluang kembali mengerek perolehan kontrak baru tahun ini. Target WIKA, kontrak baru tahun ini mencapai Rp 42,6 triliun. 75% ditargetkan berasal dari proyek pemerintah dan BUMN. "Kami secara konservatif memperkirakan kontrak baru WIKA tahun ini mencapai Rp 27 triliun-Rp 29,7 triliun," ujar Joshua. 

Hingga Februari 2022, WIKA telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp 6,1 triliun. Hasil ini jauh lebih tinggi dibandingkan perolehan kontrak baru WIKA pada periode yang sama, yakni Rp 2,67 triliun pada Februari 2021.

Realisasi kontrak baru WIKA tersebut mayoritas dari proyek infrastruktur dan gedung, yaitu sekitar 62%. Lalu sekitar 3% dari proyek realty dan properti, 17% dari industri, serta 18% dari energi dan industrial plant. 

Baca Juga: Emiten Konstruksi Ramai-Ramai Mengerek Target Kontrak Baru Tahun Ini

Salah satu proyek besar yang diraih WIKA tahun ini adalah proyek kerjasama desain dan konstruksi tiga proyek pembangunan dengan anak usaha PT Bintaro Serpong Damai dan Margautama Nusantara (MUN). Nilainya sebesar Rp 4,07 triliun. Joshua mengatakan, pembuatan jalan tol paling ditunggu di sektor ini, selain investasi di bandara dan pelabuhan. 

Ke depan, pembangunan ibukota baru di Kalimantan Timur juga bakal menjadi katalis positif. "Ini nampak dari komitmen pemerintah melanjutkan pembangunan ibukota baru di Kalimantan Timur," ujar Joshua. Pada tahun ini, suntikan modal lewat penyertaan modal negara (PMN) ke beberapa BUMN masih ada dan bisa mendorong pertumbuhan kontrak baru. 

Selain itu, Otoritas Penanaman Modal Indonesia telah mengamankan modal awal Rp 75 triliun dalam bentuk tunai dan pengalihan saham. "Indonesian Investment Authority telah memperoleh komitmen investasi US$ 10 miliar dari UEA," ujar Joshua. 

Abdul menambahkan, pulihnya sektor properti juga bisa menjadi pendorong kinerja WIKA. Hitungan dia, tahun ini pendapatan WIKA naik 32% jadi Rp 23,4 triliun dan laba bersih Rp 1,2 triliun. 

Kalau Joshua memproyeksikan pendapatan dan laba bersih WIKA pada tahun ini masing-masing menjadi 
Rp 20,02 triliun dan Rp 543 miliar. Ia merekomendasikan buy saham WIKA dengan target harga Rp 1.400. 

Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Raih Kontrak Baru Rp 476,14 Miliar hingga Januari

Abdul menyarankan hold dengan support dan resistance di Rp 920-Rp 1.150. Anggaraksa merekomendasikan buy dengan target Rp 1.280.    

Bagikan

Berita Terbaru

Bunga Masih Tinggi, Ambil KPR Sekarang atau Nanti?
| Rabu, 22 Juli 2026 | 13:18 WIB

Bunga Masih Tinggi, Ambil KPR Sekarang atau Nanti?

Saat tren bunga tinggi, apakah saat yang tepat untuk mengambil KPR? Simak saran dari perencana keuangan.

Jerat Inflasi Biaya Pendidikan, Antara Daya Beli & Hak Konstitusi
| Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00 WIB

Jerat Inflasi Biaya Pendidikan, Antara Daya Beli & Hak Konstitusi

Saat ini revisi UU Sisdiknas belum mengatur mengenai putusan MK yang mewajibkan pemerintah menggratiskan biaya pendidikan dasar.

Mengintip Risiko Dari Euforia Rebound TPIA yang Diiringi Aksi Beli Investor Asing
| Rabu, 22 Juli 2026 | 09:08 WIB

Mengintip Risiko Dari Euforia Rebound TPIA yang Diiringi Aksi Beli Investor Asing

Di tengah optimisme terhadap proyek CA-EDC, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada strategi pendanaan yang dipilih TPIA.

Saham DSSA Melejit 15,34% Sehari, Mendingan Pilih Jual atau Masih bisa Ikutan Beli?
| Rabu, 22 Juli 2026 | 08:32 WIB

Saham DSSA Melejit 15,34% Sehari, Mendingan Pilih Jual atau Masih bisa Ikutan Beli?

Kenaikan harga saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga dipicu sentimen pasar dan aksi bargain hunting.

Reli Serentak, Nasib Berbeda: Membedah Katalis di Balik Lonjakan Saham Grup Bakrie
| Rabu, 22 Juli 2026 | 08:30 WIB

Reli Serentak, Nasib Berbeda: Membedah Katalis di Balik Lonjakan Saham Grup Bakrie

Analis menilai penguatan serentak kelima saham Grup Bakrie tak lepas dari sentimen risk-on yang sedang menyelimuti pasar secara keseluruhan.

Perluas Akses Masyarakat Membeli Logam Mulia, ANTM Menggandeng Bank Muamalat
| Rabu, 22 Juli 2026 | 08:27 WIB

Perluas Akses Masyarakat Membeli Logam Mulia, ANTM Menggandeng Bank Muamalat

Kerja sama ini memperluas distribusi, memperkuat rantai pasok emas  dan meningkatkan akses terhadap emas melalui pembiayaan syariah. 

Ada Pengendali Baru dan Transformasi Bisnis, Saham PKPK Masih Akan Melanjutkan Rally?
| Rabu, 22 Juli 2026 | 08:08 WIB

Ada Pengendali Baru dan Transformasi Bisnis, Saham PKPK Masih Akan Melanjutkan Rally?

Rally saham  PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) yang telah berlangsung selama berbulan-bulan membuka peluang terjadinya profit taking.

Setelah Reli Panjang, Waspada Potensi Profit Taking, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 22 Juli 2026 | 07:58 WIB

Setelah Reli Panjang, Waspada Potensi Profit Taking, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Setelah reli yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir, investor juga perlu mewaspadai potensi profit taking jangka pendek.

Kopi Kenangan Memacu Ekspansi Gerai di Semester II
| Rabu, 22 Juli 2026 | 07:19 WIB

Kopi Kenangan Memacu Ekspansi Gerai di Semester II

Perusahaan tetap berfokus merealisasikan target ekspansi yang telah ditetapkan sejak awal tahun, yakni menambah 300–400 gerai baru sepanjang 2026.

Menanti BI Rate, IHSG Rabu (22/7) Masih Punya Ruang Menguat
| Rabu, 22 Juli 2026 | 07:14 WIB

Menanti BI Rate, IHSG Rabu (22/7) Masih Punya Ruang Menguat

IHSG Rabu (22/7) masih berpeluang menguat, dengan level support 6.240-6.250 dan resistance di 6.390-6.400.​

INDEKS BERITA