Amankan Pasokan Lokal, Pemerintah Tutup Sementara Keran Ekspor CPO

Jumat, 11 Februari 2022 | 13:25 WIB
Amankan Pasokan Lokal, Pemerintah Tutup Sementara Keran Ekspor CPO
[ILUSTRASI. Infografik: Negara-negara tujuan ekspor CPO terbesar berdasar volume dan nilai. ]
Reporter: Thomas Hadiwinata | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren kenaikan harga komoditas di pasar global mulai mengusik ekonomi domestik. Tidak ingin ketinggalan menikmati rezeki harga yang sedang tinggi, para produsen komoditas andalan di negeri ini pun bergegas mengirim produknya ke luar negeri. 

Derasnya ekspor komoditas berimbas ke pasokan untuk pasar dalam negeri yang mengering. Situasi semacam itu terjadi di batubara pada awal tahun ini. Masalah serupa kemudian juga menimpa minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO). 

Industri yang membutuhkan CPO, seperti para penghasil minyak goreng, mengeluhkan pasokan CPO yang terbatas. Akibatnya, harga produk yang menggunakan CPO sebagai bahan bakar pun membumbung tinggi.

Baca Juga: Cadangan Devisa Turun Tipis di Januari, Salah Satunya untuk Bayar Utang Luar Negeri

Untuk mengerem harga minyak goreng, yang terbilang kebutuhan pokok, pemerintah memberlakukan harga eceran tertinggi sejak 1 Februari 2022. Kebijakan itu termuat dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng sawit. 

Mengutip kontan.co.id, dalam aturan tersebut pemerintah menetapkan 
HET minyak goreng curah adalah Rp 11.500 per liter. Sedang HET untuk minyak goreng kemasan sederhana dan minyak goreng kemasan premium, secara berurutan adalah Rp 13.500 per liter dan Rp 14.000 per liter. 

Kebijakan terbaru yang dilakukan pemerintah adalah mewajibkan produsen CPO untuk mengalokasikan 20% dari total ekspornya bagi pasar dalam negeri. Untuk domestic market obligation (DMO) ini, pemerintah menetapkan harga sebesar Rp 9.300 per kilogram (kg) untuk CPO, dan sebesar Rp 10.300 per kg untuk olein.

Baca Juga: Ingin Menempatkan Dana di Efek Pemerintah? Ini Jadwal Penerbitannya

"Dengan peraturan DMO kami mengintervensi di hulunya CPO. Kalau produsen tidak memberikan minyak untuk kebutuhan dalam negeri mereka tidak bisa ekspor,” kata Menteri Perdagangan M. Lutfi seperti dikutip Harian Kontan, Jumat (4/2).

Berita yang sama mengutip pernyataan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan bahwa pintu ekspor CPO akan ditutup hingga produsen memenuhi kewajiban DMO berikut harganya. "Kalau kebijakan ini tidak juga jalan kami sudah menyiapkan kebijakan lain," katanya.

Jika merujuk ke data Badan Pusat Statistik, selama periode 2016 hingga 2020 India merupakan pasar ekspor CPO terbesar Indonesia berdasarkan volume maupun nilai ekspor. Sedangkan negara tujuan ekspor CPO terbesar kedua Indonesia, dari segi volume maupun nilai adalah Tiongkok. (Lihat Infografik).

Bagikan

Berita Terbaru

Suku Bunga Tinggi Kembali Menekan Emiten Properti
| Jumat, 12 Juni 2026 | 08:05 WIB

Suku Bunga Tinggi Kembali Menekan Emiten Properti

Ancaman suku bunga tinggi nyata bagi properti. Pahami risiko KPR mahal dan pelemahan rupiah yang bisa menekan laba investor properti.

Belanja Konsumen Melambat: Emiten Ritel dan Gaya Hidup Siap-Siap Terpukul
| Jumat, 12 Juni 2026 | 08:00 WIB

Belanja Konsumen Melambat: Emiten Ritel dan Gaya Hidup Siap-Siap Terpukul

Meskipun Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) melemah, beberapa saham consumer staples dinilai masih defensif.

BI Pertebal Jaring Pengaman Valas
| Jumat, 12 Juni 2026 | 07:45 WIB

BI Pertebal Jaring Pengaman Valas

BI dan PBOC sepakat untuk menjajaki peningkatan nilai kerja sama BCSA antara kedua bank sentral     

Pertumbuhan Tak Mampu Angkat Kelas Menengah
| Jumat, 12 Juni 2026 | 07:33 WIB

Pertumbuhan Tak Mampu Angkat Kelas Menengah

World Bank menyoroti lemahnya kualitas pekerjaan dan penurunan upah riil pekerja                    

Penjualan Mobil Tergelincir, Saham ASII, AUTO, dan DRMA Bakal Ikut Terseret?
| Jumat, 12 Juni 2026 | 07:28 WIB

Penjualan Mobil Tergelincir, Saham ASII, AUTO, dan DRMA Bakal Ikut Terseret?

Di tengah turbulensi pasar, PT Astra International Tbk (ASII) tetap mendominasi dengan mengamankan pangsa pasar 51% dari total penjualan domestik.

Waskita Beton Precast (WSBP) Intip Peluang Jasa Laboratorium dan Sewa Aset
| Jumat, 12 Juni 2026 | 07:17 WIB

Waskita Beton Precast (WSBP) Intip Peluang Jasa Laboratorium dan Sewa Aset

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penambahan kegiatan usaha sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis WSBP.

Masih Sell Indonesia, IHSG Cuma  Menguat Dua Hari, Simak Rekomendasi Saham Hari ini
| Jumat, 12 Juni 2026 | 07:16 WIB

Masih Sell Indonesia, IHSG Cuma Menguat Dua Hari, Simak Rekomendasi Saham Hari ini

Total jenderal, sepanjang pekan ini, asing masih sell Indonesia sebesar Rp 6,27 triliun. Ditopang lokal, koreksi IHSG akibat profit taking.

Garuda Indonesia (GIAA) Melebarkan Jaringan ke Eropa Utara
| Jumat, 12 Juni 2026 | 07:06 WIB

Garuda Indonesia (GIAA) Melebarkan Jaringan ke Eropa Utara

GIAA memperluas jaringan internasionalnya ke kawasan Eropa Utara melalui kerja sama codeshare dengan Scandinavian Airlines (SAS).

Pemerintah Masih Kaji Tarif Batas Atas Penerbangan
| Jumat, 12 Juni 2026 | 07:01 WIB

Pemerintah Masih Kaji Tarif Batas Atas Penerbangan

Untuk sementara pemerintah dan maskapai  sepakat melakukan penyesuaian biaya operasional melalui mekanisme fuel surcharge dibandingkan ubah TBA.

Dampak ke Transportasi Masih Dikaji
| Jumat, 12 Juni 2026 | 06:53 WIB

Dampak ke Transportasi Masih Dikaji

Pemerintah  masih melakukan perhitungan untuk melihat sejauh mana kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut memengaruhi sektor transportasi

INDEKS BERITA

Terpopuler