Kinerjanya Makin Melambat, Alibaba Terganggu Douyin dan Pinduoduo

Kamis, 09 Desember 2021 | 15:57 WIB
Kinerjanya Makin Melambat, Alibaba Terganggu Douyin dan Pinduoduo
[ILUSTRASI. Layar monitor menampilkan acara Double Eleven Shopping Festival yang digelar Tmall, 11 November 2020.]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Selama lebih dari satu dekade, Alibaba Group telah menjadi raja e-commerce yang tak tersaingi di China. Namun belakangan ini, posisinya terganggu oleh kehadiran pesaing yang agresif.

Minggu ini, Alibaba mengumumkan akan menata ulang bisnis e-commerce miliknya menjadi dua unit. Satu untuk China dan satu untuk luar China. 

Di China, Alibaba memiliki dua platform, yang memproses pesanan bernilai lebih dari US$1 triliun per tahunnya. Masing-masing adalah Tmall untuk merek mapan dan Taobao yang terbuka untuk semua jenis pedagang.

Namun tahun ini Alibaba membukukan pertumbuhan yang sangat lambat dalam customer management revenue (CMR), alias pendapatan yang berasal dari biaya yang dibebabnkan ke pedagang untuk layanannya. Biasanya, CMR menyumbang sepertiga hingga setengah dari total pendapatan. Untuk kuartal ketiga tahun ini, CMR naik hanya 3%, jauh di bawah angka pertumbuhan di periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 20%.

Baca Juga: Inggris dan Kanada ikut boikot diplomatik Olimpiade musim dingin Beijing

Penurunan kinerja Alibaba juga terlihat dari pemangkasan perkiraan pendapatan tahunannya bulan lalu. Sementara penjualan atau gross merchandise value (GMV) untuk Singles Day, yang merupakan program belanja unggulan Alibaba di tahun ini hanya naik 8,5%. Itu adalah kenaikan terkecil sepanjang sejarah Alibaba.

Penyebab angka-angka yang mengecewakan itu adalah perubahan peraturan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat. Pandemi menjadi alasan pembeli untuk tidak berbelanja secara jor-joran.

Tetapi Alibaba juga menyadari pengaruh persaingan yang kian ketat dan fakta bahwa beberapa saingan telah mampu mengimbangi Alibaba di pasar digital China yang tumbuh paling cepat.

Pedagang dan analis menunjuk Douyin, aplikasi milik Bytedance, pembuat Tiktok, sebagai pesaing terkuat Alibaba dalam segmen e-commerce secara streaming. Sementara Pinduoduo Inc yang terdaftar di Nasdaq, memimpin dalam e-commerce pedesaan dan anggaran.

Baca Juga: Bursa Asia bergerak mixed dengan mayoritas indeks menguat pada pagi ini

"Platform lain tumbuh lebih cepat dari Alibaba, yang berarti mereka mengambil jatah Alibaba," kata Lu Zhenwang, CEO Wanqing Consultancy yang berbasis di Shanghai.

Alibaba mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Reuters bahwa mereka selalu menghadapi persaingan yang ketat. Perusahaan itu menyatakan, para merchant mereka bisa memanfaatkan fitur streaming di platform Taobao. Alibaba juga menyiapkan platform Taobao Deals untuk belanja diskon dan platform Taocaicai untuk konsumen yang ingin melakukan pembelian secara kolektif. Yang terakhir ini menyasar pangsa pasar paling bawah.

Douyin menargetkan GMV untuk tahun ini naik menjadi lebih dari 1 triliun yuan, menurut sumber perusahaan yang mengetahui langsung masalah tersebut. Sumber itu menolak untuk dikutip karena tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Target itu lebih dari enam kali lipat daripada hasil yang diperolehnya tahun lalu, yaitu 150 miliar yuan. Sumber menyebut, angka untuk tahun lalu itu didasarkan atas penjualan selama 11 bulan.

Douyin menolak berkomentar tentang bisnis e-commerce-nya.

