Pesona Saham Merdeka Copper Gold (MDKA) dari Bisnis Non Emas

Selasa, 28 Juni 2022 | 04:50 WIB
Pesona Saham Merdeka Copper Gold (MDKA) dari Bisnis Non Emas
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekspansi PT Merdeka Copper Gold Tbk lewat aksi akuisisi membetot perhatian investor. Aksi ini menopang produksi emas, emiten bersandi saham MDKA ini yang sedang menurun.

Salah satu akuisisi yang dilancarkan MDKA adalah pembelian 55,67% saham PT Hamparan Logistik Nusantara (HPN) melalui anak usahanya,  PT Batutua Tembaga Abadi. Selain akuisisi tambang nikel, MDKA juga bermitra dengan Hong Kong Brunp Catl Co. Ltd, pemasok terbesar baterai kendaraan listrik di dunia.

Analis Korea Investment Sekuritas Indonesia Edward Tanuwijaya dalam riset 17 Juni menulis, aksi akuisisi MDKA senilai US$ 693 juta bagi aset nikel tersebut, berpotensi menghasilkan keuntungan hingga US$ 2,7 miliar ke depannya. Akuisisi itu juga berpotensi memberikan kontribusi kas dengan initial return 10% per tahun, untuk dua tahun pertama karena smelter Cahaya Smelter Indonesia (CSI) dan Bintang Smelter Indonesia (BSI) sudah beroperasi sejak 2020.

Baca Juga: Berikut Prospek Kinerja MDKA Pasca Akuisisi Aset Tambang Nikel

Edward menilai, akuisisi tersebut berada dalam momentum tepat, karena akan membantu MDKA melewati masa-masa transisi. "Akuisisi ini membantu transisi MDKA dari tambang emas Tujuh Bukit dan tambang tembaga Wetar yang produksinya menurun," kata dia. Kini MDKA akan lebih mengembangkan tambang emas Pani, proyek AIM, dan proyek tembaga Tujuh Bukit.

Analis Bahana Sekuritas Timothy Wijaya sepakat, jika akuisisi tersebut membantu prospek MDKA. Sebab, target produksi emas MDKA pada tahun 2022 hanya 100.000-120.000 ons dengan all in sustainable cost (AISC) emas sebesar US$ 1.000 hingga US$ 1.100 per ons.

Target tersebut menurun dari realisasi produksi emas pada tahun lalu 125.000 ons emas dengan AISC sebesar US$ 860 per ons emas.

Timothy meyakini penurunan target produksi tersebut tidak akan banyak memberi pengaruh terhadap kinerja MDKA pada tahun ini. "Sebenarnya, yang lebih berpengaruh ke kinerja MDKA adalah harga komoditas," kata dia, Senin (27/6).

Baca Juga: Intip Target Operasional Merdeka Copper Gold (MDKA) Tahun Ini

Penurunan harga tembaga dan nikel saat ini, menjadi sentimen negatif bagi MDKA. Jangka panjang, Edward optimistis harga emas terjaga di US$ 1.850 per ons troi dan tembaga US$ 9.000 per ton.

Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan menambahkan, ruang bertumbuh MDKA adalah pada kepemilikan di kawasan industri seluas 3.600 ha di Konawe. Dia juga yakin MDKA menjadi pemain dalam ekosistem baterai.

Pada tahun ini, Andreas memperkirakan pendapatan MDKA US$ 404 juta dan laba bersih US$ 102 juta. Sedangkan Timothy memprediksi  pendapatan MDKA US$ 571 juta dan laba US$ 88 juta.

Ketiga analis rekomendasi beli, dengan target harga dari Andreas di Rp 6.550, Edward di Rp 6.000, dan Timothy di level Rp 5.500 per saham. 

Baca Juga: MDKA Bidik Produksi Emas 120.000 Ons    

Bagikan

Berita Terbaru

BEI Akan Evaluasi Saham HSC Tiap 3 Bulan, Apa Dampaknya bagi IHSG?
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:46 WIB

BEI Akan Evaluasi Saham HSC Tiap 3 Bulan, Apa Dampaknya bagi IHSG?

BEI akan mengevaluasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) setiap tiga bulan. 

Realisasi Investasi Meningkat, PMDN Justru Turun 7,48% pada Kuartal III-2026
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:03 WIB

Realisasi Investasi Meningkat, PMDN Justru Turun 7,48% pada Kuartal III-2026

Kementerian Investasi dan Hilirisasi mencatat, realisasi investasi pada kuartal III-2026 mencapai Rp 528,7 triliun, tumbuh 7,59% secara tahunan.​

UMKM Merasa Dua Tahun Terakhir Situasi Lebih Sulit dibandingkan Saat Pandemi
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:00 WIB

UMKM Merasa Dua Tahun Terakhir Situasi Lebih Sulit dibandingkan Saat Pandemi

Keterbatasan modal, UMKM sulit mengikuti lelang/tender proyek-proyek pemerintah karena secara kapasitas produksi dan modal tidak akan mencukupi.

Pasar Saham Anjlok, Asing Lari ke SBN: Intip Strategi dan Tenor Obligasi Paling Cuan
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Pasar Saham Anjlok, Asing Lari ke SBN: Intip Strategi dan Tenor Obligasi Paling Cuan

Peningkatan realisasi belanja dan kebutuhan pembiayaan pada kuartal IV berpotensi menambah tekanan pasokan SBN.

SCMA Membagikan Dividen Interim Rp 533,43 Miliar
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49 WIB

SCMA Membagikan Dividen Interim Rp 533,43 Miliar

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) mengumumkan akan membagikan dividen interim kepada pemegang saham sebesar Rp 533,43 miliar.​

Manajemen DSSA Buka Suara Soal Sanksi OJK
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Manajemen DSSA Buka Suara Soal Sanksi OJK

Manajemen PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) buka suara perihal sanksi yang diberikan OJK terkait dugaan manipulasi perdagangan saham.

Tiga Emiten Tersangkut Pemeriksaan OJK, Buyback Rp 2,5 Triliun Usai Saham Anjlok
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:43 WIB

Tiga Emiten Tersangkut Pemeriksaan OJK, Buyback Rp 2,5 Triliun Usai Saham Anjlok

Aksi buyback dengan total anggaran Rp 2,5 triliun berpotensi membantu meredam tekanan jual dan menjaga stabilitas harga.

Emiten Big Caps Buyback Saham Saat Pasar Tertekan
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Emiten Big Caps Buyback Saham Saat Pasar Tertekan

Emiten berkapitalisasi besar di BEI, dari BREN hingga BBCA menyisihkan anggaran jumbo untuk buyback saham.

Bursa Butuh Dana Institusi Domestik Saat Tekanan Jual Asing Semakin Mencekik
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Bursa Butuh Dana Institusi Domestik Saat Tekanan Jual Asing Semakin Mencekik

Investor institusi domestik bisa jadi penyangga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah tekanan jual investor asing​.

Aturan ARB 7% Berlaku, Penurunan Saham Big Cap Bisa Diredam Sementara Waktu
| Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Aturan ARB 7% Berlaku, Penurunan Saham Big Cap Bisa Diredam Sementara Waktu

Saham big caps dengan likuiditas tinggi dan fundamental kuat lebih mampu menyerap tekanan jual, meski tak otomatis kebal terhadap outflow asing.

INDEKS BERITA

Terpopuler