Kendati Dibantah Musk, Tudingan Pelecehan Seksual Tenggelamkan Saham Tesla

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:43 WIB
Kendati Dibantah Musk, Tudingan Pelecehan Seksual Tenggelamkan Saham Tesla
[ILUSTRASI. CEO Tesla Motors Elon Musk saat tur media di Tesla Gigafactory di Sparks, Nevada, AS. 26 Juli 2016. REUTERS/James Glover II/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kepala Eksekutif Tesla Inc Elon Musk menyebut tudingan pelecehan seksual terhadapnya sama sekali tidak benar. Tudingan tentang Musk melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pramugari di jet pribadi pada tahun 2016 termuat dalam artikel di Business Insider.

Saham pembuat mobil listrik tergelincir lebih dari 10% pada Jumat terpicu kekhawatiran pasar terhadap bisnis Tesla. Pasar menimbang dampak tudingan pelanggaran seksual berikut komentar tentang pilihan politik Musk terhadap citra dan kinerja penjualan Tesla.

Business Insider pada Kamis memberitakan bahwa perusahaan swasta Musk, SpaceX, membayar US$ 250.000 pada tahun 2018 untuk menyelesaikan gugatan pelecehan seksual yang diajukan seorang pramugari yang bekerja di jet pribadi Musk. Artikel itu tidak menyebut nama sang pramugari. 

Artikel tersebut mengutip seorang anonim yang mengatakan bahwa dia adalah teman pramugari. Teman itu telah memberikan pernyataan sebagai bagian dari proses penyelesaian pribadi, menurut artikel tersebut.

Baca Juga: Hindari Jerat Gagal Bayar, Rusia Kirim Dana Pelunasan Obligasi Sebelum Jatuh Tempo

"Saya menantang pembohong ini, yang mengklaim teman mereka melihat saya 'terbuka.'  Sebutkan satu hal, apa saja (bekas luka, tato, ...) yang tidak diketahui oleh publik. Dia tidak akan bisa melakukannya. Jadi, itu tidak pernah terjadi," demikian cuit Musk di akun pribadinya di Twitter, Kamis malam.

Reuters tidak dapat memverifikasi informasi yang dipublikasikan Business Insider.

Musk dan SpaceX tidak menanggapi permintaan Reuters untuk mengomentari kisah Business Insider atau tweet miliarder itu.

Dalam sebuah pernyataan kepada Reuters pada hari Jumat, Business Insider mengatakan: "Kami mendukung cerita kami yang didasarkan pada dokumen dan wawancara dan yang berbicara untuk dirinya sendiri."

Dari perspektif public relation, klaim pelanggaran seksual "memiliki potensi untuk mematikan orang," kata analis Guidehouse Insights Sam Abuelsamid.

Penurunan saham hari Jumat menjatuhkan sekitar $66 miliar dari nilai pasar Tesla dan menempatkan saham pada level terendah sejak Agustus lalu.

Sahamnya telah turun tajam sejak awal April karena rencana Musk untuk membeli Twitter memicu kekhawatiran tentang gangguan dan karena tindakan penguncian COVID China merusak produksi di Tesla.

Ross Gerber, CEO investor Tesla Gerber Kawasaki Wealth Management, mengatakan dia khawatir Tesla sangat bergantung pada satu orang, Musk. Tetapi dia yakin kliennya dari kubu liberal tetap terus membeli mobil Tesla. Bahkan, jika mereka tidak menyukai apa yang dikatakan Musk. "Misi Tesla sudah jelas," ujar Gerber.

Business Insider mengutip teman pramugari yang mengatakan bahwa selain diduga memperlihatkan bagian dalam tubuhnya, Musk menggosok paha pramugari itu. Ia menawarkan untuk membelikannya kuda jika dia mau "melakukan lebih banyak" selama pijatan dalam penerbangan.

Pramugari menjadi percaya bahwa penolakannya untuk menerima rayuan Musk telah merusak peluangnya untuk bekerja di SpaceX. Itu mendorongnya untuk menyewa pengacara pada tahun 2018, menurut Business Insider.

