Roda Ekonomi Berputar Perlahan, Bisnis Pembiayaan Alat Berat Ikut Lesu

Rabu, 11 Maret 2020 | 15:48 WIB
Roda Ekonomi Berputar Perlahan, Bisnis Pembiayaan Alat Berat Ikut Lesu
[ILUSTRASI. Alat berat menyelesaikan pembangunan proyek jalan tol ruas Serpong-Cinere di Tangerang Selatan, Rabu (22/1). KONTAN/Carolus Agus Waluyo]
Reporter: Ferrika Sari | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonomi Indonesia yang  lesu turut tercermin dari bisnis multifinance. Kegiatan pembiayaan yang melemah itu, terlihat misalnya dalam pembiayaan untuk pembelian alat berat.  

Di saat ekonomi tidak stabil, pembiayaan alat berat akan menurun. Kali ini harga batubara dan minyak kelapa sawit (CPO) yang tertekan, plus wabah virus korona menjadi penyebabnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai Januari 2020, pembiayaan alat berat multifinance anjlok 6,83% menjadi Rp 35,3 triliun. Padahal per Januari 2019 masih tercatat sebesar Rp 37,89 triliun.

Baca Juga: Pasar Masih Lesu, Perusahaan Batubara Memasang Target Produksi yang Konservatif

Kondisi tersebut juga dirasakan sejumlah pemain. PT Buana Finance Tbk mencatatkan penurunan pembiayaan alat berat per Februari 2020. Sekretaris Perusahaan Buana Finance, Ahmad Kaetami membenarkan, ada ketidakpastian ekonomi global seperti perang dagang Amerika Serikat (AS) - China mempengaruhi penurunan permintaan alat berat di sektor pertambangan.

“Dibandingkan tahun 2019 dengan pencapaian Februari 2020 memang ada tren penurunan karena ekonomi global yang masih belum stabil,” kata Ahmad, Selasa (10/3).
Meski demikian, ia yakin pembiayaan alat berat masih cerah tahun ini. Buana Finance menargetkan pembiayaan alat berat sebesar Rp 1 triliun, atau sama dengan realisasi tahun lalu. Target tersebut masih ditinjau ulang pada kuartal I 2020.

Mengantisipasi penurunan, perusahaan akan gencar menjaring kerja sama dengan patner bisnis, peningkatan sumber daya manusia (SDM), mengeluarkan produk baru serta meningkatkan layanan ke pelanggan dan mengembangkan teknologi informasi (IT).

Pembiayaan alat berat dari PT Mandiri Tunas Finance (MTF) juga menurun. Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo mengaku, pembiayaan per Februari 2020 turun karena dampak jangka pendek virus korona berimbas pada sektor pariwisata. “Tapi kalau virus korona ini berkepanjangan maka komoditas akan kena, bisnis alat berat juga terganggu,” ungkapnya.

Baca Juga: Penyebab pembiayaan alat berat multifinance turun

Menghindari efek berkepanjangan, perusahaan akan merevisi target pembiayaan alat berat tahun ini. Awalnya MTF optimistis ingin memperbesar porsi pembiayaan alat berat dari 6% menjadi 8% namun rencana itu ditinjau akibat virus corona.

Sementara PT Indomobil Finance Indonesia bakal lebih selektif menyalurkan sambil menganalisa pembiayaan alat berat di tengah melesunya permintaan pasar. Khususnya di sektor tambang dan komoditi.   “Ya (target untuk alat berat) sama dengan realisasi tahun lalu,” kata Wakil Presiden Direktur Indomobil Finance Indonesia Gunawan Effendi, Selasa (10/3).

Bagikan

Berita Terbaru

Marketing Sales Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) Melejit Tiga Digit
| Jumat, 01 Mei 2026 | 10:55 WIB

Marketing Sales Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) Melejit Tiga Digit

Di  kuartal I-2026, emiten properti milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan itu mencatat marketing sales Rp 987 miliar, naik 112% (YoY).

