Berebut Potensi Metaverse, Nilai Akuisisi Video Game Melonjak Tinggi

Jumat, 21 Januari 2022 | 18:17 WIB
Berebut Potensi Metaverse, Nilai Akuisisi Video Game Melonjak Tinggi
[ILUSTRASI. Infografik: Sepuluh besar kesepakatan akuisisi pembuat video game berdasarkan nilai]
Reporter: Thomas Hadiwinata | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Akuisisi di industri video game semakin memanas setahun terakhir. Para pemain, termasuk raksasa technology dunia, tak segan mengorek isi kantong mereka, untuk memperebutkan potensi bisnis di apa yang kini populer disebut metaverse. 

Metaverse saat ini diartikan sebagai dunia online virtual, di mana orang dapat bekerja, bermain dan bersosialisasi. Dengan konsep semacam itu, metaverse jelas menawarkan peluang emas bagi perusahaan video game. 

Transaksi akuisisi perusahaan video game pun langsung tancap gas di awal tahun 2022 ini. Cuma berselang sepuluh hari, dua kesepakatan pembelian video game bernilai raksasa terjadi. Keduanya kini tercatat sebagai akuisisi video game dengan dua nilai terbesar. (Lihat infografik).

Pada 10 Januari, Take-Two Interactive memborong seluruh saham Zynga yang beredar. Untuk melunasi pembelian saham Zynga yang dihargainya US$ 9,86 per saham, Take-Two memberi US$ 3,50 secara tunai dan US$ 6,36 dalam bentuk sahamnya.

Baca Juga: Tingkatkan Taruhannya di Metaverse, Microsoft Akuisisi Pembuat Game Call of Duty

Dengan perhitungan semacam itu, Take-Two yang merupakan pembuat game konsol terkenal memberi premi 64% dibanding harga saham Zynga di bursa saat penutupan terakhir sebelum transaksi. Jika ditotal, nilai pembelian saham pembuat video game berbasis mobile itu mencapai US$ 12,7 miliar, atau setara Rp 181,7 triliun lebih.

Di saat dunia masih terpana dengan akuisisi Zynga oleh Take-Two, Microsoft Corp mengumumkan deal yang lebih mengagetkan. Perusahaan yang kini berjaya dari bisnis cloud itu, menyatakan membeli Activision Blizzard. 

Raksasa teknologi itu menawar saham Activision seharga US$ 95 per saham, yang mencerminkan premi sebesar 45% dari harga di bursa. Saham pembuat game serial Call of Duty itu akan dibayar Microsoft secara lunas.

Dengan tawaran semacam itu, berarti nilai akuisisi yang disepakati kedua perusahaan mencapai US$ 68,7 miliar atau setara Rp 983 triliun lebih. Nilai akuisisi yang super ini mencerminkan betapa tingginya pertaruhan atas potensi metaverse yang berani ditanggung oleh raksasa-raksasa perusahaan teknologi. 

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Metaverse dan Seperti Apa Cara Kerjanya?

Namun bagi mereka yang berada di luar arena perebutan metaverse, kesepakatan ini bisa terlihat sebagai sesuatu yang tidak layak. Presiden Bank Dunia David Malpass, misalnya, mengkritik kesepakatan itu. "Anda harus mempertanyakan, apakah ini alokasi modal terbaik?," kata Malpass dalam acara virtual Peterson Institute for International Economics, yang dikutip oleh Reuters, Kamis (20/1). 

Malpass membandingkan deal tersebut dengan kontribusi dari negara-negara donor yang lebih kaya untuk Asosiasi Pembangunan Internasional, unit pendanaan Bank Dunia untuk negara-negara miskin yang cuma US$ 23,5 miliar. Kontribusi yang disepakati pada Desember lalu itu direalisasikan dengan pemberian dana sekitar US$ 8 miliar per tahun selama tiga tahun, katanya.

Untuk mengilustrasikan hebohnya nilai kesepakatan itu, kita bisa menggunakan angka dari dalam negeri. Mengutip pemberitaan di berbagai media lokal, alokasi pembelian vaksin Covid-19 di Indonesia untuk tahun 2021 lalu hanyalah Rp 57,75 triliun. 

Namun di kacamata para pebisnis teknologi, nilai-nilai kesepakatan semacam itu bisa jadi layak, jika dibandingkan dengan potensi bisnis yang ditawarkan dari kehadiran metaverse.