Baca Juga: Tolak Skema Pembayaran Gas yang Baru, Finlandia Kehilangan Pasokan Gas dari Rusia

Pada tahun 2018, perusahaan roket membayar $ 250.000 sebagai imbalan atas janji untuk tidak menuntut klaim dan termasuk perjanjian kerahasiaan yang mencegah pramugari berbicara tentang hal itu, kata Business Insider. Situs berita itu tidak menyebutkan nama teman atau pramugari itu.

Musk, yang berada di tengah-tengah upaya kontroversial untuk membeli Twitter Inc, mengatakan pada Rabu bahwa ia akan memilih Republik daripada Demokrat. Ia memprediksi "kampanye trik kotor melawan saya" akan mengikuti.

Pada Kamis malam, Musk pertama kali mentweet: "Serangan terhadap saya harus dilihat melalui lensa politik - ini adalah pedoman standar (tercela) mereka - tetapi tidak ada yang akan menghalangi saya untuk memperjuangkan masa depan yang baik dan hak Anda untuk kebebasan berbicara."

Dalam tweet awal, dia tidak secara spesifik menyebut tuduhan tersebut dalam artikel Business Insider.

Dia juga mentweet bahwa artikel itu dimaksudkan untuk mengganggu akuisisi Twitter.

Bagikan

Berita Terbaru

Intip Isi Portofolio Investasi Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Intip Isi Portofolio Investasi Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James

Pengalaman panjang di industri keuangan membuat Direktur Keuangan Krom Bank semakin selektif dalam mengelola portofolio investasinya.

Mengenal Ego Odysseus Dalam Memimpin
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Mengenal Ego Odysseus Dalam Memimpin

​Mencari orang yang pintar, visioner dan berwawasan luas itu memang sulit. Namun, jauh lebih sulit lagi mencari orang yang bijak.

Menekan Produksi Emisi Karbon Lewat Bata Ringan
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Menekan Produksi Emisi Karbon Lewat Bata Ringan

Bata ringan bukan hanya material konstruksi, ia juga bagian dari upaya mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon.

 
Layar Bioskop yang Merambah Bisnis Nobar Hingga Pijat
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Layar Bioskop yang Merambah Bisnis Nobar Hingga Pijat

Bioskop makin ekspansif mengembangkan bisnis dengan menggarap lini usaha non penayangan film. Seperti apa peluangnya?

Saat Bank Berebut Pasar Paylater
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Saat Bank Berebut Pasar Paylater

Paylater perbankan terus memperbesar pijakan di tengah perubahan kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi.

Belibis Liar di Telaga Warna
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Belibis Liar di Telaga Warna

​Sebelum dekade 2000, daging itik tidak laku. Para pebisnis mencari cara agar itik jantan mereka jadi uang. 

Tak Sebatas di Layar, AI Mulai Menempel di Tubuh
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Tak Sebatas di Layar, AI Mulai Menempel di Tubuh

Kecerdasan buatan (AI) mulai bergerak keluar dari layar ponsel, laptop, atau tablet ke perangkat yang melekat pada tubuh manusia.

Peluang Mengutip Cuan dari Peristiwa Perpisahan
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:50 WIB

Peluang Mengutip Cuan dari Peristiwa Perpisahan

Momen perpisahan di tempat kerja justru melahirkan ceruk bisnis cendera mata perpisahan yang kini banyak diminati.

Nasabah Bank Semakin Sering Pakai Layanan BI-FAST
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:50 WIB

Nasabah Bank Semakin Sering Pakai Layanan BI-FAST

Volume transaksi BI-FAST menembus 2,9 miliar transaksi di semester I-2026, tumbuh 32,42% secara tahunan. 

Siaga Penuh! Masuk Fase Kritis Kebakaran dan Kekeringan
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:50 WIB

Siaga Penuh! Masuk Fase Kritis Kebakaran dan Kekeringan

Seiring El Nino yang makin menguat, kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan berpotensi kian meluas. 

 
INDEKS BERITA

Terpopuler