Insentif buat Kaum Tani

Senin, 18 Maret 2024 | 05:05 WIB
Insentif buat Kaum Tani
[ILUSTRASI. TAJUK - Ardian Taufik Gesuri]
Ardian Taufik Gesuri | Pemimpin Redaksi

KONTAN.CO.ID - Mungkin sudah capek atau  karena sudah bulan Ramadan. Tiada lagi yang teriak-teriak soal mahalnya harga beras.  
Harga beras saat ini sudah melandai, walau masih tinggi. Saat memasuki musim panen April–Mei nanti, pasokan beras bakal melimpah, dan harganya akan kembali turun.
Tapi, jangan terlena, karena masa panen rata-rata hanya dua kali setahun. Selebihnya bisa terjadi bulan-bulan defisit beras bila pengelolaan stok beras di pasar kedodoran, sebagaimana kejadian awal tahun ini.

Di tahun ini pun produksi beras rawan merosot dan siap-siap impor dalam jumlah besar. Sawah warisan nenek moyang terus menyusut. Terjadi involusi. Banyak kaum tani  cuma punya lahan sepetak. Banyak pula warga yang hanya jadi penggarap lantaran tak punya sawah lagi.

Selain sempitnya lahan, memang banyak faktor yang membuat usaha pertanian makin tak menarik untuk dipertahankan. Pupuk, bibit, saprotan memang tersedia, tapi subsidi dari negara tidak penuh. Petani tak bisa memaksimalkan produksi lantaran tak sanggup menebus pupuk non-subsidi yang mahal.

Tak heran, lalu penyusutan lahan persawahan susah dihentikan. Hasil validasi akhir luas lahan baku sawah saat ini 7,46 juta hektare. Tapi angka ini bakal terus mengecil, karena secara nasional terjadi alih fungsi lahan ke non-sawah sekitar 60.000–80.000 ha atau 165–220 ha per hari.
Sebetulnya sudah ada peraturan presiden yang keluar tahun 2019 untuk melindungi lahan pertanian pangan berkelanjuitan. Sayangnya hingga kini masih banyak pemda yang belum membikin peraturan daerah untuk melaksanakan perpres tersebut. Sehingga belum jelas pula insentif apa saja yang akan diberikan kepada masyarakat untuk mempertahankan lahan sawahnya.

Untuk mencapai kedaulatan pangan, seyogianya pemerintah tidak hanya mengalokasikan sumber daya dalam jumlah besar untuk membangun food estate, tapi juga memberikan banyak insentif bagi petani, serta peternak dan nelayan. Terlebih langkah ini sejalan dengan program pengentasan kemiskinan.

Sudah selayaknya pemerintah mengalokasikan subsidi pupuk dan benih secara penuh, ketersediaan infrastruktur, membuka akses modal dan bunga kredit murah, pelayanan kesehatan, membebaskan PBB pertanian di bawah 2 ha, serta jaminan pendidikan bagi anak petani hingga jenjang sarjana.

Bila bagi-bagi makan siang gatis dan membangun IKN Nusantara sanggup, masa melindungi hajat hidup para petani tidak sanggup?    

Bagikan

Berita Terbaru

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:47 WIB

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik

Pada periode 2-6 Februari 2026, IHSG tumbang 4,73% dan ditutup pada level 7.935,26. Pekan sebelumnya, IHSG telah turun 6,94%.

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:00 WIB

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000

Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) naik 5,78% dalam sepekan melebihi kinerja IHSG yang turun -4,47%, efek euforia pasca spin off dari BMRI.

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:00 WIB

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen

WIKON diajukan PKPU oleh PT Pratama Widya Tbk (PTPW), sedangkan PTPP diajukan PKPU oleh PT Sinergi Karya Sejahtera.

 Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:00 WIB

Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin

BPJS Kesehatan tidak memiliki kewenangan menonaktifkan kepesertaan PBI JK karena menjadi kewenangan Kemensos

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:58 WIB

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah

Danantara melaksanakan groundbreaking enam proyek hilirisasi di 13 lokasi di Indonesia. Total nilai mencapai US$ 7 miliar. 

 Revolusi Melalui Teladan
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:56 WIB

Revolusi Melalui Teladan

Perjalanan karier Joao Angelo De Sousa Mota dari dunia konstruksi ke pertanian, hingga menjadi Dirut Agrinas

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:37 WIB

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek

Jika pemangkasan outlook membuat tekanan terhadap pasar SBN berlanjut dan mempengaruhi nilai tukar rupiah, maka imbal hasil berisiko naik

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:28 WIB

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah

Penerbitan global bond oleh pemerintah belum mampu menyokong cadangan devisa Indonesia              

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:25 WIB

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah

Prospek industri multifinance diperkirakan akan lebih cerah tahun ini setelah tertekan pada 2025.​ Piutang pembiayaan diprediksi tumbuh 6%-8%

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:05 WIB

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim

Ilmu pengetahuan kini sudah bisa menjadi penghubung antara adanya emisi gas rumah kaca dan bencana alam.

INDEKS BERITA

Terpopuler