WIR Asia (WIRG) Bakal Mengeruk Laba dari Dunia Virtual

Sabtu, 28 Mei 2022 | 04:25 WIB
WIR Asia (WIRG) Bakal Mengeruk Laba dari Dunia Virtual
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan teknologi PT WIR Asia Tbk (WIRG) akan fokus pada pengembangan platform metaverse di Indonesia. Rencana ini diharapkan bisa meningkatkan kinerja ke depan. 

WIRG mulai berbisnis pada 2009 di bidang penyediaan jasa teknologi berbasis augmented reality (AR). Teknologi ini menggabungkan teknologi virtual reality (VR), artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), dan teknologi pendukung lainnya. 

WIRG telah menyelesaikan lebih dari 1.000 proyek, yang meliputi proyek pengembangan aplikasi AR dan VR serta proyek branding. WIRG mengerjakan proyek segmen korporasi dari beragam sektor industri yang ada di lebih dari 20 negara.

Baca Juga: Kembangakan Potensi Metaverse, WIR Asia (WIRG) Dirikan Usaha Patungan Baru

Chief Sales & Marketing Officer WIR Group Gupta Sitorus mengatakan, Indonesia merupakan pasar yang besar. Semua sektor industri juga memiliki potensi pengembangan metaverse. 

Bagi Gupta, industri yang akan cepat beradaptasi dan masuk ke metaverse adalah industri yang telah mulai mengadopsi serta mengimplementasikan teknologi digital dalam layanannya. 

Fokus bisnis

WIRG juga beranggapan jika layanan metaverse memiliki prospek yang menarik. "Pertumbuhan industri AR yang terus berkembang akan memberikan ruang besar bagi kami untuk bertumbuh," papar Gupta, kemarin. 

Ke depan, WIRG akan menjalin lebih banyak mitra strategis dari berbagai korporasi. WIR Group saat ini telah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan, di antaranya PT Jaklingko Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Mandiri dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. 

Agar lebih fokus mengembangkan bisnis metaverse, WIRG membentuk perusahaan patungan. Perusahaan tersebut bernama PT Metaverse Indonesia Makmur. Gupta berharap pembentukan perusahaan patungan ini akan mendorong kemajuan platform metaverse di Indonesia. 

Untuk memuluskan ekspansi di bidang metaverse ini, WIRG antara lain menggunakan dana dari hasil penawaran umum perdana. Emiten yang tercatat di BEI pada 4 Mei ini meraup dana Rp 431,89 miliar dari proses initial public offering (IPO). 

Baca Juga: WIR Asia (WIRG) Agendakan Ekspansi Bisnis ke Filipina (UPDATE)*

Seluruh dana IPO WIRG akan digunakan untuk belanja modal, modal kerja, serta pengembangan usaha WIRG dan anak usaha. Salah satu yang dilakukan adalah mengembangkan teknologi berbasis AR, VR, dan AI. 

Selain fokus pada pengembangan teknologi berbasis AR, VR dan AI, WIRG juga akan menyelesaikan proyek yang sudah berjalan dengan berbagai partner bisnis dari berbagai sektor, seperti perbankan, ritel, properti, edukasi, kesehatan dan lainnya.

Tahun ini, WIRG juga fokus mengembangkan platform metaverse yang akan ditampilkan saat perhelatan Presidensi G-20 Indonesia 2022 di Bali pada November nanti. WIRG berharap layanan ini bisa dinikmati seluruh dunia. 

Gupta meyakini secara jangka panjang kinerja WIRG akan meningkat. "Dalam jangka panjang tentu saja hal ini akan diikuti dengan potensi besar dan akan berdampak pada setiap lini, juga pada perputaran ekonomi digital di masa depan," ujar dia. Hingga Juli 2021, WIRG meraih pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar Rp 348,06 miliar dan Rp 16,39 miliar. 

Baca Juga: Top Gainers Sepekan, Saham WIR Group (WIRG) Melesat 101,82%

Saat ini, WIRG memiliki beberapa unit bisnis yang produknya dapat dimanfaatkan oleh pelanggan. "Seperti DAV yang merupakan solusi media interaktif di dalam ruang yang dikombinasikan dengan teknologi augmented reality," kata Gupta. 

Menurut Gupta, sudah ribuan minimarket menggunakan DAV versi 1.0. Kini DAV versi 2.0 telah ditempatkan di minimarket, hotel, bandara, apotek dan lainnya. Selain layanan interaksi media, DAV juga berfungsi memberikan pelayanan efektif dan efisien.

WIRG juga memiliki Mindstore, layanan komersial yang memungkinkan sebuah merek membuka cabang secara virtual. "Kami juga memiliki solusi teknologi augmented reality untuk brands," ujar Gupta. 

WIRG juga memiliki bisnis di bidang periklanan, portal web dan platform digital. Bisnis-bisnis tersebut dijalankan melalui berbagai anak usaha yang dimiliki. 

Harga WIRG Terus Meroket

Pergerakan saham PT WIR Asia Tbk sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 April 2022 terus meroket. Sejak listing hingga Jumat (27/5), saham WIRG telah naik 402,98% di Rp 845 dari harga perdana saat melantai di Rp 168 per saham.

