Babak Baru Bisnis Asuransi Kesehatan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis aturan baru soal asuransi kesehatan lewat Peraturan OJK (POJK) Nomor 36/2025.
Bunga Turun, Biaya Dana Masih Mahal
Secara historis dibutuhkan waktu sekitar 6 hingga 12 bulan agar penurunan suku bunga acuan benar-benar tercermin pada suku bunga perbankan.
Likuiditas Ketat Masih Menekan Bank Kecil
Likuiditas KBMI 1 dan KBMI 2 terus susut seiring dengan kredit yang tumbuh perlahan.
Perusahaan Gadai Berburu Juru Taksir
Pelaku industri gadai terus berupaya mengimbangi tingginya peningkatan kebutuhan tenaga penaksir di lapangan
Kredit Masih Sepi, Bank Pilih Menahan Diri Menerbitkan Obligasi
Membeli obligasi perbankan di awal 2026 terasa sulit. Likuiditas yang terlalu longgar membuat bank menahan diri.
Tanpa Insentif, Kredit Mobil Listrik Terancam Tersendat
Tanpa insentif, pertumbuhan pembiayaan mobil listrik diprediksi sulit untuk bisa menyamai tahun-tahun sebelumnya.
Lampu Kuning Kualitas Kredit Fintech Lending
OJK mencatat tingkat wanprestasi di atas 90 hari alias TWP90 di industri fintech lending menembus 4,33% pada November 2025.
Industri Sekuritas Yakin Transaksi Saham Tahun Ini Makin Tebal
Rata-rata nilai transaksi harian saham ikut melompat 40,6% hingga mencapai Rp 18,06 triliun pada tahun 2025.
Jumlah Kantor Bank Semakin Menyusut
Gelombang digitalisasi kian menggerus jejak fisik perbankan. Dalam setahun terakhir, ratusan kantor bank di Indonesia ditutup
Pemulihan Daya Beli Masih Rapuh
Belanja masyarakat mulai bergairah, tetapi tabungan justru kian menipis. Di balik naiknya konsumsi, ketahanan finansial rumah tangga masih rapuh.
Pertumbuhan Simpanan Perorangan Masih Mini
Daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, tercermin dari rata-rata saldo tabungan per rekening di bank yang susut meski jumlah nasabah naik
Saham Bank Kecil Melaju, Sementara Bank Besar Masih Tertahan
Memulai 2026, saham bank besar lesu, sementara bank kecil melesat, INPC naik 70% dan BCIC meningkat 18%, menyalip performa BMRI dan BBNI
Purat Otak Demi Menjaga Bisnis Asuransi Kendaraan Tetap Menderu
Menghadapi tahun yang masih menantang, perusahaan asuransi umum memutar otak agar premi asuransi kendaraan tak semakin tergerus.
Semakin Adaptif Hadapi Tantangan, Laba Modal Ventura Kian Tebal
Tech winter dan likuiditas global masih membayangi. Modal ventura kini hanya incar startup dengan fundamental kuat dan berkelanjutan.
Menimbang Investasi Valas dalam Portofolio Pribadi
Ada banyak jenis investasi valas yang bisa jadi pilihan. Simak untuk apa tujuan investasi valas serta menentukan mata uang yang tepat.
Strategi SMBC Indonesia Mendorong Transisi Ekonomi Hijau Melalui Pembiayaan
Perbankan tak hanya penopang modal usaha, juga penentu praktik bisnis yang berkelanjutan. Apa saja yang dilakukan perbankan untuk keberlanjutan?
Digitalisasi Pergadaian Menguat, Cabang Fisik Tetap Jadi Andalan
Digitalisasi layanan gadai mulai berkembang, meski transaksi berbasis cabang masih menjadi tulang punggung industri pergadaian.
Asuransi Beralih Haluan, Endowment Kian Dilirik
Produk endowment yang menggabungkan proteksi dan manfaat pasti di akhir masa pertanggungan.
Kejar Proyek, Konstruksi Ikut Terkerek
Kebangkitan kredit konstruksi hanya faktor musiman.  
Multifinance Pilih Diversifikasi Pembiayaan
Hingga November 2025, pembiayaan mobil baru Adira tercatat Rp 6,7 triliun atau sekitar 18% dari total portofolio.
Kredit Menganggur Masih Tetap Tumbuh Subur
Bank Indonesia mencatat, posisi undisbursed loan per November mencapai Rp 2.509,4 triliun.
Rasio Klaim Asuransi Kredit Masih Enggan Turun
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga Oktober 2025 rasio klaim asuransi kredit terpakir di level 85,5%.
Biaya Provisi Naik, Sinyal Risiko Pemburukan Kualitas Kredit Belum Reda
Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat beban pencadangan mencapai Rp 37,8 triliun di 11 bulan 2025, naik 6,52% secara tahunan.
Bank Main Aman di Wilayah SRBI
Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, kepemilikan bank di SRBI per November 2025 menembus Rp 618 triliun
Securities Crowdfunding Pilih UMKM Sektor Defensif
iklim bisnis UMKM masih akan cukup menantang, sehingga penyelenggara securities crowdfunding akan lebih selektif dalam memilah penerbit efek.

