Minyak dan Pajak Geopolitik
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dunia kembali menembus US$ 100 per barel, sementara Brent bergerak mendekati US$ 108 per barel. Namun, lonjakan kali ini tidak lagi dapat dibaca semata melalui hukum pasokan dan permintaan. Konflik geopolitik, gangguan jalur energi, kenaikan ongkos pengiriman, serta meningkatnya risiko keamanan kini ikut menentukan harga setiap barel minyak di pasar dunia.
Dunia tidak hanya membayar minyak, tetapi juga membayar ketidakpastian geopolitik. Ada semacam "pajak geopolitik" pada harga energi -- premi risiko yang muncul ketika perang, ancaman terhadap jalur pelayaran, dan perebutan pengaruh antarnegara membuat pasokan semakin mahal dan tidak pasti. Semakin tinggi ketegangan geopolitik, semakin besar biaya yang ditanggung perekonomian dunia.