Tapi sejatinya, harga saham WIRG sempat berada di level tertinggi di Rp 1.365 per saham pada 19 April 2022. Kepemilikan saham WIRG saat ini lebih banyak dimiliki oleh masyarakat dengan porsi kurang dari 5%, yaitu 48,64%. 

Baca Juga: WIR Asia Tetapkan Harga IPO di Rp 168 per Saham

Di jajaran pemegang saham pengendali ada PT Laut Biru Teknologi yang menguasai 28,25%, PT WIR Global Kreatif yang memiliki 17,62% dan Angga Yudhitama Putra dengan porsi 5,49%. Ada juga beberapa pemilik saham WIRG dengan porsi kurang dari 5%, seperti PT Star Pacific Tbk, Agus Lasmono, Azis Armand, Pieter Tanuri, Mohammad Arsjad Rasjid Prabu dan beberapa nama lainnya.  

Bagikan

Berita Terbaru

Daftar Emiten Buyback Saham Usai Efek MSCI, Sekadar Obat Kuat Hadapi Tekanan Asing
| Minggu, 01 Februari 2026 | 10:35 WIB

Daftar Emiten Buyback Saham Usai Efek MSCI, Sekadar Obat Kuat Hadapi Tekanan Asing

Dalam banyak kasus, amunisi buyback emiten sering kali tak cukup besar untuk menyerap tekanan jual saat volume transaksi sedang tinggi-tingginya.

Pola di Saham NCKL Mirip Saham BUMI, Perlukah Investor Ritel Merasa Khawatir?
| Minggu, 01 Februari 2026 | 08:35 WIB

Pola di Saham NCKL Mirip Saham BUMI, Perlukah Investor Ritel Merasa Khawatir?

Periode distribusi yang dilakoni Glencore berlangsung bersamaan dengan rebound harga saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Transparansi Pemilik di Bawah 5%, Kunci Kotak Pandora Dugaan Manipulasi Harga Saham
| Minggu, 01 Februari 2026 | 08:26 WIB

Transparansi Pemilik di Bawah 5%, Kunci Kotak Pandora Dugaan Manipulasi Harga Saham

Transparansi pemegang saham di bawah 5%, titik krusial permasalahan di pasar modal. Kunci kotak pandora yang menjadi perhatian MSCI. 

Strategi Investasi Fajrin Hermansyah, Direktur Sucorinvest Asset Management
| Minggu, 01 Februari 2026 | 07:13 WIB

Strategi Investasi Fajrin Hermansyah, Direktur Sucorinvest Asset Management

Investasi bukan soal siapa tercepat, karena harus ada momentumnya. Jika waktunya dirasa kurang tepat, investor harusnya tak masuk di instrumen itu

Spin-off Unit Syariah Bukan Sekadar Kepatuhan, Struktur Modal BNGA Bakal Lebih Solid
| Minggu, 01 Februari 2026 | 06:58 WIB

Spin-off Unit Syariah Bukan Sekadar Kepatuhan, Struktur Modal BNGA Bakal Lebih Solid

Pemulihan ROE BNGA ke kisaran 12,8% - 13,4% pada 2026–2027 bersifat struktural, bukan semata siklikal.

Diskon Transportasi Belum Cukup Buat Sokong Ekonomi
| Minggu, 01 Februari 2026 | 06:49 WIB

Diskon Transportasi Belum Cukup Buat Sokong Ekonomi

Pemerintah mengusulkan diskon tiket pesawat lebih tinggi dari periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun lalu yang berada di kisaran 13%-16%.

Incar Pertumbuhan, Medco Energi (MEDC) Genjot Produksi Migas dan Listrik
| Minggu, 01 Februari 2026 | 06:39 WIB

Incar Pertumbuhan, Medco Energi (MEDC) Genjot Produksi Migas dan Listrik

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memasang target kinerja operasional ambisius pada 2026, baik di segmen migas maupun listrik.​

Surplus Neraca Dagang Bakal Menyusut
| Minggu, 01 Februari 2026 | 06:36 WIB

Surplus Neraca Dagang Bakal Menyusut

Kinerja impor bakal tumbuh lebih cepat seiring kebijakan pemerintah yang pro-pertumbuhan dan meningkatkan kebutuhan barang modal serta bahan baku.

Masih Ada Peluang Cuan di Saham Lapis Kedua
| Minggu, 01 Februari 2026 | 06:32 WIB

Masih Ada Peluang Cuan di Saham Lapis Kedua

Menakar prospek saham-saham lapis kedua penghuni indeks SMC Composite di tengah gonjang-ganjing di pasar saham Indonesia.​

BPJS Ketenagakerjaan berencana kerek investasi saham
| Minggu, 01 Februari 2026 | 06:20 WIB

BPJS Ketenagakerjaan berencana kerek investasi saham

Menurut Direktur BPJS Ketenagakerjaan Edwin Ridwan, pihaknya memang sudah punya rencana untuk meningkatkan alokasi investasi di instrumen saham.

INDEKS BERITA

Terpopuler