Emiten Teknologi dan Bank Digital Menjadi Pemberat Bursa

Senin, 04 Juli 2022 | 07:00 WIB
Emiten Teknologi dan Bank Digital Menjadi Pemberat Bursa
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah saham teknologi dan bank digital menjadi pemberat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama semester pertama lalu. Emiten-emiten tersebut seperti ARTO,EMTK,BUKA, BBYB dan AGRO

ARTO misalnya. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini harga saham turun 46,57%, sehingga mengurangi IHSG 81,99 poin di periode tersebut. EMTK turun 28,67% pada periode yang sama sehingga poin terhadap indeks hilang 22,14. Sementara BUKA, menyeret IHSG dengan penurunan 20,83 poin lantaran harga sahamnya minus 37,61%.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Desy Israhyanti melihat prospek saham yang berbasis teknologi memang cukup berat akibat potensi kenaikan suku bunga.

"Perkiraannya, The Fed akan menaikkan suku bunga agresif Juli sehingga berpotensi melambat dalam jangka pendek," ujar dia, Sabtu (2/7).

Selain saham teknologi dan bank digital, saham yang menjadi penyeret IHSG selama semester pertama lalu adalah TLKM, ANTM, INTP dan GEMS. Desy melihat, beberapa emiten laggard ini masih menarik, seperti ARTO, TLKM dan ANTM.

ARTO dinilai menarik lantaran memiliki ekosistem bisnis yang kuat dan bank digital pertama yang sudah bisa mencetak keuntungan. Lalu TLKM dipilih karena merupakan market leader di industri yang prospeknya baik.

Kemudian ANTM dinilai berpotensi memegang porsi besar suplai nikel untuk baterai kendaraan listrik yang saat ini sedang dikembangkan. "ANTM dengan Indonesia Battery Corporation sedang membentuk perusahaan patungan dengan perusahaan asing untuk bangun smelter, sebagai bagian program hilirisasi pemerintah," papar Desy.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai saham-saham laggard tersebut masih berpotensi mengalami tekanan jual, seiring dengan proyeksi pada IHSG. "Pelaku pasar bisa melakukan strategi buy on weakness selama bulan Juli-Agustus ini dalam beberapa tahap, dengan porsi lebih besar ketika harga semakin murah," saran dia.

Ivan menjagokan saham EMTK, ARTO, TLKM, BBYB, INTP serta ANTM. Ia merekomendasikan sektor perbankan karena dalam fase pemulihan, biasanya sektor ini akan lebih dahulu bergerak naik, baru disusul sektor lain. Selebihnya, saham-saham ini, dilihat secara teknikal, sudah pada akhir koreksi. Dus, saham berpotensi mengalami rebound akhir tahun nanti.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:25 WIB

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) berencana menambah gerai baru sekaligus menghadirkan produk dan merek baru di berbagai segmen usaha.

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:00 WIB

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?

Di rancangan peraturan terbaru, besaran free float dibedakan berdasarkan nilai kapitalisasi saham calon emiten sebelum tanggal pencatatan.

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:31 WIB

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good

Obligasi bertema ESG dan keberlanjutan akan meramaikan penerbitan surat utang di 2026. Bagaimana menakar daya tariknya?

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:29 WIB

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik

Strategi tersebut ditempuh melalui penguatan kapabilitas manufaktur, diversifikasi produk bernilai tambah, serta integrasi ekosistem bisnis.

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:23 WIB

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi

Para pelaku usaha tengah menantikan kepastian izin impor yang belum terbit. Padahal, saat ini sudah melewati waktu proses.

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:50 WIB

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN

Investor asing mencatat jual neto Rp 2,77 triliun di SBN. Tekanan jual ini diprediksi berlanjut hingga Kuartal I 2026. Pahami risikonya.

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:30 WIB

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah

​Didorong penurunan suku bunga dan program pemerintah, OJK dan BI memproyeksikan kredit perbankan tumbuh hingga dua digit tahun ini,

Nasib Rupiah Awal Pekan: Tertekan Isu Domestik & Global
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:15 WIB

Nasib Rupiah Awal Pekan: Tertekan Isu Domestik & Global

Rupiah melemah hingga 16.887 per dolar AS. Cari tahu alasan di balik tekanan Moodys dan data ketenagakerjaan AS yang memicu gejolak

Korupsi Pajak
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:10 WIB

Korupsi Pajak

Membersihkan institusi perpajakan bukan sekadar agenda antikorupsi, melainkan prasyarat menjaga kepercayaan pasar.

Peringatan Beruntun dari Lembaga Asing Jadi Tekanan IHSG Pekan Ini
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:05 WIB

Peringatan Beruntun dari Lembaga Asing Jadi Tekanan IHSG Pekan Ini

Penurunan peringkat IHSG memperkuat persepsi bahwa daya tarik pasar domestik di mata investor global sedang menurun

INDEKS BERITA

Terpopuler