Rambah Bisnis Ponsel, Geely dan Sang Pendiri Mengincar Segmen Premium

Selasa, 28 September 2021 | 14:40 WIB
Rambah Bisnis Ponsel, Geely dan Sang Pendiri Mengincar Segmen Premium
[ILUSTRASI. Logo Geely di sebuah dealer mobil di Shanghai, China, 17 Agustus 2021. REUTERS/Aly Song ]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Produsen mobil China Zhejiang Geely Holding, Selasa (28/9), menyatakan bahwa pendiri perusahaan itu, Eric Li, merintis perusahaan baru yang didedikasikan untuk membuat smartphone. Pengumuman ini menandai terobosan Geely, dan tentu Li, ke sektor di luar otomotif.

Perusahaan baru, yang bernama Hubei Xingji Shidai Technology Co Ltd itu telah menandatangani perjanjian kerjasama strategis dengan Zona Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Wuhan untuk pembangunan kantor pusatnya di kota yang berada di kawasan tengah China itu. Di fasilitas itu, Xingji Shidai akan mengembangkan perangkat pintar, termasuk ponsel. 

Dokumen pendirian perusahaan yang tersedia bagi publik, memperlihatkan, Li saat ini memiliki 55% saham Xingji Shidai.

Baca Juga: Lithuania minta warganya segera membuang ponsel China yang digunakan, ada apa?

Dalam sebuah pernyataan, Geely mengatakan bahwa Xingji Shidai akan memposisikan dirinya di segmen premium pasar smartphone.

“Teknologi yang digunakan dalam kokpit kendaraan cerdas berhubungan erat dengan teknologi smartphone,” kata Li dalam sebuah pernyataan.

“Tren utama di masa mendatang adalah menciptakan ekosistem pengguna lintas batas dan memberi pengguna pengalaman multi-layar yang lebih nyaman, lebih cerdas, dan terhubung dengan mulus.”

Li memiliki reputasi sebagai pebisnis oportunis yang gesit mempertaruhkan modal melalui startup yang berinvestasi di mobil terbang hingga taksi helikopter, untuk mempersiapkan era baru otomotif, Reuters telah melaporkan.

Selain kendaraan, Geely memiliki bank di Denmark, perusahaan rintisan yang mengembangkan teknologi perangkat lunak kendali kendaraan, dan Geespace, sebuah perusahaan yang berbasis di China yang menerima persetujuan dari Beijing tahun ini untuk membuat satelit orbit rendah, yang akan menjadi mata di langit untuk mesin yang sepenuhnya otonom. 

Skala investasi Li terbentang dari China, Asia Tenggara, Eropa hingga Amerika Serikat (AS). Struktur investasi Li dan Geely pun terbilang unik dibanding industri otomotif.

Pasar smartphone China telah matang sejak mengalami ledakan awal dalam dekade terakhir. Pengiriman handset ke China untuk tahun 2020 mencapai 330 juta unit, menandai penurunan tahunan 11%.

Baca Juga: Produsen mobil global kian agresif di industri mobil listrik

Terlepas dari ukuran pasar yang menyusut, merek-merek besar mampu meningkatkan pangsa pasar mereka. Ini sejalan dengan sanksi yang dijatuhkan Pemerintah AS atas Huawei Technologies Co Ltd, yang dulu mendominasi pasar China.

Xiaomi Corp, pesaing lama Huawei, mendongkrak penjualannya di dalam negeri dan di luar negeri dan menduduki peringkat kedua merek di seluruh dunia tahun ini untuk pertama kalinya.

Pada bulan Maret, pendiri Xiaomi Lei Jun mengatakan perusahaan akan secara resmi memasuki pasar kendaraan listrik dan menginvestasikan US$ 10 miliar di sektor ini selama 10 tahun ke depan.

