Pemangkasan Produksi Mengerek Impor Nikel
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah memangkas target produksi bijih nikel pada tahun ini bakal mendorong impor bijih nikel, terutama dari Filipina. Meski demikian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai kenaikan volume impor masih akan dalam batas wajar.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan volume impor bijih nikel dari Filipina diperkirakan berada di kisaran 10 juta-15 juta ton. Jumlah tersebut dianggap aman, meski target produksi bijih nikel domestik tahun ini dikurangi. "Impor enggak apa-apa, kan selama ini dari Filipina. Kemungkinan volume impor enggak akan tinggi-tinggi, sekitar 10 juta-15 juta ton," kata dia, Senin (19/1).
Baca Juga: Pelaku Industri Waswas Produksi Nikel Dipangkas
