Pertamina Bisa Menanggung Beban Rp 6 Triliun per Bulan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasokan bahan bakar minyak (BBM) menghadapi tekanan ganda dari lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengacu pada Trading Economics, harga minyak mentah dunia kembali melampaui level US$ 100 per barel. Sementara itu, kurs rupiah telah melemah mendekati Rp 17.700 per dolar AS.
Di tengah tekanan tersebut, badan usaha masih menahan harga BBM nonsubsidi dengan Research Octane Number (RON) 92. PT Pertamina (Persero), misalnya, masih mempertahankan harga Pertamax di level Rp 12.300 per liter untuk wilayah Jawa dan Bali. Harga Pertamax Green 95 juga masih ditahan di level Rp 12.900 per liter.
Baca Juga: Pertamina Masih Evaluasi Harga BBM Nonsubsidi
