Emiten Sawit Tetap Memacu Produksi CPO

Selasa, 14 Mei 2019 | 15:55 WIB
Emiten Sawit Tetap Memacu Produksi CPO
[]
Reporter: Eldo Christoffel Rafael, Kenia Intan | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menghadapi sejumlah tantangan berat, terutama dari luar. Para produsen CPO menghadapi kampanye negatif untuk produk sawit dari Uni Eropa yang berimbas menekan harga komoditas ini.

Meski demikian, para emiten CPO tetap optimistis dan akan mengerek produksi. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menyatakan tidak terpengaruh secara langsung kebijakan Uni Eropa. "Kami tidak memiliki pengolahan biodiesel dan tidak memiliki pasar ekspor ke Uni Eropa," ungkap Tofan Mahdi, Vice President Communications AALI kepada KONTAN, Senin (13/5).

Uni Eropa mulai menerapkan kebijakan Renewable Energy Directive II, yang mengeluarkan minyak sawit dari daftar energi terbarukan. Tak pelak, kebijakan tersebut berdampak pada ekspor sawit Indonesia ke Eropa.

Berdasarkan catatan KONTAN, sepanjang tahun lalu pasar Uni Eropa berkontribusi 4,5 juta ton-5 juta ton terhadap total pasar ekspor produk sawit Indonesia. Adapun jumlah ekspor AALI hanya 40,6%. Selebihnya atau 59,4% diserap pasar domestik. Sedangkan pasar emerging di luar Eropa justru berkontribusi besar, yakni 6 juta ton- 7 juta ton. AALI menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar terkait harga sawit. Yang terang, dalam situasi ini, Astra Agro terus mengupayakan efisiensi dan produktivitas.

Sampai kuartal I-2019, AALI mencatat kinerja keuangan yang kurang memuaskan. Pendapatan AALI turun menjadi Rp 4,23 triliun dari kuartal yang sama tahun sebelumnya yakni Rp 4,45 triliun.

Sementara laba bersih turun menjadi Rp 39,82 miliar dari sebelumnya Rp 373,41 miliar. "Ini dampak dari turunnya harga jual rata-rata CPO AALI, khususnya harga di kuartal IV 2018," klaim Tofan.

Setali tiga uang, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencoba bertahan dari efek isu negatif produk sawit dan berusaha mempertahankan kenaikan produksi CPO.

Supriyadi Jamhir, Corporate Communications Department Head DSNG masih optimistis dengan prospek CPO yang diperkirakan membaik dengan kebijakan mandatory B20 pada September 2018 dan rencana penerapan B30 tahun ini. "Tahun ini memang ada masalah kampanye negatif produk sawit tapi diharapkan tidak akan mempengaruhi permintaan sawit," katanya.

Atas dasar itu, Dharma Satya belum berencana menyasar pasar ekspor, karena selama ini masih dijual di pasar dalam negeri. Hingga kuartal I 2019, DSNG mencatat produksi CPO sebesar 129.000 ton, naik 61% ketimbang periode sama tahun lalu. Adapun nilai penjualan DSNG di kuartal I 2019 mencapai Rp 1,37 triliun, naik sekitar 42% ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Emiten sawit lainnya, PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) pun terus memacu produksi CPO tahun ini. Targetnya, produksi TBS inti sebesar 250.000 ton, naik dari periode tahun lalu sebesar 228.549 ton. Hingga kuartal I-2019, produksi CPO GZCO baru tercapai 15% dari target atau senilai 40.049 ton.

Andrew Michael Vincent, Direktur GZCO bilang, ada dua sentimen negatif bagi industri CPO, yakni pengetatan ekspor CPO ke Uni Eropa dan harga CPO yang rendah. "Tapi pemerintah saat ini sudah membantu agar dapat membangkitkan industri CPO, mulai dari negosiasi dan lobi di level global serta aturan B20 pada kendaraan," kata dia.

