Konsolidasi Penerbangan Berlanjut, SMBC Aviation Nyaris Tuntaskan Akuisisi Goshawk

Sabtu, 14 Mei 2022 | 14:49 WIB
Konsolidasi Penerbangan Berlanjut, SMBC Aviation Nyaris Tuntaskan Akuisisi Goshawk
[ILUSTRASI. FILE PHOTO - Logo SMBC, terlihat di kantor cabang bank tersebut di Tokyo, 30 Juli 2014. REUTERS/Yuya Shino/File Photo ]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. SMBC Aviation Capital, salah satu lessor pesawat terbesar di dunia, mendekati kesepakatan untuk mengakuisisi pesaingnya yang lebih kecil, Goshawk, senilai sekitar $7 miliar, termasuk utang, demikian penuturan para sumber yang mengetahui masalah itu, pada Jumat.

Kesepakatan antara dua perusahaan penyewaan pesawat yang berbasis di Dublin, Irlandia itu dapat diumumkan secepatnya pada minggu depan, kata sumber yang berbicara dengan syarat anonim. Penggabungan kedua perusahaan akan menciptakan satu raksasa leasing pesawat global di saat industri tersapu tren konsolidasi.

Tahun lalu, dua perusahaan leasing pesawat terbesar di dunia, AerCap Irlandia dan GECAS, yang merupakan unit usaha GE, bergabung dalam kesepakatan senilai lebih dari $30 miliar.

SMBC Aviation Capital, yang dimiliki oleh konsorsium memiliki armada lebih dari 750 unit pesawat. Sebagian dari armada dimiliki dan dikelola sendiri. Ada juga pesawat yang  disewa secara penuh oleh maskapai. 

Konsorsium yang anggotanya termasuk Sumitomo Corp dan Sumitomo Mitsui Financial Group itu memiliki armada yang sebagian besar merupakan pesawat jarak pendek Boeing dan Airbus.

Baca Juga: Harga di Pasar Domestik Naik, India Melarang Ekspor Gandum

Goshawk, yang merupakan perusahaan patungan 50-50 antara konglomerat NWS Holdings Limited yang berbasis di Hong Kong dan Chow Tai Fook Enterprises Limited, memiliki armada yang dimiliki, dikelola, dan berkomitmen yang terdiri dari 222 pesawat, situs webnya menunjukkan.

Seorang juru bicara SMBC Aviation Capital menolak berkomentar. Goshawk tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Publikasi perdagangan AirFinance Journal pertama kali melaporkan pembicaraan antara kedua perusahaan pada bulan November.

Kesibukan kesepakatan telah membentuk kembali industri keuangan udara global yang telah menarik banyak modal dalam beberapa tahun terakhir.

Lengan investasi penerbangan dari perusahaan ekuitas swasta Carlyle Group Inc setuju tahun lalu untuk membeli perusahaan leasing pesawat Fly Leasing Ltd seharga $ 2,36 miliar, termasuk utang. 

Pada bulan Desember, divisi penerbangan Carlyle juga setuju untuk membeli portofolio pesawat AMCK Aviation dari perusahaan leasing Irlandia.

Bagikan

Berita Terbaru

Rekor Cadangan Devisa Indonesia
| Jumat, 09 Januari 2026 | 06:25 WIB

Rekor Cadangan Devisa Indonesia

Posisi cadangan devisa akhir Desember 2025 yang sebesar US$ 156,5 miliar, tertinggi setelah Maret 2025 yang saat itu tercatat US$ 157,1 miliar

Dana Asing Mengalir Deras ke Pasar Saham Indonesia, Saham-Saham Big Caps Jadi Buruan
| Jumat, 09 Januari 2026 | 06:16 WIB

Dana Asing Mengalir Deras ke Pasar Saham Indonesia, Saham-Saham Big Caps Jadi Buruan

Menelisik saham-saham yang jadi incaran investor asing di tahun 2025. Hingga kemarin, aliran dana asing ke Bursa Efek Indonesia masih deras. 

Swasembada Pangan
| Jumat, 09 Januari 2026 | 06:12 WIB

Swasembada Pangan

Swasembada 2025 adalah sebuah "kebenaran statistik" yang dibangun di atas fondasi definisi bukan hasil transformasi struktural yang kokoh.

Melebarnya Shortfall Pajak Membebani Target 2026
| Jumat, 09 Januari 2026 | 06:11 WIB

Melebarnya Shortfall Pajak Membebani Target 2026

Penerimaan pajak tahun 2025 mengalami shortfall alias selisih realisasi dengan target yang sebesar Rp 271,7 triliun

Kelolaan Reksadana Tumbuh 35%, AUM Pendapatan Tetap Terbesar, Return Saham Tertinggi
| Jumat, 09 Januari 2026 | 06:10 WIB

Kelolaan Reksadana Tumbuh 35%, AUM Pendapatan Tetap Terbesar, Return Saham Tertinggi

Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksadana pada Desember 2025 mencapai Rp 679,24 triliun.

Wijaya Karya (WIKA) Genjot Raihan Nilai Kontrak Baru
| Jumat, 09 Januari 2026 | 06:00 WIB

Wijaya Karya (WIKA) Genjot Raihan Nilai Kontrak Baru

Kontribusi terbesar kontrak baru berasal dari segmen infrastruktur dan building, yang ditopang oleh proyek jalan, jembatan, sumber daya air.

Waspada Ruang Fiskal Kian Sempit Bila Defisit Melebar
| Jumat, 09 Januari 2026 | 05:59 WIB

Waspada Ruang Fiskal Kian Sempit Bila Defisit Melebar

Kemkeu mencatat defisit anggaran sepanjang 2025 mencapai 2,92% dari PDB, setara Rp 695,1 triliun    

Penetrasi Fixed Broadband Naik dari 24% ke 41% pada 2026, TLKM Dominasi 66%
| Jumat, 09 Januari 2026 | 05:58 WIB

Penetrasi Fixed Broadband Naik dari 24% ke 41% pada 2026, TLKM Dominasi 66%

Analis proyeksikan penetrasi fixed broadband Indonesia melonjak dari 24% (2025) menjadi hingga 41% pada 2026.

Pangkas Produksi untuk Menjaga Harga Batubara
| Jumat, 09 Januari 2026 | 05:25 WIB

Pangkas Produksi untuk Menjaga Harga Batubara

Kementerian ESDM bersiap untuk memangkas target produksi batubara 2026 menjadi berkisar 600 juta ton.

Harapan Baru Alamtri Minerals (ADMR) dari Diversifikasi
| Jumat, 09 Januari 2026 | 05:21 WIB

Harapan Baru Alamtri Minerals (ADMR) dari Diversifikasi

Prospek saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) masih positif di tengah upaya diversifikasi bisnis

INDEKS BERITA

Terpopuler