Pebisnis Kripto Global Mulai Menghentikan Layanan di China

Senin, 27 September 2021 | 14:31 WIB
Pebisnis Kripto Global Mulai Menghentikan Layanan di China
[ILUSTRASI. Ilustrasi model uang kripto, 29 Juni 2021. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Pengelola bursa dan penyedia layanan uang kripto bergegas memutus hubungan bisnis dengan klien di China daratan. Ini merupakan buntut dari larangan atas semua perdagangan dan penambangan uang kripto di China yang diumumkan pada Jumat (24/9). 

Setelah berupaya mengendalikan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan uang kripto selama bertahun-tahun, 10 badan pemerintah China, termasuk bank sentral, mengatakan bursa di luar negeri dilarang memberikan layanan kepada investor daratan melalui internet, area yang sebelumnya abu-abu. Kesepuluh institusi itu juga berikhtiar untuk bersama-sama membasmi aktivitas cryptocurrency.

Huobi Global dan Binance, dua bursa uang kripto global terbesar, yang juga populer di kalangan pengguna China, telah menghentikan pendaftaran akun baru oleh penduduk di China daratan. Huobi juga mengatakan akan menghapus akun milik warga China daratan, yang sudah ada. Pembersihan keanggotaan dari penduduk China ditargetkan tuntas pada akhir tahun.

Baca Juga: Beijing Bersumpah Membasmi Penambangan Kripto Secara Nasional, Bitcoin dkk Rontok

"Pada hari kami melihat pemberitahuan itu, kami mulai mengambil tindakan korektif," kata Du Jun, salah satu pendiri Huobi Group dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

Du tidak memberikan perkiraan berapa banyak penggunanya yang akan terpengaruh. Namun ia mengatakan bahwa Huobi, yang pernah menjadi bursa crypto terbesar di dunia, telah memulai strategi ekspansi global bertahun-tahun yang lalu dan melihat pertumbuhan yang stabil di Asia Tenggara dan Eropa.

Saham sejumlah perusahaan terkait crypto, melandai pada perdagangan Senin. Saham manajer aset crypto dan perusahaan perdagangan Huobi Tech anjlok 23% dan saham OKG Technology Holdings Ltd, mayoritas perusahaan fintech yang dimiliki oleh Xu Mingxing, pendiri cryptoexchange OKcoin, melemah 12%.

TokenPocket, penyedia layanan dompet kripto yang populer, mengatakan dalam pemberitahuan kepada klien bahwa mereka akan menghentikan layanan kepada klien China daratan, untuk mentaati aturan Beijing yang baru. Perusahaan itu menambahkan pihaknya menyambut baik kerja sama dari China dalam teknologi blockchain.

Baca Juga: Ini alasan mengapa Warren Buffett ogah bermain mata uang kripto

Banyak bursa kripto China ditutup atau dipindahkan ke luar negeri pada tahun 2017, setelah China, yang pernah menjadi pusat perdagangan dan penambangan bitcoin terbesar di dunia, melarang platform semacam itu untuk mengubah uang fiat menjadi uang kripto, dan sebaliknya. Kemudian pada Mei tahun ini, Dewan Negara China berjanji untuk melarang perdagangan dan penambangan bitcoin.

Di tengah tindakan keras, banyak perusahaan crypto China meninggalkan kandangnya selama beberapa bulan terakhir, kata Flex Yang, pendiri dan CEO Babel Finance. Ia menambahkan bahwa dampak dari kebijakan terbaru akan "terbatas".

Penyedia layanan keuangan kripto China bulan ini membuka kantor pusat bisnis baru di Singapura. Cobo, platform manajemen dan penjaga aset kripto, juga baru-baru ini memindahkan kantor pusatnya dari Beijing ke Singapura.

Selanjutnya: Ingin Ekspansi, CNOOC Galang Dana di Bursa Shanghai

 

Bagikan

Berita Terbaru

Cashlez Worldwide (CASH) Mengalami Tekanan Kinerja di Tahun 2025
| Jumat, 20 Februari 2026 | 03:45 WIB

Cashlez Worldwide (CASH) Mengalami Tekanan Kinerja di Tahun 2025

Skala transaksi dinilai belum menghasilkan operating leverage yang cukup untuk menutup struktur biaya tetap industri infrastruktur pembayaran.

Luncurkan Internet Rakyat, Surge (WIFI) Siap Memperluas Pasar
| Jumat, 20 Februari 2026 | 03:45 WIB

Luncurkan Internet Rakyat, Surge (WIFI) Siap Memperluas Pasar

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) meluncurkan layanan komersial 5G dengan merek IRA atau Internet Rakyat pada Kamis (19/2).

Harga dan Pasokan Perikanan Masih Stabil
| Jumat, 20 Februari 2026 | 03:35 WIB

Harga dan Pasokan Perikanan Masih Stabil

Ditjen Perikanan Tangkap KKP mencatat produksi  perikanan tangkap Januari sampai Maret 2026 mencapai sekitar 7,3 juta ton.​

Emas Antam Bakal Melesat 8%, Geopolitik dan Ramadan Pemicunya
| Jumat, 20 Februari 2026 | 03:30 WIB

Emas Antam Bakal Melesat 8%, Geopolitik dan Ramadan Pemicunya

Potensi kenaikan emas Antam di Ramadan-Idulfitri menarik, tapi sentimen The Fed dan dolar AS bisa pengaruhi. 

Harga Cabai Masih Bertengger Tinggi di Awal Puasa
| Jumat, 20 Februari 2026 | 03:20 WIB

Harga Cabai Masih Bertengger Tinggi di Awal Puasa

Data panel harga Bapanas harga rata-rata nasional cabai rawit merah per Kamis (19/2) Rp 76.198 per kg, masih 33,68% di atas HAP.​

Imbas Tak Berstatus Bencana Nasional
| Jumat, 20 Februari 2026 | 03:15 WIB

Imbas Tak Berstatus Bencana Nasional

Anggaran pemulihan bencana Sumatra yang terjadi pada pertengahan Desember 2025  membengkak jadi Rp 75 triliun.

NPD, Gimmick & Zalim
| Jumat, 20 Februari 2026 | 03:14 WIB

NPD, Gimmick & Zalim

Istilah NPD itu sebagai metafora, bukan menyatakan seseorang atau pemimpin benar-benar mengalami gangguan kepribadian.

Kontrak ExxonMobil  di Blok Cepu Diperpanjang
| Jumat, 20 Februari 2026 | 03:10 WIB

Kontrak ExxonMobil di Blok Cepu Diperpanjang

Setelah Freeport, ada potensi kontrak dari perusahaan asal Amerika Serikat lainnya yakni ExxonMobil di Blok Cepu bisa diperpanjang kembali.

Investasi Amerika Siap Mengguyur Indonesia
| Jumat, 20 Februari 2026 | 03:05 WIB

Investasi Amerika Siap Mengguyur Indonesia

Pebisnis Indonesia dan Amerika Serikat (AS) meneken sebanyak 11 nota kesepahaman senilai US$ 38,4 miliar.

Ramadan Jadi Katalis Positif Bagi Emiten Komponen Otomotif
| Jumat, 20 Februari 2026 | 03:05 WIB

Ramadan Jadi Katalis Positif Bagi Emiten Komponen Otomotif

Emiten komponen otomotif berpotensi mencatat kenaikan kinerja di periode Ramadan hingga Lebaran tahun 2026.

INDEKS BERITA

Terpopuler