Home Credit Targetkan Pembiayaan Meningkat 20%

Jumat, 22 Maret 2024 | 03:20 WIB
Home Credit Targetkan Pembiayaan Meningkat 20%
[ILUSTRASI. CEO Home Credit Indonesia, Animesh Narang (kanan) dan Ravinder Singh Rana, Chief Business Officer, APAC di Concentrix + Webhelp (kiri). Home Credit, perusahaan pembiayaan yang berorientasi pada kebutuhan konsumen mengumumkan peluncuran operasi bisnisnya di kantor Concentrix + Webhelp Yogyakarta, Senin (18/3/2024).]
Reporter: Shifa Nur Fadila | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Home Credit Indonesia yakin permintaan kredit masyarakat akan bertumbuh saat momen bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. Perusahaan ini yakin pembiayaan saat momentum tersebut akan membantu dalam memenuhi target pembiayaan naik double digit di sepanjang tahun ini. 

"Ramadan ini kebutuhan masyarakat serta keinginan untuk berbelanja meningkat. Kami memperkirakan akan ada peningkatan sangat besar atas pembiayaan kami saat Ramadan bahkan jika di banding Januari - Februari 2024," kata Chief Marketing & Digital Officer Home Credit Sheldon Chuan. Dia memproyeksikan, pembiayaan Home Credit bisa lebih dari 20%. 

Baca Juga: Home Credit Targetkan Penyaluran Pembiayaan Tumbuh Double Digit pada Tahun Ini

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.

Kontan Digital Premium Access

Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari

Rp 120.000
Business Insight

Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan

-
Berlangganan dengan Google

Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Debitur Menahan Ekspansi, Kredit Menganggur di Bank Menumpuk
| Rabu, 26 Februari 2025 | 06:05 WIB

Debitur Menahan Ekspansi, Kredit Menganggur di Bank Menumpuk

Di jajaran bank beraset besar, nilai kredit menganggur tertinggi dicatat BCA , mencapai Rp 411,13 triliun, atau meningkat 8,5% secara tahunan.​

Morgan Stanley Pangkas MSCI Indonesia, Indeks Ambruk, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 26 Februari 2025 | 06:04 WIB

Morgan Stanley Pangkas MSCI Indonesia, Indeks Ambruk, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih alias net sell sekitar Rp 1,63 triliun. Lima hari terakhir, net sell itu mencapai Rp 7,72 triliun.

Multifinance Gencar Diversifikasi Produk Syariah
| Rabu, 26 Februari 2025 | 05:30 WIB

Multifinance Gencar Diversifikasi Produk Syariah

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, piutang pembiayaan syariah multifinance per akhir tahun 2024 tumbuh 10,11% menjadi Rp 27,43 triliun. 

Hasnur Internasional Shipping (HAIS) Meraih Pendapatan Rp 1 Triliun
| Rabu, 26 Februari 2025 | 05:20 WIB

Hasnur Internasional Shipping (HAIS) Meraih Pendapatan Rp 1 Triliun

HAIS berinvestasi strategis pada 2024 dengan menambah 3,5 set armada baru, sehingga total 19 tugboat dan 19 barge per akhir Desember 2024.

Produsen Ban di Tanah Air Mulai Menggarap Pasar Kendaraan Listrik
| Rabu, 26 Februari 2025 | 05:01 WIB

Produsen Ban di Tanah Air Mulai Menggarap Pasar Kendaraan Listrik

Michelin pun telah menjalin kemitraan strategis dengan produsen otomotif untuk menyediakan ban original equipment (OE) bagi kendaraan listrik.

IHSG Ambrol ke 6.587 Hari Ini (25/2), Saham-Saham Ini Banyak Dijual Asing
| Rabu, 26 Februari 2025 | 04:55 WIB

IHSG Ambrol ke 6.587 Hari Ini (25/2), Saham-Saham Ini Banyak Dijual Asing

IHSG ambyar 2,41% atau setara 162,51 poin ke 6.587,09 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/2).

Menyoroti Regulasi Fintech di Indonesia
| Rabu, 26 Februari 2025 | 04:44 WIB

Menyoroti Regulasi Fintech di Indonesia

Karena ada gelombang kasus manipulasi pada 2021, pemerintah China menetapkan berbagai mekanisme jaminan sebagai sebuah cara proteksi investor.

Intiland Development (DILD) Pasang Target Konservatif
| Rabu, 26 Februari 2025 | 04:25 WIB

Intiland Development (DILD) Pasang Target Konservatif

Tahun ini, pengembangan kluster-kluster baru di perumahan dan lahan existing Intiland seluas total 2.000 meter persegi tetap akan dilakukan.

Efek Relaksasi Bea Masuk Tak Signifikan ke Penerimaan Negara
| Rabu, 26 Februari 2025 | 04:25 WIB

Efek Relaksasi Bea Masuk Tak Signifikan ke Penerimaan Negara

Di 2024, penerimaan negara dari barang kiriman mencapai Rp 1,7 triliun. Dari jumlah tersebut, bea masuk mencapai Rp 647 miliar. 

Beban Berat Ekonomi Usai Kelahiran Danantara
| Rabu, 26 Februari 2025 | 04:20 WIB

Beban Berat Ekonomi Usai Kelahiran Danantara

Dalam jangka pendek, Indonesia justru berpotensi kehilangan pemasukan dan hasil yang didapat masih dalam jangka panjang. 

INDEKS BERITA

Terpopuler