Selanjutnya: Penggunaan Uang Digital Bank Sentral Pangkas Waktu dan Biaya Transfer Lintas Negara

 

Bagikan

Berita Terbaru

Strategi Investasi Aman Ala Direktur Sucorinvest, Jauh dari Volatilitas.
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 06:15 WIB

Strategi Investasi Aman Ala Direktur Sucorinvest, Jauh dari Volatilitas.

Membeli saham big caps ternyata belum tentu untung. Direktur Sucorinvest Hermansyah bagikan strategi yang buat hidupnya tenang

Rupiah Terdampak Tekanan Keluar Dana Asing dari Bursa Saham
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 06:00 WIB

Rupiah Terdampak Tekanan Keluar Dana Asing dari Bursa Saham

Rupiah melemah pada Jumat (30/1) namun menguat mingguan. Analis memperingatkan sentimen MSCI masih membayangi pergerakan rupiah

Multipolar Technology (MLPT) Memperluas Portofolio Solusi Digital
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 05:25 WIB

Multipolar Technology (MLPT) Memperluas Portofolio Solusi Digital

Langkah ini sejalan dengan strategi MLPT untuk memperkuat posisi sebagai penyedia solusi transformasi digital end-to-end.

Menanti Tuah Jamsostek dkk Menjaga Bursa
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 04:55 WIB

Menanti Tuah Jamsostek dkk Menjaga Bursa

BPJS Ketenagakerjaan punya rencana untuk terus meningkatkan alokasi investasi di instrumen saham sejak kuartal kedua tahun lalu.

Bundamedik (BMHS) Menjaga Kinerja Tetap Sehat
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 04:20 WIB

Bundamedik (BMHS) Menjaga Kinerja Tetap Sehat

Industri kesehatan Indonesia bergerak ke fase yang semakin matang dan selektif dan tidak lagi semata didorong oleh ekspansi agresif.

Harga Perak Anjlok 13% Setelah Cetak Rekor, Aksi Ambil Untung Jadi Penyebab
| Jumat, 30 Januari 2026 | 22:29 WIB

Harga Perak Anjlok 13% Setelah Cetak Rekor, Aksi Ambil Untung Jadi Penyebab

Perak anjlok 13% setelah rekor, pertanda apa bagi investor? Aksi ambil untung masif memicu koreksi tajam. 

Petinggi BEI dan OJK Kompak Mundur Efek MSCI, ini Komentar Pengamat Hukum
| Jumat, 30 Januari 2026 | 21:46 WIB

Petinggi BEI dan OJK Kompak Mundur Efek MSCI, ini Komentar Pengamat Hukum

Pengunduran diri para petinggi BEI dan OJK tersebut terjadi di tengah upaya pembenahan struktural industri pasar modal nasional.

MSCI Effect, Pejabat Tinggi OJK dan BEI Kompak Mundur
| Jumat, 30 Januari 2026 | 19:29 WIB

MSCI Effect, Pejabat Tinggi OJK dan BEI Kompak Mundur

Pengumuman MSCI yang membekukan evaluasi indeks saham Indonesia hingga bulan Mei 2026, berbuntut panjang.

IHSG Masih Tertekan, Apakah Saham MBMA Masih Cukup Menarik?
| Jumat, 30 Januari 2026 | 16:19 WIB

IHSG Masih Tertekan, Apakah Saham MBMA Masih Cukup Menarik?

Perubahan lanskap geopolitik, hingga kebijakan energi berbagai negara menjadi faktor yang berpotensi menjaga momentum sektor komoditas.

Momen Ramadan Bisa Mendorong Kinerja Kalbe Farma (KLBF)
| Jumat, 30 Januari 2026 | 09:00 WIB

Momen Ramadan Bisa Mendorong Kinerja Kalbe Farma (KLBF)

Pertumbuhan laba PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) di tahun ini akan didorong pemulihan pendapatan lintas segmen dan kontribusi bisnis obat resep.

INDEKS BERITA

Terpopuler