Elnusa (ELSA) Sudah Meraup Kontrak Baru Rp 7,6 Triliun Hingga Kuartal III-2021

Rabu, 27 Oktober 2021 | 05:10 WIB
Elnusa (ELSA) Sudah Meraup Kontrak Baru Rp 7,6 Triliun Hingga Kuartal III-2021
[ILUSTRASI. Aktivitas karyawan PT Elnusa Tbk di lapangan migas.]
Reporter: Muhammad Julian | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elnusa Tbk terus menggenjot kontrak baru. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, emiten berkode saham ELSA di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut sudah meraih total kontrak baru Rp 7,6 triliun.

Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, Ari Wijaya mengatakan, sekitar 75% dari kontrak yang didapat berasal dari Grup Pertamina. “Kami masih berusaha mendapatkan kontrak baru,” kata dia kepada KONTAN, Senin (25/10).

Baca Juga: IPO di Bursa, Ace Oldfields (KUAS) Ingin Memperbesar Pangsa Pasar

Menurut penjelasan Ari, kontrak yang telah diperoleh memiliki durasi bervariasi, termasuk ada yang bisa berdurasi lebih dari setahun. Selain itu, sebagian di antaranya bahkan memiliki waktu pengerjaan hingga melewati tahun buku 2021.

Walhasil, tidak semua kontrak yang telah didapat bisa dibukukan dalam realisasi pendapatan sepanjang tahun buku 2021. Artinya, pengakuan pendapatan dari pekerjaan tersebut akan dicatatkan dalam pembukuan berdasarkan progres pekerjaan.

Meski begitu, manajemen ELSA berharap perolehan kontrak ini bisa membantu mereka dalam mengejar target pendapatan di sepanjang tahun ini. Catatan saja, pada 2021, ELSA memproyeksikan pendapatan mencapai Rp 7,7 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan interim perusahaan (tidak diaudit), ELSA sudah mencatatkan pendapatan sebesar Rp 3,71 triliun di semester I-2021. Jumlah tersebut setara 48,21% dari target kontrak tahun ini.

Realisasi pendapatan ELSA di semester pertama tahun ini menurun 4,74% dibandingkan realisasi pendapatan semester pertama tahun lalu yang mencapai Rp 3,89 triliun.
Dari pendapatan itu, ELSA mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih senilai Rp 40,15 miliar di semester I 2021. Jumlah itu turun 69,19% dari realisasi laba bersih semester I 2020 sebesar Rp 130,34 miliar.

Ari memastikan, ELSA masih terus berupaya memperoleh kontrak anyar. Dengan cara itu, ELSA berharap bisa membukukan tambahan pendapatan tahun 2021.
“Kami sedang menjajaki tender di oil field services dan EPC, Operation & Maintenance,” tutur Ari.

Hingga akhir September tahun ini, ELSA telah merealisasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 292 miliar. Dana capex antara lain digunakan untuk investasi penambahan kapasitas peralatan oil field services ELSA senilai Rp 51 miliar dan anak usaha Rp 68 miliar, perawatan kapasitas oil field services  Rp 91 miliar, investasi seismik Rp 49 miliar, EPC & Operation Maintenance Rp 1 miliar, dan perawatan kapasitas oil field services anak usaha Rp 16 miliar.

Selanjutnya: Garuda Indonesia (GIAA) Pelajari Permohonan PKPU oleh Mitra Buana Koorporindo

Bagikan

Berita Terbaru

Mengenal Sinyal untuk Waspada Tawaran Produk Bank
| Minggu, 26 April 2026 | 09:05 WIB

Mengenal Sinyal untuk Waspada Tawaran Produk Bank

Tergiur pada bunga tinggi bisa berujung dana simpanan raib. Simak cara memeriksa produk perbankan!  

Uji Ketangguhan Bitcoin, Ungguli Emas saat Perang AS-Iran Meletus
| Minggu, 26 April 2026 | 07:35 WIB

Uji Ketangguhan Bitcoin, Ungguli Emas saat Perang AS-Iran Meletus

Kinerja Bitcoin lebih unggul ketimbang emas selama perang di Timur Tengah. Perubahan fundamental atau sekadar kebetulan teknikal?

Bisnisnya Mudah dan Sederhana, tapi Beri Hasil yang Besar
| Minggu, 26 April 2026 | 05:42 WIB

Bisnisnya Mudah dan Sederhana, tapi Beri Hasil yang Besar

AI chatbot terus berkembang dan kian banyak masyarakat yang memanfaatkannya. Peluang ekonomi dari teknologi ini pun semakin menggiurkan.

 
Industri yang Terjepit Kenaikan Harga Solar Industri
| Minggu, 26 April 2026 | 05:36 WIB

Industri yang Terjepit Kenaikan Harga Solar Industri

Sektor industri khususnya perkebunan dan pertambangan tengah berjuang menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)

 
Jumpalitan di Bawah Tekanan Harga Plastik
| Minggu, 26 April 2026 | 05:33 WIB

Jumpalitan di Bawah Tekanan Harga Plastik

Kenaikan harga plastik membuat UMKM cari cara agar tetap meraih keuntungan. Salah satunya mencari pemasok plastik alternatif.

 
Monetisasi Selat Malaka
| Minggu, 26 April 2026 | 05:30 WIB

Monetisasi Selat Malaka

​Selat Malaka bukan sekadar perairan strategis, melainkan bagian dari rezim hukum internasional yang ketat. 

Rupiah Sempat Jebol Rp 17.318: Mengapa Mata Uang RI Kian Tertekan?
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:45 WIB

Rupiah Sempat Jebol Rp 17.318: Mengapa Mata Uang RI Kian Tertekan?

Tekanan geopolitik AS-Iran membuat rupiah terancam. Krisis energi dan inflasi global membayangi. Ketahui pergerakan bagaimana rupiah ke depan

Gejolak Minyak dan Kerentanan Ekonomi
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:05 WIB

Gejolak Minyak dan Kerentanan Ekonomi

Mengurangi impor minyak menjadi salah satu cara untuk bisa menghilangkan kerentanan ekonomi imbas lonjakan harga minyak dunia.​

Investasi Emas Dana Haji: Potensi Untung Lebih Tinggi, Risiko Rendah?
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:00 WIB

Investasi Emas Dana Haji: Potensi Untung Lebih Tinggi, Risiko Rendah?

Masa tunggu haji panjang, nilai dana berpotensi tergerus inflasi. Cari tahu cara emas lindungi biaya haji Anda dari risiko penurunan.

Pajak Mobil Listrik Yang Adil
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:00 WIB

Pajak Mobil Listrik Yang Adil

Mendorong kendaraan listrik penting, tetapi jangan mengorbankan prinsip keadilan pajak dan ruang fiskal daerah.

INDEKS BERITA

Terpopuler