Emiten CPO Semakin Tertekan

Jumat, 02 Agustus 2019 | 05:45 WIB
Emiten CPO Semakin Tertekan
[]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten sektor perkebunan kelapa sawit alis CPO masih sulit bangkit.

Alih-alih terbang tinggi, kinerja keuangan emiten CPO justru terjun bebas. Sebagian besar emiten CPO kompak mencatatkan penurunan pendapatan.

Memang, masih ada emiten perkebunan yang bisa mencetak laba bersih. Meski begitu, jumlahnya turun signifikan. Sebagian bahkan mulai mencatat rugi bersih (lihat tabel).

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) termasuk emiten sektor perkebunan yang kinerjanya positif.

Dari sebelumnya rugi Rp 187,46 miliar, emiten ini mencetak laba bersih sebesar Rp 287,18 miliar.

Namun, perolehan laba ini bukan sepenuhnya karena penjualan. 

 

Kinerja Emiten CPO
  Pendapatan Laba Bersih
  1H-2018 1H-2019 Chg. 1H-2018 1H-2019 Chg.
AALI Rp 9,02 triliun Rp 8,53 triliun -49% Rp 783,91 miliar Rp 43,72 miliar -94%
LSIP Rp 1,76 triliun Rp 1,59 triliun -10% Rp 224,92 miliar Rp 10,48 miliar -95%
SIMP Rp 6,55 triliun Rp 6,5 triliun -0.10% Rp 57,10 miliar (Rp 310,18 miliar) -
SGRO Rp 1,33 triliun Rp 1,36 triliun 2% Rp 88,48 miliar (Rp 19,23 miliar) -
BWPT Rp 1,4 triliun Rp 1,2 triliun -14% Rp 12,93 miliar (Rp 491,09 miliar) -
Sumber: Laporan keuangan

 

"Laba selisih kurs berkontribusi terhadap laba bersih," ujar Investor Relations Sinar Mas Agribusiness and Food Pinta S, Chandra, Kamis (1/8).

Asal tahu saja, pendapatan SMAR semester I-2019 hanya naik tipis 0,06% menjadi sebesar Rp 17,81 triliun.

Laba operasi perusahaan ini juga tercatat turun 24% menjadi Rp 301 miliar. Pinta mengatakan, penurunan ini terjadi akibat penurunan harga komoditas minyak sawit atawa crude palm oil (CPO).

Laba bersih SMAR baru terkerek setelah perusahaan ini mencatatkan laba selisih kurs Rp 269,45 miliar. Sebelumnya, SMAR mencatat rugi kurs mencapai Rp 642,05 miliar.

Permintaan rendah

Bisnis CPO masih lesu lantaran dipicu oleh faktor pelemahan permintaan di sektor ini. Permintaan CPO sampai saat ini masih belum sepenuhnya pulih. Produsen CPO juga belum menemukan pasar yang baru untuk ekspor.

Tambah lagi, permintaan dalam negeri juga masih kurang bertenaga. "Program B30 pemerintah untuk campuran BBM masih jauh dari realisasi," ujar Analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama.

Kondisi tersebut membuat suplai CPO di dunia berlimpah. Otomatis, harganya cenderung menurun.

Kondisi seperti ini diperkirakan bakal berlangsung di sisa semester kedua ini. Oleh karena itu, Dimas menyarankan bagi para investor sebaiknya mengambil sikap wait and see terlebih dahulu terhadap sektor ini.

Andy Wibowo Gunawan, analis Mirae Asset Sekuritas, mengatakan, jebloknya kinerja keuangan emiten CPO selain karena harga juga karena turunnya volume penjualan. Hal ini juga dialami oleh SGRO dan LSIP.

Menurut Andy, dua hal tersebut membuat kinerja emiten di bawah ekspektasi. Dia masih menghitung ulang rekomendasi saham keduanya. Namun, melihat kondisi saa ini, asumsi prediksi dan target harga LSIP dan SGRO berpotensi diturunkan.

Bagikan

Berita Terbaru

Ada Intervensi, Rupiah Tetap Nyungsep, Cek Prediksi Pergerakan Rupiah Hari Ini
| Rabu, 04 Maret 2026 | 07:01 WIB

Ada Intervensi, Rupiah Tetap Nyungsep, Cek Prediksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Rupiah tertekan sentimen pasar yang pada umumnya masih risk off. Intervensi BI cukup efektif menjauhkan rupiah dari volatilitas.

Level 8.000 Jebol, Tekanan Jual Menghantui IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 04 Maret 2026 | 06:54 WIB

Level 8.000 Jebol, Tekanan Jual Menghantui IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Hari ini, tekanan jual masih mendominasi pergerakan IHSG. Secara teknikal, IHSG masih rawan melanjutkan koreksi.

Strategi Investasi: Risiko Meningkat, Investasi di Safe Haven Menjadi Favorit
| Rabu, 04 Maret 2026 | 06:42 WIB

Strategi Investasi: Risiko Meningkat, Investasi di Safe Haven Menjadi Favorit

Di tengah tekanan global yang belum mereda, emas masih berpeluang melanjutkan tren positif sepanjang tahun ini.​

OJK Menargetkan 75% Emiten Segera Penuhi Aturan Free Float
| Rabu, 04 Maret 2026 | 06:39 WIB

OJK Menargetkan 75% Emiten Segera Penuhi Aturan Free Float

OJK targetkan 75% emiten penuhi free float 15% di tahun pertama. Mekanisme delisting disiapkan bagi yang tak patuh

Saham Manufaktur: PMI Indonesia Melesat, Ini Peluang Cuan Investor
| Rabu, 04 Maret 2026 | 06:37 WIB

Saham Manufaktur: PMI Indonesia Melesat, Ini Peluang Cuan Investor

PMI manufaktur RI kuat, tapi risiko suku bunga dan nilai tukar membayangi. Investor harus cermat melihat tantangan di balik potensi keuntungan.

Antisipasi Lonjakan  Trafik Data
| Rabu, 04 Maret 2026 | 06:16 WIB

Antisipasi Lonjakan Trafik Data

Operator seluler dan provider jaringan internet siap mengantisipasi lonjakan trafik data dengan mengerek kapasitas data dan layanan.

Beban Utang Turun, Kinerja Jasa Marga Terjaga
| Rabu, 04 Maret 2026 | 06:10 WIB

Beban Utang Turun, Kinerja Jasa Marga Terjaga

Jasa Marga juga menjaga stabilitas kinerja dengan realisasi EBITDA margin di level 67,0%, dengan core profits tercatat stabil Rp 3,7 triliun.

Sumber LNG Impor, PLN Kejar Target Proyek PLTN
| Rabu, 04 Maret 2026 | 06:07 WIB

Sumber LNG Impor, PLN Kejar Target Proyek PLTN

Adapun hingga tahun 2040, PLTG yang ditargetkan dapat dibangun adalah pembangkit listrik berkapasitas 20 GW

 Indonesia Alihkan Impor dari Timur Tengah ke AS
| Rabu, 04 Maret 2026 | 06:02 WIB

Indonesia Alihkan Impor dari Timur Tengah ke AS

Kemampuan penyimpanan energi Indonesia baru di kisaran 25-26 hari, masih jauh dari standar internasional yang selama tiga bulan

Terbitkan Obligasi Private Placement Rp 4 Triliun
| Rabu, 04 Maret 2026 | 05:55 WIB

Terbitkan Obligasi Private Placement Rp 4 Triliun

SUN yang diterbitkan merupakan Obligasi Negara dengan tingkat kupon tetap (fixed rate) seri FR0065  

INDEKS BERITA

Terpopuler