Emas Antam Hari Ini Pecahkan Rekor Lagi, Hitung Untung-Rugi dengan Benar

Rabu, 04 September 2019 | 11:20 WIB
Emas Antam Hari Ini Pecahkan Rekor Lagi, Hitung Untung-Rugi dengan Benar
[ILUSTRASI. Emas batangan Antam]
Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hari ini, Rabu (4/9) harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) memcahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.  

Harga emas Antam naik Rp 10.000 per gram, dari Rp 765.000 per gram menjadi Rp 775 per gram. Harga terakhir ini melampaui rekor sebelumnya Rp 774.000 per gram.

Saat harga emas pecahkan rekor tertinggi baru, pasti investornya juga untung, dong? Begitu kira-kira anggapan kebanykan orang.

Baca Juga: Harga Emas Antam Mencapai Rekor Tertinggi di Rp 775.000

Benarkah begitu?  

Anggapan seperti itu tidak tepat. Harga emas memang terus menerus memecahkan rekor, tapi tidak berarti investor bisa menjual emasnya dengan harga rekor tersebut.

Ya, asal tahu saja, selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga jual emas dan harga beli kembali (buyback).

Sebagai contoh, harga jual pecahan stu gram emas Antam hari ini, Rabu (4/9) berada di Rp 775.000. Namun, hari ini juga, harga pembelian kembali (buyback) yang ditetapkan oleh Logam Mulia Antam adalah Rp 699.000 per gram.

Perhatikan, terdapat selisih harga Rp 76.000 antara harga jual dan harga beli Antam tersebut.

Harga jual di atas adalah harga Anda membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga beli oleh gerai Logam Mulia ketika Anda menjual kembali emas tersebut kepada mereka.

Baca Juga: Harga emas dan safe haven lain melambung, ada apa?

Dengan pengertian tersebut, mari kita berandai-andai pagi ini Anda membeli emas dari Antam dengan dengan harga Rp 775.000 per gram.

Lalu, siang ini, karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak, terpaksa Anda menjual kembali emas yang Anda beli tadi pagi ke gerai Logam Mulia Antam.

Jangan kaget, emas yang sama cuma akan dihargai Rp 699.000 per gram. Dengan kata lain, Anda langsung rugi 9,8% hanya dalam tempo beberapa jam!

Halaman Selanjutnya: Ilustrasi untung rugi kalkulasi jual beli emas batangan

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga itu kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut sekaligus, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi lagi sehingga mampu menutup selisih tadi, sekaligus memberikan laba.

Baca Juga: Harga emas hari ini berbalik arah, menguat 0,36%

Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi andaikata kita menjual emas kepada Logam Mulia Antam dengan harga buyback yang berlaku hari ini, 26 Agustus 2019, yaitu Rp 700.000 per gram.

  • Membeli emas pada 1 Agustus 2019 (Rp 702 per gram) = -0,43% (rugi)
  • Membeli emas pada 1 Juli 2019 (Rp 699 per gram) = 0,0% (impas)
  • Membeli emas pada 2 Januari 2019 (Rp 665 per gram) = 5,1% (untung)
  • Membeli emas pada 23 November 2019 (Rp 611 per gram) = 14,4% (untung)

Kalkulasi di atas belum memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan biaya materai Rp 6.000.

JANGAN LEWATKAN: Wasiat Warren Buffett: Berinvestasilah dalam reksadana!

Bagikan

Berita Terbaru

Untung Rugi Status Prioritas, Ambil atau Lepas?
| Minggu, 20 September 2026 | 11:00 WIB

Untung Rugi Status Prioritas, Ambil atau Lepas?

Simak keuntungan dan konsekuensi sebelum memutuskan menjadi nasabah prioritas.                      

Pasar Modal Membaik, tapi Investor Reksadana Masih Menahan Diri
| Minggu, 20 September 2026 | 09:00 WIB

Pasar Modal Membaik, tapi Investor Reksadana Masih Menahan Diri

Pemulihan pasar domestik sejak Juli belum sepenuhnya mendongkrak dana kelolaan industri reksadana. Mengapa laju AUM masih seret?

Patok Harga Rp 500 Per Saham, Sarana central Bajatama (BAJA) Gelar Rights Issue
| Minggu, 20 September 2026 | 08:53 WIB

Patok Harga Rp 500 Per Saham, Sarana central Bajatama (BAJA) Gelar Rights Issue

Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan PT Sarana central Bajatama Tbk (BAJA) sebesar Rp 500 per saham.​

Tambang Emas di Poboya Beroperasi, Kinerja BRMS Berpotensi Mendaki
| Minggu, 20 September 2026 | 08:41 WIB

Tambang Emas di Poboya Beroperasi, Kinerja BRMS Berpotensi Mendaki

Seiring rampungnya proses pushback tambang Poboya, produksi emas BRMS pada paruh kedua 2026 seharusnya menunjukkan pemulihan volume produksi.

Kisah Mereka yang Tetap Touring Bersama di Usia Senja
| Minggu, 20 September 2026 | 07:10 WIB

Kisah Mereka yang Tetap Touring Bersama di Usia Senja

Touring tak hanya milik anak muda. Para pengendara atau biker lansia juga bisa aktif menjelajahi berbagai daerah dengan

PGEO Merangsek ke Ekosistem Data Center
| Minggu, 20 September 2026 | 06:15 WIB

PGEO Merangsek ke Ekosistem Data Center

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengincar peluang dari pertumbuhan pusat data, dan mempersiapkan proyek perconntohan.

Permintaan Diproyeksi Membaik, ini Proyeksi Analis Bagi JPFA
| Minggu, 20 September 2026 | 06:04 WIB

Permintaan Diproyeksi Membaik, ini Proyeksi Analis Bagi JPFA

Sentimen yang perlu diperhatikan untuk mencermati kinerja JPFA ke depan antara lain terkait pemulihan harga ayam broiler.

Strategi Dirut YB Sekuritas Disiplin Mengatur Portofolio Investasi
| Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Strategi Dirut YB Sekuritas Disiplin Mengatur Portofolio Investasi

Dua dekade berkecimpung di pasar modal membuat Rangga Raharja akrab dengan siklus naik turun bursa saham

Arus Kas Menipis, Bisnis Gadai Laris
| Minggu, 20 September 2026 | 05:55 WIB

Arus Kas Menipis, Bisnis Gadai Laris

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan industri pergadaian naik 50,73% secara tahunan per Juli 

Mereka Menangkap Tren Pergeseran ke Pencegahan Penyakit
| Minggu, 20 September 2026 | 05:35 WIB

Mereka Menangkap Tren Pergeseran ke Pencegahan Penyakit

Startup healthtech makin banyak dan kini mulai mengembangkan layanan preventif. Seperti apa strateginya?      

INDEKS BERITA

Terpopuler