Ekonomi Jepang Tampak Kian Lesu, Sektor Jasa Alami Kontraksi Terbesar selama 21 Bulan

Kamis, 03 Maret 2022 | 15:12 WIB
Ekonomi Jepang Tampak Kian Lesu, Sektor Jasa Alami Kontraksi Terbesar selama 21 Bulan
[ILUSTRASI. Kegiatan layanan nasabah selama masa pandemi di kantor cabang MUFG Bank di Higashinakano, Tokyo, Jepang, 24 April 2020. REUTERS/Kim Kyung-Hoon TPX IMAGES OF THE DAY]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID -  TOKYO. Aktivitas sektor jasa Jepang menyusut pada Februari dalam laju tercepat selama hampir dua tahun. Sebuah survei yang dipublikasikan pada Kamis (3/3) menunjukkan kegiatan bisnis terpukul akibat sentimen konsumen melemah mengikuti lonjakan infeksi virus corona varian omicron.

Aktivitas yang terkontraksi memperlihatkan tantangan yang dihadapi pembuat kebijakan di Jepang. Mereka harus mampu merangsang konsumsi rumah tangga untuk menjaga ekonomi tetap berada di jalur pemulihan yang rapuh, karena krisis Ukraina dan gangguan pasokan memperburuk ketidakpastian dalam prospek ekonomi.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) au Jibun Bank Japan Services terakhir turun ke penyesuaian musiman 44,2 dari angka final di bulan sebelumnya 47,6. Itu mencerminkan tingkat kontraksi tercepat sejak Mei 2020.

Baca Juga: Siapkan Sanksi Terbaru atas Invasi ke Ukraina, AS Mengincar Pebisnis dan Elit Rusia

Sementara aktivitas tetap jauh di bawah tanda 50 yang memisahkan kontraksi dari ekspansi secara bulanan, itu lebih baik daripada pembacaan cepat 42,7 yang disesuaikan secara musiman.

"Aktivitas dan bisnis baru menurun pada laju paling tajam sejak Agustus lalu," kata Usamah Bhatti, ekonom di IHS Markit, yang menyusun survei tersebut.

Bisnis di sektor ini mengalami kenaikan harga input keseluruhan untuk bulan ke-15 berturut-turut, mengutip kenaikan biaya bahan bakar dan bahan baku, tetapi itu tidak membuat mereka membebankan biaya lebih untuk layanan karena lonjakan kasus virus corona menghantam permintaan konsumen.

"Perusahaan melakukan upaya untuk merangsang permintaan dengan melakukan tindakan diskon harga untuk pertama kalinya dalam enam bulan, meskipun ada percepatan baru dalam beban biaya rata-rata," kata Bhatti.

Baca Juga: Rusia Bisa Manfaatkan Kepemilikan atas Obligasi China untuk Menyiasati Sanksi Barat

PMI komposit, yang dihitung menggunakan manufaktur dan jasa, turun menjadi 45,8 dari final Januari di 49,9, berkontraksi pada kecepatan tercepat dalam 18 bulan.

Data terpisah pemerintah menunjukkan indeks kepercayaan konsumen Jepang turun untuk bulan ketiga di Februari, mencapai level terendah dalam sembilan bulan.

"Infeksi COVID-19 yang lebih tinggi dan kenaikan harga barang sehari-hari yang berkelanjutan memengaruhi sentimen konsumen," kata seorang pejabat pemerintah dalam konferensi pers pada Kamis. Ia menambahkan 91,7% dari konsumen yang disurvei memperkirakan harga akan naik satu tahun mendatang.

Ekonomi terbesar ketiga di dunia itu diperkirakan akan menyaksikan pertumbuhan ekonominya nyaris terhenti di kuartal ini. Pembatasan virus corona dan kemacetan pasokan membebani aktivitas secara keseluruhan hingga ekonomi Jepang diproyeksikan tumbuh sebatas 0,4% dalam basis tahunan, demikian hasil jajak pendapat Reuters minggu ini.

Bagikan

Berita Terbaru

SE Sisa Kuota Internet Langkah Tepat tapi Perlu Dinaikkan Jadi Permen Agar Mengikat
| Senin, 31 Agustus 2026 | 11:05 WIB

SE Sisa Kuota Internet Langkah Tepat tapi Perlu Dinaikkan Jadi Permen Agar Mengikat

Kemkomdigi memberi batas waktu hingga 28 September 2026 bagi operator menyampaikan laporan pemenuhan kewajiban.

Belanja Pemerintah Tumbuh tapi Mesin Ekonomi Swasta Belum Sepenuhnya Bergerak
| Senin, 31 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Belanja Pemerintah Tumbuh tapi Mesin Ekonomi Swasta Belum Sepenuhnya Bergerak

Konsumsi rumah tangga merupakan salah satu indikator penting untuk melihat apakah pertumbuhan ekonomi sudah memiliki basis permintaan yang kuat.

Risiko Politik Tetap Membayangi IHSG, Tercermin dari Valuasi hingga Cost of Capital
| Senin, 31 Agustus 2026 | 08:31 WIB

Risiko Politik Tetap Membayangi IHSG, Tercermin dari Valuasi hingga Cost of Capital

Pemberantasan korupsi, good corporate governance (GCG), dan kepastian hukum penting bagi kesehatan pasar modal.

Daftar Antrean IPO dan Rights Issue di BEI Masih Panjang
| Senin, 31 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Daftar Antrean IPO dan Rights Issue di BEI Masih Panjang

Minat korporasi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) masih tinggi.

Pendapatan Naik Dua Digit, BNBR Malah Berbalik Rugi
| Senin, 31 Agustus 2026 | 08:14 WIB

Pendapatan Naik Dua Digit, BNBR Malah Berbalik Rugi

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan kinerja top line dan bottom line yang tak seragam di semester I-2026.

Rencana Merger MTEL-TBIG Bakal Menguntungkan TLKM
| Senin, 31 Agustus 2026 | 08:04 WIB

Rencana Merger MTEL-TBIG Bakal Menguntungkan TLKM

Setelah lebih dari satu dekade berlalu, spekulasi merger MTEL dan TBIG kembali berembus di pengujung Agustus 2026.

Harga Saham LUCY Melaju Kencang, Aksi Jual HP Capital Resources Perlu Jadi Perhatian
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Harga Saham LUCY Melaju Kencang, Aksi Jual HP Capital Resources Perlu Jadi Perhatian

Kenaikan harga saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) belum didukung oleh perbaikan fundamental yang signifikan.

Harga Pangan hingga Emas Diramal Mengerek Inflasi
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:51 WIB

Harga Pangan hingga Emas Diramal Mengerek Inflasi

Laju inflasi Agustus 2026 diramal meningkat dengan pemicu utamanya kenaikan harga bahan pangan       

Suku Bunga Tinggi Memicu Saham Properti Layu
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:49 WIB

Suku Bunga Tinggi Memicu Saham Properti Layu

Kinerja saham emiten milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan, jadi salah satu pemberat kinerja indeks properti.

Waspada Imbas Penyusutan Restitusi Pajak
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:45 WIB

Waspada Imbas Penyusutan Restitusi Pajak

Ditjen Pajak Kementerian Keuangan mencatat, realisasi restitusi pajak hingga Juli 2026 mencapai Rp 185,38 triliun

INDEKS BERITA

Terpopuler