Bagikan

Berita Terbaru

MSCI Effect, Pejabat Tinggi OJK dan BEI Kompak Mundur
| Jumat, 30 Januari 2026 | 19:29 WIB

MSCI Effect, Pejabat Tinggi OJK dan BEI Kompak Mundur

Pengumuman MSCI yang membekukan evaluasi indeks saham Indonesia hingga bulan Mei 2026, berbuntut panjang.

IHSG Masih Tertekan, Apakah Saham MBMA Masih Cukup Menarik?
| Jumat, 30 Januari 2026 | 16:19 WIB

IHSG Masih Tertekan, Apakah Saham MBMA Masih Cukup Menarik?

Perubahan lanskap geopolitik, hingga kebijakan energi berbagai negara menjadi faktor yang berpotensi menjaga momentum sektor komoditas.

Momen Ramadan Bisa Mendorong Kinerja Kalbe Farma (KLBF)
| Jumat, 30 Januari 2026 | 09:00 WIB

Momen Ramadan Bisa Mendorong Kinerja Kalbe Farma (KLBF)

Pertumbuhan laba PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) di tahun ini akan didorong pemulihan pendapatan lintas segmen dan kontribusi bisnis obat resep.

Dongkrak Pertumbuhan Laba, ACES Hadirkan Gerai Ritel Rumah Tangga NEKA
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:52 WIB

Dongkrak Pertumbuhan Laba, ACES Hadirkan Gerai Ritel Rumah Tangga NEKA

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menghadirkan NEKA, merek usaha baru yang menyediakan aneka kebutuhan rumah dan gaya hidup.

Genjot Kinerja, Emiten Suntik Modal untuk Anak Usaha
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:42 WIB

Genjot Kinerja, Emiten Suntik Modal untuk Anak Usaha

Emiten berharap suntikan modal ke anak usaha bisa berefek positif ke kinerja perusahaan di masa mendatang. 

Rogoh Kocek Dana Rp 250 Miliar, Rukun Raharja (RAJA) Menggelar Buyback Saham
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:33 WIB

Rogoh Kocek Dana Rp 250 Miliar, Rukun Raharja (RAJA) Menggelar Buyback Saham

Buyback saham dilaksanakan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) selama periode 29 Januari 2026 sampai dengan 28 April 2026. ​

Volume Produksi Meningkat, Laba Darma Henwa (DEWA) Melesat di Sembilan Bulan 2025
| Jumat, 30 Januari 2026 | 08:27 WIB

Volume Produksi Meningkat, Laba Darma Henwa (DEWA) Melesat di Sembilan Bulan 2025

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencetak pertumbuhan kinerja pendapatan dan laba bersih selama periode Januari–September 2025.​

Dana Saham Lari ke Emas? Simak Proyeksi Harga Emas di 2026
| Jumat, 30 Januari 2026 | 06:50 WIB

Dana Saham Lari ke Emas? Simak Proyeksi Harga Emas di 2026

Emas batangan Antam capai Rp 3,16 juta per gram. Proyeksi di 2026 harga emas Antam akan sentuh Rp 4,2 juta per gram.

Nilai Tukar Rupiah Tertekan Sell Off Saham
| Jumat, 30 Januari 2026 | 06:45 WIB

Nilai Tukar Rupiah Tertekan Sell Off Saham

Rupiah melemah ke 16.755 per dolar AS, dipicu sell off asing dan sinyal The Fed. Cermati proyeksinya pada Jumat (30/1)

Sektor Manufaktur Bakal Jadi Penopang Penyaluran Kredit Baru
| Jumat, 30 Januari 2026 | 06:35 WIB

Sektor Manufaktur Bakal Jadi Penopang Penyaluran Kredit Baru

Prospek penyaluran kredit di sektor industri pengolahan atau manufaktur diprediksi akan bergairah pada kuartal pertama tahun ini. ​

INDEKS BERITA

Terpopuler