Aplikasi yang memiliki 600 juta lebih pengguna aktif per hari itu mulai memungkinkan pedagang untuk membuka toko di platformnya pada tahun 2018. Tahun ini perusahaan telah mempermudah merek untuk membuka toko andalan.

Yatsen, induk dari raksasa kosmetik China Perfect Diary, berencana untuk berinvestasi lebih banyak dalam kehadirannya di Douyin. Sebagai perbandingan, penjualannya di Tmall, yang menyumbang sekitar 40% dari pendapatannya, mengalami kontraksi.

"Douyin, saat ini, menjadi faktor yang sangat penting untuk pertumbuhan merek," kata CEO Huang Jinfeng kepada panggilan analis bulan lalu.

Baca Juga: Luhut ajak Huawei tingkatkan kerja sama di bidang smart future dan energi terbarukan

Pedagang tertarik dengan Douyin karena waktu yang dihabiskan pengguna platform itu rata-rata 1.871 menit pada bulan Oktober. Angka itu jauh di atas waktu pengguna di Taobao, yaitu 350 menit, menurut perusahaan konsultan Questmobile.

Selain itu, lalu lintas pemirsa Alibaba cenderung bermuara ke selebriti live streaming di China, yaitu Li Jiaqi, yang dikenal sebagai Saudara Lipstik dan Viya, mantan penyanyi. Sebaliknya, live streaming yang digelar Douyin diramaikan oleh banyak para live streamer..

Zen Yan, seorang auditor berusia 42 tahun yang tinggal di Beijing, adalah pembelanja Douyin yang rajin.

"Sangat mudah untuk menghabiskan satu jam atau lebih dengan berselancar di Douyin setiap harinya. Ada banyak influencer yang menjual segala macam hal," katanya.

Baca Juga: China Menjanjikan Tindakan Balasan Atas Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing Oleh AS

Pinduoduo menempati kutub lain e-commerce China. Platform ini populer di kalangan penduduk pedesaan China, karena menawarkan barang murah serta model pembelian kolektif. Platform Pinduoduo memungkinkan penggunanya untuk berbagi belanja mereka sekaligus mendapatkan harga yang lebih murah.

GMV e-commerce itu melonjak 66% menjadi 1,67 triliun yuan pada tahun 2020. Pertumbuhan GMV di kuartal keempat diperkirakan Goldman Sachs lebih kecil, sekitar 20%. Namun tetap saja, angka itu masih jauh lebih tinggi daripada hasil yang dicetak Alibaba belakangan ini.

E-commerce pedesaan lebih merupakan bisnis rakyat daripada e-commerce biasa. Pencapaian Pinduoduo dalam menjalin hubungan dengan pedagang dan produsen lokal utama jauh di depan Alibaba, demikian penilaian para analis.

"Konsumen yang sudah terbiasa membeli barang murah di Pinduoduo, sulit untuk beralih ke platform baru. Hal yang sama berlaku untuk pabrik atau penjual bahan makanan lokal yang sudah terbiasa dengan Pinduoduo," kata Daphne Tuijn dari perusahaan analitik Chaoly yang berbasis di Shanghai.

Alibaba juga tidak dapat terlibat dalam pemasaran viral seefektif Pinduoduo, karena kurangnya akses secara langsung ke platform pengiriman pesan seperti WeChat dari Tencent Holdings, ujar dia.

Alibaba pun membenahi bisnis e-commerce miliknya. Reorganisasi yang baru diluncurkan mengikuti peluncuran Taobao Deals tahun lalu dan rebranding dua pasar komunitas menjadi Taocaicai pada bulan September.

Baca Juga: Lakukan Pencatatan Sekunder di Hong Kong, Saham Weibo Melemah hingga 6%

Namun, masih banyak tantangan yang ada sebelum Alibaba menikmati hasil dari reorganisasi itu, ujar para analis. Mereka meragukan Alibaba dapat kembali ke masa di mana e-commerce mengalami pertumbuhan yang sangat cepat di China.