 

Bagikan

Berita Terbaru

DSSA dan BREN Masuk Daftar HSC, Seberapa Besar Potensi Didepak dari Indeks MSCI?
| Jumat, 03 April 2026 | 16:07 WIB

DSSA dan BREN Masuk Daftar HSC, Seberapa Besar Potensi Didepak dari Indeks MSCI?

MSCI diharapkan juga akan membuka sesi konsultasi setelah BEI mengungkapkan daftar High Shareholding Concentration (HSC) kepada publik.

Pekan Depan 4 Emiten Masuk Masa Cum Dividen, Yield Emiten Haji Isam di Atas 10 Persen
| Jumat, 03 April 2026 | 10:00 WIB

Pekan Depan 4 Emiten Masuk Masa Cum Dividen, Yield Emiten Haji Isam di Atas 10 Persen

Dari empat emiten yang masuk masa cum dividen, satu di antaranya emiten batubara milik Haji Isam dan tiga lagi emiten di sektor keuangan.

Tentakel Sinarmas Terbitkan Sukuk Rp 3 Triliun, Indikasi Bagi Hasil 8,75% per Tahun
| Jumat, 03 April 2026 | 09:00 WIB

Tentakel Sinarmas Terbitkan Sukuk Rp 3 Triliun, Indikasi Bagi Hasil 8,75% per Tahun

Bagi investor yang berminat, pemesanan pembelian sukuk dipatok di angka Rp 5 juta dan/atau kelipatannya.

Laba BBYB Meroket Tajam, tapi Risiko Kredit Mengintai! Cek Target Harga Sahamnya
| Jumat, 03 April 2026 | 08:00 WIB

Laba BBYB Meroket Tajam, tapi Risiko Kredit Mengintai! Cek Target Harga Sahamnya

Laba bersih PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) pada kuartal IV-2025 hanya Rp 102 miliar, tergelincir -46% secara kuartalan.

Melihat Ancaman Ekonomi di Balik Angka Inflasi yang Terkendali
| Jumat, 03 April 2026 | 07:00 WIB

Melihat Ancaman Ekonomi di Balik Angka Inflasi yang Terkendali

Josua pardede melihat bahwa ke depannya, risiko inflasi dinilai masih cenderung meningkat terutama dari sektor pangan dan energi.

Kebijakan WFH bagi ASN, Belum Menjadi Game Changer Bagi Emiten Telko dan GOTO
| Jumat, 03 April 2026 | 06:16 WIB

Kebijakan WFH bagi ASN, Belum Menjadi Game Changer Bagi Emiten Telko dan GOTO

WFH secara alami akan menekan mobilitas masyarakat sehingga akan membuat mobilitas tertekan dan melambatkan segmen ride-hailing.

Saham Perkapalan Kompak Terkoreksi Usai Naik Signifikan, Cek Analisis Teknikalnya
| Jumat, 03 April 2026 | 06:00 WIB

Saham Perkapalan Kompak Terkoreksi Usai Naik Signifikan, Cek Analisis Teknikalnya

Dari segi kinerja keuangan, emiten yang mempunyai pendapatan dan laba bersih cukup besar ialah BULL dan SOCI.

Harga Minyak Dunia Melonjak 60%, Ancaman Resesi Global Mengintai
| Jumat, 03 April 2026 | 01:30 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak 60%, Ancaman Resesi Global Mengintai

PM Singapura Lawrence Wong peringatkan dunia hadapi krisis energi dan risiko stagflasi. Dampak konflik Timur Tengah bisa berlangsung lama.

Harga Penawaran IPO WBSA Rp 168 Per Saham, Duitnya Buat Akuisisi Perusahaan Afiliasi
| Kamis, 02 April 2026 | 13:33 WIB

Harga Penawaran IPO WBSA Rp 168 Per Saham, Duitnya Buat Akuisisi Perusahaan Afiliasi

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) merupakan perusahaan logistik terintegrasi yang baru didirikan pada 2021.

Konflik Timur Tengah bisa Menahan Penerbitan Obligasi Baru, Begini Kata TBIG dan ENRG
| Kamis, 02 April 2026 | 09:30 WIB

Konflik Timur Tengah bisa Menahan Penerbitan Obligasi Baru, Begini Kata TBIG dan ENRG

Di tengah himpitan pasar surat utang, opsi pendanaan dari kredit perbankan menjadi sekoci penyelamat.

INDEKS BERITA

Terpopuler