Di Luar Kebiasaan, Belanja Masyarakat Justru Turun Menjelang Ramadan 2025

Sabtu, 08 Maret 2025 | 09:35 WIB
Di Luar Kebiasaan, Belanja Masyarakat Justru Turun Menjelang Ramadan 2025
[ILUSTRASI. Pelanggan berbelanja di salah satu supermarket di Jakarta, Jumat (7/3/2025). Pemerintah bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menggelar program diskon 30% hingga 50% bertajuk Friday Mubarak untuk mendorong konsumsi masyarakat melalui belanja domestik di pasar modern atau supermarket. Berlangsung setiap Jumat hingga 30 Maret 2025, program ini ditargetkan akan membukukan penjualan hingga Rp 75 triliun. KONTAN/Carolus Agus Waluyo]
Reporter: Bidara Pink | Editor: Tedy Gumilar

 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belanja masyarakat melambat di satu pekan menjelang Ramadan. Fenomena tersebut tertangkap baik dari indeks nilai belanja yang diukur oleh Tim Ekonomi PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) ataupun indeks belanja yang diukur oleh Tim Ekonomi PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Meski Prospek Emiten Rumah Sakit Masih Cerah, Pelemahan Rupiah Jadi Batu Ujian
| Selasa, 14 Juli 2026 | 07:23 WIB

Meski Prospek Emiten Rumah Sakit Masih Cerah, Pelemahan Rupiah Jadi Batu Ujian

Rumah sakit dengan dominasi pasien mandiri maupun asuransi swasta masih memiliki fleksibilitas untuk melakukan penyesuaian tarif secara bertahap.

Peluang Baru Kerja Sama RI dan Australia
| Selasa, 14 Juli 2026 | 07:23 WIB

Peluang Baru Kerja Sama RI dan Australia

Nilai perdagangan Indonesia dan Australia meningkat dari US$ 7,2 miliar pada 2020 menjadi US$ 13 miliar pada 2025.

Pertaruhan Konsistensi Kebijakan Fiskal Negara
| Selasa, 14 Juli 2026 | 07:08 WIB

Pertaruhan Konsistensi Kebijakan Fiskal Negara

S&P mempertahankan peringkat utang Indonesia di BBB dengan outlook tetap stabil                      

Problem Suplai Batubara PLN Belum Tuntas
| Selasa, 14 Juli 2026 | 07:07 WIB

Problem Suplai Batubara PLN Belum Tuntas

Pengusaha Batubara meminta target pasokan batubara ke PLN sejalan persetujuan RKAB dan kemampuan penambang

Likuiditas Bank Kecil Semakin Ketat
| Selasa, 14 Juli 2026 | 06:50 WIB

Likuiditas Bank Kecil Semakin Ketat

Gelombang tekanan likuiditas mulai menguji ketahanan bank-bank kecil. Ini terlihat dari DPK bank KBMI 1 yang mengalami penyusutan.

 Dividen Saham Masih Beri Imbal Hasil Lebih Unggul dari Deposito
| Selasa, 14 Juli 2026 | 06:30 WIB

Dividen Saham Masih Beri Imbal Hasil Lebih Unggul dari Deposito

Selisih imbal hasil makin lebar: deposito hanya memberi sekitar 3,6% bersih, sedangkan sejumlah saham menawarkan yield di atas 10%

Ekspansi Toko Jadi Amunisi PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
| Selasa, 14 Juli 2026 | 06:30 WIB

Ekspansi Toko Jadi Amunisi PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mengoptimalkan ruang ritel yang ada seiring penambahan gerai baru untuk menjaga pendapatan

Perbankan Menimbun Dana di Instrumen SRBI
| Selasa, 14 Juli 2026 | 06:30 WIB

Perbankan Menimbun Dana di Instrumen SRBI

SRBI kembali jadi incaran bank. Saat kredit swasta melambat, instrumen BI menawarkan tempat aman untuk mengoptimalkan likuiditas.

Rupiah Masih Akan Tertekan Eskalasi Perang pada Selasa (14/7)
| Selasa, 14 Juli 2026 | 06:15 WIB

Rupiah Masih Akan Tertekan Eskalasi Perang pada Selasa (14/7)

Rupiah melemah di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia. 

Rapor Reksadana Offshore Terangkat Saham Bertema AI
| Selasa, 14 Juli 2026 | 06:00 WIB

Rapor Reksadana Offshore Terangkat Saham Bertema AI

Return reksadana saham offshore berdenominasi dolar AS disokong pertumbuhan kinerja saham-saham teknologi global.

INDEKS BERITA

Terpopuler