Pemegang Saham Utama Lippo Karawaci Menjual 2,18 Miliar Saham LPKR

Selasa, 26 Februari 2019 | 20:16 WIB
Pemegang Saham Utama Lippo Karawaci Menjual 2,18 Miliar Saham LPKR
[]
Reporter: Herry Prasetyo | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Inti Anugerah Pratama kembali mengurangi kepemilikan saham di PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).

Pemegang saham utama Lippo Karawaci itu sebelumnya menguasai 10,58 miliar saham yang mewakili 45,83% dari total saham Lippo Karawaci.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Inti Anugerah telah menjual saham Lippo Karawaci  sebanyak 2,18 miliar saham pada 22 Februari 2019.

Transaksi penjualan saham itu dilaksanakan di harga Rp 286 per saham. Sehingga, nilai transaksi penjualan saham Lippo Karawaci itu mencapai Rp 623,83 miliar.

Alhasil, pasca transaksi, kepemilikan Inti Anugerah atas saham Lippo Karawaci berkurang menjadi 8,4 miliar saham. Jumlah tersebut mewakili 36,38% dari total saham Lippo Karawaci.

Bertindak sebagai pembeli adalah PT Primantara Utama Sejahtera. Pasca transaksi tersebut, Primantara Utama menguasai 2,18 miliar saham yang mewakili 9,45% dari total saham Lippo Karawaci.

Belum ada informasi yang pasti mengenai perusahaan yang membeli 2,18 miliar saham Lippo Karawaci dari Inti Anugerah itu.

Yang pasti, Primantara Utama Sejahtera memiliki alamat yang sama dengan Inti Anugerah, yakni di Gedung Graha Lippo Lantai 8, Jalan Boulevard Diponegoro Nomor 101, Lippo Village, Karawaci, Banten.

Bukan tidak mungkin Primantara masih merupakan bagian dari Grup Lippo. Dalam keterbukaan informasi, Sekretaris Perusahaan Lippo Karawaci Sri Mulyati Handoyo menyebutkan, transaksi jual beli saham antara Inti Anugerah dengan Primantara Utama itu bertujuan untuk restrukturisasi internal.

Pada semester II tahun lalu, Inti Anugerah sempat beberapa kali mengurangi kepemilikan saham Lippo Karawaci.

Pada periode 27 Agustus 2018 hingga 27 September 2018, misalnya, Inti Anugerah tercatat menjual 2,9 miliar saham Lippo Karawaci.

Inti Anugerah merupakan perusahaan yang dimiliki oleh James Riady dan Stephen Riady. Kedua putra pendiri Grup Lippo Mochtar Riady itu menguasai Inti Anugerah melalui PT Trijaya Utama Mandiri dan Fullerton Capital Limited.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Daftar Emiten Buyback Saham Usai Efek MSCI, Sekadar Obat Kuat Hadapi Tekanan Asing
| Minggu, 01 Februari 2026 | 10:35 WIB

Daftar Emiten Buyback Saham Usai Efek MSCI, Sekadar Obat Kuat Hadapi Tekanan Asing

Dalam banyak kasus, amunisi buyback emiten sering kali tak cukup besar untuk menyerap tekanan jual saat volume transaksi sedang tinggi-tingginya.

Pola di Saham NCKL Mirip Saham BUMI, Perlukah Investor Ritel Merasa Khawatir?
| Minggu, 01 Februari 2026 | 08:35 WIB

Pola di Saham NCKL Mirip Saham BUMI, Perlukah Investor Ritel Merasa Khawatir?

Periode distribusi yang dilakoni Glencore berlangsung bersamaan dengan rebound harga saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Transparansi Pemilik di Bawah 5%, Kunci Kotak Pandora Dugaan Manipulasi Harga Saham
| Minggu, 01 Februari 2026 | 08:26 WIB

Transparansi Pemilik di Bawah 5%, Kunci Kotak Pandora Dugaan Manipulasi Harga Saham

Transparansi pemegang saham di bawah 5%, titik krusial permasalahan di pasar modal. Kunci kotak pandora yang menjadi perhatian MSCI. 

Strategi Investasi Fajrin Hermansyah, Direktur Sucorinvest Asset Management
| Minggu, 01 Februari 2026 | 07:13 WIB

Strategi Investasi Fajrin Hermansyah, Direktur Sucorinvest Asset Management

Investasi bukan soal siapa tercepat, karena harus ada momentumnya. Jika waktunya dirasa kurang tepat, investor harusnya tak masuk di instrumen itu

Spin-off Unit Syariah Bukan Sekadar Kepatuhan, Struktur Modal BNGA Bakal Lebih Solid
| Minggu, 01 Februari 2026 | 06:58 WIB

Spin-off Unit Syariah Bukan Sekadar Kepatuhan, Struktur Modal BNGA Bakal Lebih Solid

Pemulihan ROE BNGA ke kisaran 12,8% - 13,4% pada 2026–2027 bersifat struktural, bukan semata siklikal.

Diskon Transportasi Belum Cukup Buat Sokong Ekonomi
| Minggu, 01 Februari 2026 | 06:49 WIB

Diskon Transportasi Belum Cukup Buat Sokong Ekonomi

Pemerintah mengusulkan diskon tiket pesawat lebih tinggi dari periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun lalu yang berada di kisaran 13%-16%.

Incar Pertumbuhan, Medco Energi (MEDC) Genjot Produksi Migas dan Listrik
| Minggu, 01 Februari 2026 | 06:39 WIB

Incar Pertumbuhan, Medco Energi (MEDC) Genjot Produksi Migas dan Listrik

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memasang target kinerja operasional ambisius pada 2026, baik di segmen migas maupun listrik.​

Surplus Neraca Dagang Bakal Menyusut
| Minggu, 01 Februari 2026 | 06:36 WIB

Surplus Neraca Dagang Bakal Menyusut

Kinerja impor bakal tumbuh lebih cepat seiring kebijakan pemerintah yang pro-pertumbuhan dan meningkatkan kebutuhan barang modal serta bahan baku.

Masih Ada Peluang Cuan di Saham Lapis Kedua
| Minggu, 01 Februari 2026 | 06:32 WIB

Masih Ada Peluang Cuan di Saham Lapis Kedua

Menakar prospek saham-saham lapis kedua penghuni indeks SMC Composite di tengah gonjang-ganjing di pasar saham Indonesia.​

BPJS Ketenagakerjaan berencana kerek investasi saham
| Minggu, 01 Februari 2026 | 06:20 WIB

BPJS Ketenagakerjaan berencana kerek investasi saham

Menurut Direktur BPJS Ketenagakerjaan Edwin Ridwan, pihaknya memang sudah punya rencana untuk meningkatkan alokasi investasi di instrumen saham.

INDEKS BERITA

Terpopuler