Hingga Kuartal III-2022, Penjualan Phapros Mencapai Rp 876,43 miliar

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 16:39 WIB
Hingga Kuartal III-2022, Penjualan Phapros Mencapai Rp 876,43 miliar
[ILUSTRASI. PT Phapros Tbk (PEHA).]
Reporter: Sumber: Harian KONTAN | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten farmasi, PT Phapros Tbk (PEHA) masih memegang harapan bisa ncapai pertumbuhan penjualan di level dua digit hingga akhir tahun nanti. Setidaknya, ini tercermin dari realisasi kinerja perseroan selama kuartal ketiga yang mampu tumbuh sesuai dengan target.

"Target kami masih sama.Untuk pertumbuhan penjualan kami berharap dapat tumbuh di dua digit," ujar ungkap Sekretaris Perusahaan PEHA Zahmilia Akbar, kepada KONTAN, Jumat (28/10). Ini berkaca dari performa PEHA hingga kuartal III-2022 terus terjaga.

Hingga kuartal III-2022, penjualan Phapros tercatat mencapai Rp 876,43 miliar atau tumbuh 14,24% dibandingkan angka penjualan PEHA pada kuartal III-2021 hanya mencapai Rp 767,17 miliar.

Penjualan Phapros masih ditopang oleh penjualan kepada pihak berelasi yang tercatat sebesar Rp 804,38 miliar. Kemudian, kontribusi dari penjualan kepada pihak ketiga senilai Rp 72,04 miliar.

Baca Juga: Phapros (PEHA) Masih Targetkan Pertumbuhan Dua Digit Hingga Tutup Tahun 2022

Zahmilia bilang, pencapaian perusahaan selama tahun 2022 ini didorong oleh sejumlah katalis positif. Namun utamanya berkaitan dengan pemulihan kondisi makro dan mikro ekonomi Indonesia dibandingkan dengan kondisi selama pandemi.

Indikatornya, pertumbuhan beberapa sektor produk unggulan perseroan, seperti Antimo di sektor travel convenience yang terkerek cukup signifikan di atas 100% dibandingkan tahun 2021 lalu. Serta beberapa produk pareto di sektor peresepan, seperti sektor gigi, alergi, dan lain sebagainya.

Terkait dengan strategi bisnis, PEHA masih menjalankan program yang selama ini sudah dilakukan. Dia menjabarkan, pihaknya selalu berupaya meningkatkan kepercayaan pelanggan melalui keunggulan kualitas dan memastikan produk-produk PEHA dapat ditemui dengan mudah di pasaran. "Termasuk melalui inovasi produk baru baik produk obat bebas maupun obat resep generik serta branded," sebutnya.

Tahun ini, Phapros memasang target untuk memperkenalkan 10 produk baru. Adapun, realisasinya hingga Oktober 2022 secara total sudah ada delapan produk anyar yang dirilis.

Baca Juga: Laba Bersih Phapros (PEHA) Melesat 57,33% Hingga Kuartal III-2022

"Untuk kinerja memang produk baru masih belum terlalu tinggi, karena launching kurang dari enam bulan," sebut dia.

Meski belum bisa membeberkan secara detail rencana kerja untuk tahun 2023, manajemen PEHA melihat prospek industri farmasi dapat semakin tumbuh dibandingkan tahun ini.

Tahun depan, Phapros akan tetap fokus pada inovasi produk baru dan efisiensi, termasuk menjadikan commercial excellence, operational excellence, financial excellence dan digitalisasi.

Bagikan

Berita Terbaru

Dampak Perang Dagang AS ke Ekonomi Indonesia: Ekspor Terancam, Rupiah Melemah
| Jumat, 04 April 2025 | 12:56 WIB

Dampak Perang Dagang AS ke Ekonomi Indonesia: Ekspor Terancam, Rupiah Melemah

Indonesia terkena tarif resiprokal sebesar 32% untuk berbagai produk ekspor ke AS. Tarif resiprokal ini akan berlaku mulai 9 April 2025.

Nilai Aset Saham Investor Asing Susut Rp 377 Triliun di Kuartal I-2025
| Jumat, 04 April 2025 | 11:17 WIB

Nilai Aset Saham Investor Asing Susut Rp 377 Triliun di Kuartal I-2025

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 29,92 triliun sepanjang tiga bulan pertama tahun ini saat IHSG merosot 8,04%.

Profit 30,24% Setahun, Harga Emas Antam Hari Ini Rontok (4 April 2025)
| Jumat, 04 April 2025 | 09:46 WIB

Profit 30,24% Setahun, Harga Emas Antam Hari Ini Rontok (4 April 2025)

Harga emas Antam (4 April 2025) ukuran 1 gram masih Rp 1.819.000. Di atas kertas pembeli setahun lalu bisa untung 30,24% jika menjual hari ini.

Saham Sektor Bank Indonesia Jadi Salah Satu Favorit Investasi Bank Sentral Norwegia
| Jumat, 04 April 2025 | 09:30 WIB

Saham Sektor Bank Indonesia Jadi Salah Satu Favorit Investasi Bank Sentral Norwegia

Norges Bank lebih pasif dalam mengelola portofolionya di saham penghuni BEI, dengan akumulasi terakhir tercatat pada akhir 2024.

Perlu Intervensi Cegah Rupiah ke Rp 17.000
| Jumat, 04 April 2025 | 09:10 WIB

Perlu Intervensi Cegah Rupiah ke Rp 17.000

Rupiah di pasar offshore sempat bertengger di Rp 16.771 per dolar AS. Ini menjadi performa terburuk rupiah sepanjang masa

Vale Indonesia (INCO) Bakal Dapat Cuan dari Bijih Nikel, Simak Rekomendasi Sahamnya
| Jumat, 04 April 2025 | 08:55 WIB

Vale Indonesia (INCO) Bakal Dapat Cuan dari Bijih Nikel, Simak Rekomendasi Sahamnya

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diprediksi masih akan menuai pertumbuhan kinerja di tahun 2025, didorong penjualan dari bijih nikel atau nickel ore.

Kepatuhan Formal Wajib Pajak 62%
| Jumat, 04 April 2025 | 08:41 WIB

Kepatuhan Formal Wajib Pajak 62%

Hingga 1 April 2024, pukul 00.01 WIB, pelaporan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2024 tercatat 12,34 juta

Pacu Segmen Korporasi, Telkom (TLKM) Incar Swasta Hingga BUMN
| Jumat, 04 April 2025 | 08:29 WIB

Pacu Segmen Korporasi, Telkom (TLKM) Incar Swasta Hingga BUMN

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terus memperkuat pasar pada segmen business to business (B2B) dengan meluncurkan Telkom Solutions.

Kinerja PGAS Tahun Ini Masih Dibayangi Kebijakan Harga Gas
| Jumat, 04 April 2025 | 08:24 WIB

Kinerja PGAS Tahun Ini Masih Dibayangi Kebijakan Harga Gas

Tahun ini PGAS berpotensi menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang kembali berlaku pada 2025.

Masyarakat Menahan Konsumsi di Ramadan dan Idulfitri
| Jumat, 04 April 2025 | 08:10 WIB

Masyarakat Menahan Konsumsi di Ramadan dan Idulfitri

Pelemahan konsumsi di periode Ramadan dan Idulfitri menandakan kelesuan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini

INDEKS BERITA

Terpopuler