Aset Tersangka Jiwasraya Disita, TRAM: Gunung Bara Utama Bukan Milik Heru Hidayat

Jumat, 14 Februari 2020 | 09:09 WIB
Aset Tersangka Jiwasraya Disita, TRAM: Gunung Bara Utama Bukan Milik Heru Hidayat
[ILUSTRASI. Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (14/1/2020). Heru Hidayat ditahan terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan da]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) akhirnya buka suara terkait penggeledahan dan penyitaan aset perusahaan tambang batubara milik Heru Hidayat oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Ismail, Direktur PT Trada Alam Minera Tbk menyangkal bahwa PT Gunung Bara Utama dan digeledah dan asetnya disita Kejagung sebagai milik Heru yang kini berstatus tersangka kasus Jiwasraya.

"Heru Hidayat tidak memiliki/bukan merupakan pemegang saham di PT Gunung Bara Utama," demikian petikan penjelasan Ismail yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Februari 2020.

Penjelasan manajemen TRAM itu baru dipublikasikan di situs resmi BEI pada Kamis malam (13/2).

Gunung Bara Utama kata Ismail berstatus sebagai perusahaan terafiliasi Trada Alam Minera.

Baca Juga: Investor Disarankan Menunggu Hingga Gejolak Bursa Mereda

Merujuk bagan struktur kepemilikan yang disajikan Ismail, pemegang saham Gunung Bara Utama adalah PT Batu Kaya Berkat sebanyak 74,81%. Lalu ada PT Black Diamond Energy yang mengempit kepemilikan sebanyak 25,19%.

Batu Kaya Berkat dan Black Diamond Energy sendiri merupakan perusahaan yang 99,99% sahamnya dikuasai TRAM.

Nah, Heru sendiri per 31 Januari 2020 menguasai 14,21% saham TRAM, sebanyak 13,02% diantaranya melalui PT Graha Resources.

Masih merujuk struktur kepemilikan tersebut, 85,79% saham TRAM dimiliki oleh investor publik.

Ada investor baru

Namun, manajemen Trada Alam Minera dalam penjelasannya ke BEI, tidak memasukkan nama satu investor yang belum lama ini muncul sebagai pemegang saham TRAM.

Ia adalah Tael One Partners Ltd, yang tercatat menguasai 23,8% saham TRAM.

Pada awalnya Tael One Partners hanya memiliki 3,7% saham TRAM.

Namun, pada 14 Januari 2020, perusahaan yang berbasis di Cayman Islands itu tiba-tiba memiliki 23,8% saham TRAM.

Hari itu ada 10 miliar lembar saham TRAM yang beralih menjadi milik Tael One Partners.

Yang perlu dicatat, transaksi itu terjadi pada hari yang sama dengan penetapan Heru Hidayat sebagai tersangka kasus Jiwasraya oleh Kejagung.

Baca Juga: Sehari Sebelum Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya, Heru Hidayat Jual Miliaran Saham

"Tujuan dari transaksi sebagai bagian dari pelaksanaan jaminan," kata Lim Wui Keong yang mewakili Tael One Partners dalam laporannya ke BEI.

Tidak ada penjelasan lebih rinci soal pelaksanaan jaminan yang ia maksud.

Hal menarik lainnya, transaksi saham sebesar itu baru dilaporkan Tael One Partners ke BEI lebih dari seminggu usai transaksi, tepatnya pada 22 Januari 2020.

Aset dan dokumen disita

Balik ke soal penggeledahan dan penyitaan aset PT Gunung Bara Utama.

Kedua tindakan hukum itu dilakukan Kejagung berdasarkan dua surat penetapan Pengadilan Negeri Kutai Barat tertanggal 28 Januari 2020 dan 29 Januari 2020.

Penggeledahan dan penyitaan aset Gunung Bara Utama itu dilakukan di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Menurut Ismail, Kejaksaan Agung menyita kendaraan operasional berupa mobil dan truk serta kantor dan mess site Gunung Bara Utama.

