Investor Mulai Hati-Hati, Penguatan Wall Street Terhenti

Rabu, 27 Februari 2019 | 06:17 WIB
Investor Mulai Hati-Hati, Penguatan Wall Street Terhenti
[]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Indeks saham di Amerika Serikat (AS) ditutup melemah setelah sesi perdagangan yang fluktuatif Selasa (26/2). Investor bersikap hati-hati menanti akhir dari perundingan dagang AS dan China. Apalagi, data ekonomi dan korporasi di Negeri Paman Sam menunjukan hasil yang mixed.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) tergerus 33,97 poin atau 0,13% menjadi 26.057,98. S&P 500 melemah 2,21 poin atau 0,08% menjadi 2.793,9. Sementara indeks Nasdaq Composite turun 5,16 poin atau 0,07% menjadi 7.549,30.

Indeks keyakinan konsumer yang menguat gagal meyakinkan investor, karena di saat yang sama data perumahan AS justru lebih rendah daripada perkiraan pasar. Para pemodal juga terlihat hati-hati mengambil posisi karena mereka masih menanti kejelasan tentang akhir dari perundingan dagang AS dan China.

Investor tampak hati-hati mengejar kenaikan indeks. Mereka menanti harga atau kabar yang lebih baik,” tutur Michael O’Rourke, chief market strategist di Jones Trading, seperti dikutip Reuters.

Indeks-indeks saham di AS dalam tren menguat selama pekan-pekan terakhir, terangkat oleh optimisme investor terhadap perkembangan perundingan dagang AS-China serta sinyal kebijakan moneter dovish yang dilepas The Fed.

Bagikan

Berita Terbaru

Indikasi Fenomena Makan Tabungan Menguat Lagi
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 04:45 WIB

Indikasi Fenomena Makan Tabungan Menguat Lagi

Pertumbuhan simpanan nasabah dengan nominal di bawah Rp 100 juta yang melambat menjadi 4,7% secara tahunan pada Juli 2026

Bank Kecil Menjaga Laju Bisnis Kredit
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 04:30 WIB

Bank Kecil Menjaga Laju Bisnis Kredit

Bank kecil tetap ekspansif di tengah tekanan ekonomi.                                                    

Bensin Batubara dan Ujian Ekonomi Hilirisasi
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 04:18 WIB

Bensin Batubara dan Ujian Ekonomi Hilirisasi

Pabrik coal-to-liquids (CTL) memerlukan modal besar yang baru kembali setelah bertahun-tahun beroperasi.

B50: Menguji Kesiapan Kapal dan Asuransi
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:47 WIB

B50: Menguji Kesiapan Kapal dan Asuransi

Perpindahan ke B50 sebaiknya tidak diperlakukan sebagai sekadar pencapaian target kalender atau seremonial semata.

Menakar Dampak Krisis Diesel Global terhadap Pasokan & Harga Solar Nasional
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Menakar Dampak Krisis Diesel Global terhadap Pasokan & Harga Solar Nasional

Krisis pasokan diesel di pasar solar global saat ini bersifat struktural, dan berpotensi bertahan hingga awal 2027. Indonesia mesti waspada

Bongkar Pasang
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Bongkar Pasang

Kalau reshuffle terjadi lebih sering daripada kita mengganti kalender, lantas hasil kerja semacam apa yang bisa diharapkan?

Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi domestik belum cukup kuat menahan tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan yield US Treasury.

Menakar Posisi Darma Henwa (DEWA) di Aturan Baru Jasa Tambang, Peluang Atau Beban?
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Menakar Posisi Darma Henwa (DEWA) di Aturan Baru Jasa Tambang, Peluang Atau Beban?

PT Darma Henwa (DEWA) merupakan kontraktor tambang KPC dan Arutmin, dua anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI). 

Tren Melemah Terus Melanda Rupiah, Cek Prediksi Pergerakan Mata Uang Garuda Hari Ini
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Tren Melemah Terus Melanda Rupiah, Cek Prediksi Pergerakan Mata Uang Garuda Hari Ini

Pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed. Terutama setelah data inflasi AS menunjukkan perkembangan yang lebih rendah daripada perkiraan.

Tekanan Jual Asing Masih Tinggi, Jelang Weekend, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Tekanan Jual Asing Masih Tinggi, Jelang Weekend, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dari domestik, pelaku pasar mencermati perkembangan reshuffle kabinet. Tekanan jual investor asing juga masih menjadi perhatian.

INDEKS BERITA