Douyin dan Pinduoduo hanyalah dua dari setidaknya 10 pesaing mapan. JD.com tetap menjadi saingan terdekat Alibaba. Sementara Meituan dan Baidu Inc, masing-masing raksasa dalam pencarian dan pengiriman makanan, memperluas penawaran e-commerce mereka. Pada saat yang sama, startup yang lebih kecil menargetkan segmen khusus seperti sepatu dan makeup.

Dan sementara dampaknya sulit untuk diukur, Alibaba juga dirugikan oleh tindakan keras peraturan yang memaksanya untuk meninggalkan kebijakan yang mengharuskan pedagang yang tertarik untuk secara eksklusif mendirikan toko di platformnya.

"Saya tidak percaya Alibaba dapat membalikkan situasi. Perusahaan itu hanya dapat mengadopsi strategi defensif," tutur Lu dari Wanqing Consultancy.

Bagikan

Berita Terbaru

Halo Jane (HALO) Bidik Pertumbuhan Dobel Digit
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:10 WIB

Halo Jane (HALO) Bidik Pertumbuhan Dobel Digit

Manajemen HALO menjalankan strategi efisiensi biaya secara berkelanjutan, khususnya pada cost of production

Wintermar (WINS) Terus Mengembangkan Layar Bisnis
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02 WIB

Wintermar (WINS) Terus Mengembangkan Layar Bisnis

Namun, industri pelayaran selama tahun lalu masih menghadapi tekanan, terutama pada tingkat utilisasi dan harga sewa kapal.

WINS Optimalkan Pemulihan Permintaan Kapal dan Aktivitas Eksplorasi Energi
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:00 WIB

WINS Optimalkan Pemulihan Permintaan Kapal dan Aktivitas Eksplorasi Energi

PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) melihat prospek industri pelayaran offshore tahun ini semakin membaik.

Suku Bunga Turun, Harga Bitcoin Bisa Cetak Rekor Lagi
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:37 WIB

Suku Bunga Turun, Harga Bitcoin Bisa Cetak Rekor Lagi

Harga Bitcoin (BTC) sempat menembus US$ 97.000. Dalam sepekan, harga BTC mengakumulasi kenaikan 7,65%%.​

Kualitas Aset KUR Sejumlah Bank Terjaga di Level Baik
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Aset KUR Sejumlah Bank Terjaga di Level Baik

KUR tidak hanya berfungsi sebagai pembiayaan, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan UMKM untuk memperkuat daya saing.

Rahasia Bos Krom Bank, Wisaksana Djawi Hindari Jebakan Return Investasi Tinggi
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 09:16 WIB

Rahasia Bos Krom Bank, Wisaksana Djawi Hindari Jebakan Return Investasi Tinggi

Tanpa kesiapan mental dan pemahaman risiko, fluktuasi dan volatilitas harga bisa berujung pada kepanikan dan kerugian besar. 

Bonus atau Beban?
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 06:10 WIB

Bonus atau Beban?

Bila pemerintah gagal menciptakan lapangan kerja yang memadai, tenaga kerja produktif tidak bisa jadi bonus demografi.

Perpres Transportasi Online Menunggu Aksi Merger GOTO dan Grab
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 05:00 WIB

Perpres Transportasi Online Menunggu Aksi Merger GOTO dan Grab

Indikasi Peraturan Presiden soal transportasi online lebih condong menguntungkan para pengemudi online.

Rasio Pajak dan Cermin Keberanian Kekuasaan
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:32 WIB

Rasio Pajak dan Cermin Keberanian Kekuasaan

Negara yang besar bukan negara yang pandai membuat target, melainkan negara yang berani menagih tanggung jawab dari yang paling mampu.

Dugaan Rekayasa dan Skema Ponzi DSI
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:10 WIB

Dugaan Rekayasa dan Skema Ponzi DSI

DSI berhasil menghimpun dana masyarakat Rp 7,48 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 6,2 triliun sempat dibayarkan sebagai imbal hasil.

INDEKS BERITA

Terpopuler