Gratis Waran, Bangun Karya Perkasa (KRYA) Tawarkan Saham IPO di Rp 120-130 per Saham

Kamis, 30 Juni 2022 | 14:01 WIB
Gratis Waran, Bangun Karya Perkasa (KRYA) Tawarkan Saham IPO di Rp 120-130 per Saham
[ILUSTRASI. Pekerja konstruksi di proyek pembangunan jembatan penyeberangan orang di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (12/11/2021). PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk, perusahaan konstruksi tengah memproses IPO dan menawarkan 325 juta saham. KONTAN/Fransiskus Simbolon]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan konstruksi PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) tengah bersiap menggelar initial public offering (IPO). Calon emiten yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur itu bakal melepas saham perdana dengan harga di kisaran Rp 120 hingga Rp 130 per saham. 

Jumlah saham KRYA yang akan dilepas via IPO sebanyak-banyaknya 325 juta saham, atau sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah IPO. Nilai nominalnya sendiri Rp 25 per saham. 

Dus, dari hajatan IPO, Bangun Karya Perkasa Jaya berpotensi meraup dana investor antara Rp 39 miliar hingga Rp 42,25 miliar.

Oh ya, Bangun Karya Perkasa Jaya bakal mengalokasikan sebanyak-banyaknya 1.625.000 saham untuk program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation/ESA).

Untuk menarik minat calon investor, manajemen KRYA memberikan iming-iming berupa gratis Waran Seri I total sebanyak 162,5 juta saham. Ini setara 12,50% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran IPO disampaikan. 

Nantinya, setiap pemegang dua saham IPO KRYA berhak memperoleh satu Waran Seri I. Namun, dalam prospektus awal yang telah dirilis perseroan, belum ada informasi berapa harga konversi waran tersebut.

Yang jelas, dana yang diperoleh dari konversi Waran Seri I menjadi saham KRYA, akan dipakai untuk modal kerja. Antara lain untuk biaya penyediaan bahan baku material, biaya pembelian perlengkapan kerja dan biaya perawatan mesin beserta perangkat pendukungnya.

Baca Juga: Produsen Laptop Axioo Mau IPO, Begini Perbandingan Kinerja dan Valuasi AXIO dan ZYRX

Sementara dana yang diperoleh dari IPO akan dipakai untuk dua keperluan. Pertama, sama seperti peruntukan dana yang diperoleh dari konversi waran, sekitar 54,10% untuk biaya penyediaan bahan baku material, biaya pembelian perlengkapan kerja dan biaya perawatan mesin beserta perangkat pendukungnya.

Kedua, sekitar 45,90% untuk pembangunan gudang milik anak usaha KRYA, yakni PT Karya Asmon Solusi. Rencananya, Bangun Karya Perkasa Jaya akan membangun 23 unit gudang dengan total luas tanah 6.610 m2. Lokasinya di Jl. Kyai H. Syafi’i No.90, Desa Sukumulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. 

KRYA akan menerima pembayaran dari PT Karya Asmon Solusi dengan sistem turn key. Artinya, perseroan bakal menerima pembayaran setelah unit-unit gudang siap beroperasi dan diserah terimakan kepada PT Karya Asmon Solusi. 

Kompleks pergudangan yang terintegrasi digital ini dipersiapkan untuk menyambut peluang dari perkembangan industri digital dan penjualan online.

Saat ini PT Karya Asmon Solusi yang baru berdiri 9 Juni 2022 belum beroperasi. Sebanyak 51% saham perusahaan properti itu dimiliki oleh PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk. Sedangkan 49% lagi dikempit oleh Sik Kie Nguang.

Lantaran bisnis real estat PT Karya Asmon Solusi, yang merupakan satu-satunya anak usaha KRYA belum beroperasi, walhasil pendapatan Bangun Karya Perkasa Jaya seluruhnya berasal dari bisnis konstruksi.

