Ekspansi Pembiayaan Lancar, Laba Perbankan Syariah Moncer
Laba perbankan syariah menguat di awal 2026, ditopang ekspansi pembiayaan dan pertumbuhan dana murah
Gesekan Kartu Kredit Perbankan Masih Kencang
Bisnis kartu kredit perbankan tetap tumbuh di awal 2026, ditopang daya beli, transaksi digital, dan agresifnya promo perbankan.
Biaya Dana Bank Akan Sulit Berlanjut Turun
Penurunan biaya dana perbankan mulai tertahan di tengah tekanan likuiditas dan ketatnya persaingan dana
Daya Saing Reasuransi Perlu Dibenahi
Premi reasuransi yang terbang ke reasuradur asing naik dari Rp 15,56 triliun di 2021, menjadi Rp 22,27 triliun di tahun lalu.
Multifinance Perketat Seleksi Pembiayaan Produktif
Bahwa kredit produktif oleh perusahaan pembiayaan, terutama ke pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menawarkan pertumbuhan
Kontraksi KKB Bank Semakin Dalam
KKB perbankan makin tertekan, dengan kontraksi yang kian dalam di awal 2026 seiring lesunya pasar otomotif dan tekanan rupiah.
Pendapatan Recovery Sejumlah Bank Menyusut di Kuartal I
Pendapatan recovery sejumlah bank besar menyusut pada kuartal I-2026, menandai normalisasi pemulihan kredit pascapandemi yang mulai mereda
Aksi Korporasi Perbankan Semakin Semarak
Aksi korporasi perbankan kian panas tahun ini, ditandai gelombang merger dan akuisisi yang berpotensi mengubah peta kekuatan bank nasional
Risiko Kredit Tinggi Masih Bayangi Fintech
TWP90 fintech lending terparkir di level 4,52% di akhir kuartal I-2026, alias melonjak dari Maret 2025 yang sebesar 2,77%.
Regulator Susun Metode Perhitungan Solvabilitas Baru
RBC yang berlaku saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kecukupan modal dalam mengantisipasi risiko secara komprehensif.
Bank Pasang Spread Lebar Tarif Jual Beli Dolar
Bank memperlebar spread kurs dolar di tengah volatilitas rupiah sebagai langkah meredam risiko pasar dan menjaga likuiditas valas.
Berkat Fokus di Segmen Ritel, Bank Mampu Mempertahankan NIM Tinggi
Fokus pada segmen ritel dan UMKM menjaga margin bunga bank tetap tinggi di tengah tekanan profitabilitas industri.
Peta Pangsa Aset Perbankan Bakal Berubah
Peta persaingan aset perbankan berpotensi berubah seiring akuisisi bisnis wealth management HSBC oleh OCBC yang akan mendongkrak skala aset
Tekanan Likuditas Mulai Membayangi Perbankan
Tekanan likuiditas berpotensi meningkat pada semester II, mendorong bank memperkuat dana murah sejak awal tahun.
Pertumbuhan Multifinance Belum Solid
Kondisi ekonomi yang masih tak menentu, membuat industri multifinance maupun konsumen memilih untuk menahan diri.
Pasar Asuransi Digital Makin Selektif Memilih Produk
Kemudahan yang ditawarkan pemasaran asuransi secara digital juga diikuti semakin besarnya tuntutan dari pasar yang terus bergerak cepat.
Hobi Jalan Terus, Keuangan Jangan Tergerus
Menjalankan hobi bisa membuat seseorang sehat secara fisik dan mental. Simak cara keuangan tetap sehat, meski hobi jalan terus.
Jurus Otoritas Agar Rupiah Tidak Amblas
Rupiah tertekan, permintaan dolar naik, dan Bank Indonesia mulai memperketat aturan untuk meredam spekulasi.
Lagi, Petinggi Fintech Terjerat Dugaan Fraud
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Khusus Jakarta menahan tiga petinggi fintech lending KoinP2P atas dugaan korupsi.
DPK Bank Tumbuh Kencang Ditopang Dana Murah
Data BI dan OJK tunjukkan DPK bank melonjak 13,55% YoY per Maret 2026. Dana murah jadi kunci.
Banyak Tekanan, Penjaminan Berjuang Kerek Modal
Di akhir 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mensyaratkan ekuitas minimum bagi perusahaan penjaminan sesuai ruang lingkup bisnisnya.
Kredit UMKM Sulit Capai Target Regulator
Kredit UMKM masih seret tumbuh, jauh dari target regulator 7%–9%, di tengah NPL yang masih tinggi di level 4,6% dan tekanan daya beli
Bisnis Paylater Bank Tetap Mekar
Bisnis paylater perbankan terus mencatat pertumbuhan solid, namun di balik lonjakan ini tersimpan potensi risiko kredit yang perlu diwaspadai
Risiko Rupiah Loyo Mengintai Perbankan
Rupiah yang terus melemah mulai memicu kekhawatiran di sektor perbankan, dari risiko kredit hingga tekanan likuiditas
Bisnis Fintech Masih Kebal Isu Miring
Outstanding pinjaman daring masih naik 26,25% secara tahunan menjadi Rp 101,03 triliun di kuartal I-2026.

