Gelombang PHK Masih Belum Mereda

Senin, 13 April 2026 | 05:10 WIB
Gelombang PHK Masih Belum Mereda
[]
Reporter: Hervin Jumar | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih berlanjut hingga awal 2026.

Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, sebanyak 8.389 pekerja mengalami PHK per akhir Maret 2026. Dari jumlah ini, pekerja terkena PHK paling banyak dari Jawa Barat, sebanyak 1.721 orang atau 20,51% dari total pekerja yang mengalami PHK.

Melihat data tersebut, Presiden Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Saeful Tavip menyatakan, pemerintah belum mampu memenuhi target penciptaan 19 juta lapangan kerja dalam lima tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Baca Juga: Tanda-Tanda Gelombang PHK Mulai Terlihat

Menurutnya, persoalan tidak hanya lapangan kerja baru yang minim, tetapi juga kegagalan mempertahankan pekerjaan yang sudah ada.

"Lapangan kerja baru belum tercipta signifikan, sementara yang lama justru terus hilang akibat PHK," ujarnya kepada KONTAN, Minggu (12/4). 

Sektor padat karya jadi yang paling terdampak, khususnya industri tekstil, garmen, dan alas kaki. Tavip menilai, arus barang impor yang mengalir deras terutama dari China serta masuknya barang bekas layak pakai menekan daya saing industri domestik.

Baca Juga: Ancaman PHK Menjelang Lebaran Sering Terjadi

Untuk menahan laju PHK, OPSI mendorong pemerintah segera mengambil langkah korektif.

Di antaranya mempercepat industrialisasi di berbagai sektor, membatasi impor barang konsumsi, serta memberikan insentif bagi investor dalam negeri melalui keringanan pajak, kemudahan berusaha, dan juga penyederhanaan perizinan.

Baca Juga: Ancaman PHK Masih Membayangi Indonesia di Tahun 2026 ini

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyebutkan, pelaku usaha saat ini masih mengedepankan efisiensi operasional sebagai langkah utama menghadapi tekanan biaya produksi akibat kondisi global. Tapi, PHK tetap menjadi opsi terakhir.

Baca Juga: Siasat Pemerintah Tahan Ancaman Badai PHK

Dunia usaha, klaim Shinta, masih tetap berupaya menjaga pekerja melalui berbagai strategi internal.

Mulai dari  melakukan efisiensi, selektivitas proyek, hingga penguatan manajemen risiko dan pengelolaan sektor keuangan. 

Namun, "Dengan dukungan kebijakan yang tepat (dari pemerintah), dampak efisiensi terhadap tenaga kerja bisa ditekan," imbuh Shinta.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

 Negosiasi AS-Iran Mandek, Harga Emas Bersiap Terbang Menembus US$ 5.000?
| Senin, 13 April 2026 | 07:58 WIB

Negosiasi AS-Iran Mandek, Harga Emas Bersiap Terbang Menembus US$ 5.000?

Aksi borong emas makin masif dilakukan oleh bank-bank sentral global yang secara agresif menjadikannya sebagai alternatif cadangan devisa.

ESG Cikarang Listrindo (POWR): Menjual Setrum dari Operasi Ramah Lingkungan
| Senin, 13 April 2026 | 07:51 WIB

ESG Cikarang Listrindo (POWR): Menjual Setrum dari Operasi Ramah Lingkungan

Simak rencana bisnis Penyedia listrik PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) ke depan dengan operasi ramah lingkungan dan potensi pembagian dividen.

Perundingan AS-Iran Gagal, IHSG Dalam Ancaman, Technical Rebound bisa Patah
| Senin, 13 April 2026 | 07:36 WIB

Perundingan AS-Iran Gagal, IHSG Dalam Ancaman, Technical Rebound bisa Patah

Belum ada kabar gembira soal ekonomi domestik yang bisa menjadi katalis penopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Emiten Menara Cetak Pertumbuhan Laba Pada 2025
| Senin, 13 April 2026 | 07:12 WIB

Emiten Menara Cetak Pertumbuhan Laba Pada 2025

Tiga emiten menara telekomunikasi terbersar di Indonesia kompak mencetak pertumbuhan kinerja di sepanjang tahun 2025. 

Saham Emiten Merekah Saat Harga Emas Melemah
| Senin, 13 April 2026 | 07:05 WIB

Saham Emiten Merekah Saat Harga Emas Melemah

Mayoritas saham emiten emas berkilau dalam sepekan terakhir saat harga komoditas ini dalam tren melandai.​

IHSG Senin (13/4) Masih Disetir Tekanan Geopolitik
| Senin, 13 April 2026 | 07:01 WIB

IHSG Senin (13/4) Masih Disetir Tekanan Geopolitik

Negosiasi AS-Iran alot, Israel ikut menekan. Dinamika global bisa pengaruhi pergerakan IHSG hari ini.

Menjaga Kinerja Manufaktur di Masa Krisis
| Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB

Menjaga Kinerja Manufaktur di Masa Krisis

Menjaga kinerja industri manufaktur dalam negeri harus fokus pada pasar domestik sebagai penopang utama.​

Kenaikan Harga Dongkrak Kinerja Emiten Minyak dan Gas
| Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB

Kenaikan Harga Dongkrak Kinerja Emiten Minyak dan Gas

Eskalasi konflik Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak. Cari tahu emiten migas mana saja yang berpotensi cuan dari kondisi ini

Nasib Malang Rupiah
| Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB

Nasib Malang Rupiah

Pemerintah seolah tidak punya ambisi besar untuk mempertahankan nilai rupiah yang terpuruk dalam imbas geopolitik. 

BEI Bersih-bersih, 18 Emiten 'Zombie' Didepak Paksa
| Senin, 13 April 2026 | 06:58 WIB

BEI Bersih-bersih, 18 Emiten 'Zombie' Didepak Paksa

BEI ambil langkah tegas demi kredibilitas pasar. 18 emiten bermasalah, termasuk 7 pailit, akan delisting. Cari tahu dampaknya!

INDEKS BERITA

Terpopuler