Per 31 Maret 2022, KRYA berhasil mengumpulkan pendapatan sekitar Rp 37,57 miliar. Pertumbuhannya mencapai 104,85% dibanding periode sama tahun lalu yang cuma Rp 18,34 miliar (year on year/yoy).

Seiring dengan itu, laba kotor perseroan juga melejit 122,16% (yoy) menjadi Rp 8,09 miliar. Sementara laba usaha meningkat 380,89% menjadi sekitar Rp 4,98 miliar.

Yang paling signifikan adalah kenaikan laba bersih yang mencapai 5.691,77% (yoy), dari Rp 61,12 juta di kuartal I-2021 menjadi Rp 3,54 miliar di kuartal I-2022.

Baca Juga: Saham Multifinance Kurang Likuid, Tapi Berpeluang Mengail Cuan

Dalam IPO, KRYA dibantu oleh Indo Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.

Berikut ini jadwal sementara IPO PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA):

  • Masa penawaran awal: 30 Juni-6 Juli 2022.
  • Perkiraan tanggal efektif: 15 Juli 2023.
  • Masa penawaran umum perdana saham: 19-21 Juli 2022.
  • Penjatahan saham: 21 Juli 2022.
  • Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia: 25 Juli 2022.

Bagikan

Berita Terbaru

Volatilitas Bitcoin Turun Terhadap Emas, Mampu Jadi Aset Lindung Nilai?
| Rabu, 11 Februari 2026 | 14:00 WIB

Volatilitas Bitcoin Turun Terhadap Emas, Mampu Jadi Aset Lindung Nilai?

JPMorgan menyatakan bahwa bitcoin kini terlihat lebih menarik dibanding emas, jika dilihat dari sisi volatilitas yang disesuaikan dengan risiko.

Diam-Diam Kinerja Saham NISP Lebih Moncer dari Emiten Bank Lainnya
| Rabu, 11 Februari 2026 | 13:25 WIB

Diam-Diam Kinerja Saham NISP Lebih Moncer dari Emiten Bank Lainnya

Kekuatan inti PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) adalah laba yang tumbuh di sepanjang 2025, loan deposit ratio (LDR) di level 70,4% dan CAR 24,5%.

Prospek Cemerlang Emiten Aguan (PANI) Pasca Capaian Marketing Sales yang Sukses
| Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00 WIB

Prospek Cemerlang Emiten Aguan (PANI) Pasca Capaian Marketing Sales yang Sukses

BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa preferensi pasar terhadap PIK2 relatif berkelanjutan karena segmen yang disasar didominasi kelas atas.

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara
| Rabu, 11 Februari 2026 | 11:00 WIB

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara

Tak hanya kendaraan listrik, Indika Energy (INDY) juga tengah melakukan proyek konstruksi tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan.

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:17 WIB

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran

 Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 diperkirakan sebesar 228,3, lebih rendah dari Desember 2025 

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:01 WIB

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026

Pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini akan didorong percepatan belanja dan stimulus pemerintah

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:00 WIB

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback

Lima sekuritas kompak merekomendasikan beli saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada awal Februari 2026 di tengah penurunan harga yang masih terjadi.

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:50 WIB

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%

Untuk mencapai rasio pajak 2026, pemerintah harus tambah Rp 139 triliun dari realisasi 2025         

Merdeka Gold Resources (EMAS) Sinergikan Dua Anak Usaha di Tambang Emas Pani
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:24 WIB

Merdeka Gold Resources (EMAS) Sinergikan Dua Anak Usaha di Tambang Emas Pani

Dua entitas usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), menjalin kerjasama pengolahan dan pemurnian atas hasil tambang senilai Rp 9,84 triliun.  ​

TBIG Mulai Tawarkan Surat Utang Senilai Rp 1,27 Triliun
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:20 WIB

TBIG Mulai Tawarkan Surat Utang Senilai Rp 1,27 Triliun

Penawaran tersebut terdiri dari Obligasi Berkelanjutan VII TBIG Tahap III Tahun 2026 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I TBIG Tahap III Tahun 2026.

INDEKS BERITA

Terpopuler