Baca Juga: Aturan Sudah Ada, Belum Banyak Asuransi yang Punya DIrektur Kepatuhan

Sebanyak satu unit conveyor dan genset juga ikut disita aparat penegak hukum.

Fotokopi anggaran dasar dan perubahan-perubahannya, perijinan serta sertifikat hak pakai milik PT Gunung Bara Utama juga ikut disita.

"Saat ini kami belum dalam menentukan berapa nilai aset (yang disita) tersebut," kata Ismail.

Baca Juga: Sehari Sebelum Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya, Heru Hidayat Jual Miliaran Saham

 

Bagikan

Berita Terbaru

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Rupiah Kian Loyo, Kini Dihantam Langkah MSCI
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Rupiah Kian Loyo, Kini Dihantam Langkah MSCI

Langkah MSCI membuka ruang konsultasi untuk menurunkan status pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market membuat posisi rupiah kian tertekan.

Prospek Penerbitan Obligasi Korporasi oleh Emiten Masih Terbuka Hingga Akhir Tahun
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Prospek Penerbitan Obligasi Korporasi oleh Emiten Masih Terbuka Hingga Akhir Tahun

Di tengah suku bunga tinggi dan persaingan imbal hasil dengan SBN, investor cenderung menuntut kompensasi risiko yang lebih besar.

Manuver Maxglory di Balik Saham SQMI: Bayang Utang, Valuasi, dan Proyek Ciemas
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Manuver Maxglory di Balik Saham SQMI: Bayang Utang, Valuasi, dan Proyek Ciemas

Masalah paling mendasar yang dihadapi SQMI sejatinya terletak pada macetnya pengembangan pabrik pengolahan emas Ciemas.

Terbitkan 170 Juta Saham Baru, PTRO Siap Menggelar Rights Issue
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 09:04 WIB

Terbitkan 170 Juta Saham Baru, PTRO Siap Menggelar Rights Issue

Emiten kontraktor pertambangan batubara milik taipan Prajogo Pangestu itu akan menerbitkan maksimal 170 juta saham baru atau setara 1,69%.

Danantara, INA, dan TPIA Tuntaskan Investasi Strategis
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:58 WIB

Danantara, INA, dan TPIA Tuntaskan Investasi Strategis

Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas industri soda kaustik dan ethylene dichloride (EDC) di pasar domestik.

Inflasi AS Melejit, Pasar Keuangan Asia Menjerit
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Inflasi AS Melejit, Pasar Keuangan Asia Menjerit

Kenaikan data inflasi Amerika Serikat bulan September 2026 mengguncang bursa saham dan mata uang di Asia.

Kebakaran Hutan Berpotensi Membakar Kinerja Emiten CPO
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:26 WIB

Kebakaran Hutan Berpotensi Membakar Kinerja Emiten CPO

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi risiko operasional bagi sejumlah emiten perkebunan kelapa sawit. 

Tantangan Saham Telekomunikasi
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Tantangan Saham Telekomunikasi

Tekanan di Bursa Efek Indonesia (BEI) turut membuat saham-saham telekomunikasi dan infrastruktur pendukungnya berguguran.

MSCI Berpotensi Downgrade Indonesia, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (16/10)
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:24 WIB

MSCI Berpotensi Downgrade Indonesia, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (16/10)

Penyedia layanan indeks global, MSCI yang mengumumkan dimulainya konsultasi untuk mengklasifikasikan ulang Indeks MSCI Indonesia.

Emiten Keluar HSC di Saat Pasar Penuh Tekanan, Apa Dampaknya ke Harga Saham?
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Emiten Keluar HSC di Saat Pasar Penuh Tekanan, Apa Dampaknya ke Harga Saham?

Cara paling cepat untuk mengurangi konsentrasi kepemilikan adalah dengan mengurangi kepemilikan pengendali secara langsung di pasar.

INDEKS BERITA

Terpopuler