Laba Central Omega Resources (DKFT) Tumbuh 74% di Kuartal I-2026
| Jumat, 01 Mei 2026 | 10:48 WIB

Laba Central Omega Resources (DKFT) Tumbuh 74% di Kuartal I-2026

Di sepanjang periode Januari-Maret 2026, emiten pertambangan nikel itu mencetak laba bersih sebesar Rp 237 miliar atau tumbuh 74% secara tahunan 

Japfa Comfeed (JPFA) Siap Menebar Dividen Senilai Rp 1,62 Triliun
| Jumat, 01 Mei 2026 | 10:44 WIB

Japfa Comfeed (JPFA) Siap Menebar Dividen Senilai Rp 1,62 Triliun

Dasar pembagian dividen adalah perolehan laba bersih PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) tahun 2025 sebesar Rp 4 triliun.

Harga Nikel Dunia Terus Naik, Laba Vale Indonesia (INCO) Melesat 100%
| Jumat, 01 Mei 2026 | 10:41 WIB

Harga Nikel Dunia Terus Naik, Laba Vale Indonesia (INCO) Melesat 100%

Emiten anggota holding BUMN pertambangan Mind.id ini mendapatkan keuntungan dari membaiknya harga nikel dunia pada triwulan I-2026.

Strategi Efisiensi Bikin Laba Unilever (UNVR) Melejit Tinggi di Kuartal I-2026
| Jumat, 01 Mei 2026 | 10:30 WIB

Strategi Efisiensi Bikin Laba Unilever (UNVR) Melejit Tinggi di Kuartal I-2026

Pertumbuhan penjualan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) ditopang segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh serta makanan dan minuman.

Kuartal I-2026, Kinerja Emiten Sawit Belum Menggigit
| Jumat, 01 Mei 2026 | 10:23 WIB

Kuartal I-2026, Kinerja Emiten Sawit Belum Menggigit

Mayoritas emiten sawit masih mencatat penurunan laba di kuartal I-2026. Dari 10 emiten CPO, enam diantaranya mengalami penurunan laba bersih. 

Saham INCO Dikerubungi Investor Institusi Kakap, Prospek Nikel Jadi Sorotan
| Jumat, 01 Mei 2026 | 09:00 WIB

Saham INCO Dikerubungi Investor Institusi Kakap, Prospek Nikel Jadi Sorotan

Pemborong terbesar saham INCO adalah Vanguard Group Inc yang membeli sebanyak 490.259 saham yang tercatat di tanggal data 27 April 2026.

Gelapkan Rp 70 Miliar, Eks CEO eFishery Gibran Huzaifah Divonis 9 Tahun Penjara
| Jumat, 01 Mei 2026 | 06:37 WIB

Gelapkan Rp 70 Miliar, Eks CEO eFishery Gibran Huzaifah Divonis 9 Tahun Penjara

Gibran jadi terpidana bersama Andri Yadi, pendiri Dycodex dan Angga Hadrian Raditya, mantan VP Corporate Finance eFishery.​

IHSG Anjlok, Rupiah Rekor Terlemah, Net Sell Asing Rp 7 Triliun Sepekan Terakhir
| Jumat, 01 Mei 2026 | 06:00 WIB

IHSG Anjlok, Rupiah Rekor Terlemah, Net Sell Asing Rp 7 Triliun Sepekan Terakhir

IHSG melemah 2,42% menjadi 6.956,80 pada sepekan periode 27-30 April 2026. Penurunan IHSG disertai oleh net sell asing total Rp 7,06 triliun.

Pembayaran Klaim Jamsostek Melonjak
| Jumat, 01 Mei 2026 | 04:30 WIB

Pembayaran Klaim Jamsostek Melonjak

Pada periode Januari hingga Maret 2026, BPJS Ketenagakerjaan membayarkan klaim sebesar Rp 35,58 triliun, atau meningkat 129,23%.

INDEKS BERITA

Terpopuler