Subsidi Energi

Jumat, 27 Mei 2022 | 09:00 WIB
Subsidi Energi
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga April, realisasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) tahun ini sudah mencapai Rp 34,8 triliun. Angka ini melonjak hampir 50% dibanding periode sama tahun lalu Rp 23,3 triliun.

Lonjakan subsidi BBM dan LPG merupakan dampak dari kenaikan harga minyak di pasar global. Tambah lagi, pemerintah tetap mempertahankan harga Pertalite dan LPG tabung 3 kg yang merupakan produk subsidi hingga akhir tahun.

Hanya, pemerintah menyadari betul, subsidi energi, khususnya LPG, banyak yang tidak tepat sasaran. Sebab, banyak kelas menengah atas yang ikut menikmati subsidi dengan menggunakan LPG tabung 3 kg yang jelas-jelas tertulis di badan tabung berkelir hijau itu: Hanya untuk Masyarakat Miskin.

Bagaimana tidak? Selisih harga LPG subsidi dan nonsubsidi makin jomplang, seiring lonjakan harga minyak dunia. Sesuai namanya, LPG berbasis minyak bumi.
Tak heran, semakin banyak masyarakat yang menggunakan LPG tabung 3 kg. PT Pertamina mencatat, 93% masyarakat Indonesia menggunakan LPG 3 kg.

LPG tabung 12 kg pun semakin masyarakat tinggalkan. Harga tabung 12 kg merosot tajam. Kini, harganya di kisaran Rp 400.000 sudah termasuk isi. Padahal sebelumnya, menyentuh angka Rp 1 juta per tabung. Itu sebabnya, ada yang bilang, tabung LPG 12 kg sebagai barang investasi lantaran harganya yang terus menanjak.

Lantaran banyak yang tidak tepat sasaran, pemerintah menghidupkan lagi rencana skema subsidi tertutup. Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melakukan transformasi skema subsidi, dari subsidi terhadap barang menjadi subsidi terhadap orang.

Dengan begitu, bisa lebih tetap sasaran, hanya mereka yang miskin atau rentan miskin yang menikmati subsidi energi.

Selain itu, lonjakan harga energi fosil menjadi momentum pemerintah untuk semakin mendorong transisi energi terbarukan. Contoh, untuk menekan konsumsi BBM, pemerintah segera menciptakan ekosistem kendaraan listrik.

PR besarnya adalah membuat harga jual kendaraan listrik sama dengan kendaraan berbasis BBM. Harga yang masih mahal menjadi salah satu faktor masyarakat belum beralih ke kendaraan listrik.

Kemudian, memperbanyak infrastruktur pendukung, seperti stasiun pengisian dan penukaran baterai kendaraan listrik umum. Sebab, sebuah keniscayaan kendaraan listrik menjadi kendaraan masa depan.   

Bagikan

Berita Terbaru

Cuan Grup Djarum dari Si Como
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:10 WIB

Cuan Grup Djarum dari Si Como

Grup Djarum sukses memoles Como asal Italia yang saat diakuisisi masih berkutat di Serie D Liga Italia kini di papan atas Serie A Liga Italia.

Peran Perempuan di Literasi Keuangan
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:05 WIB

Peran Perempuan di Literasi Keuangan

Program literasi keuangan yang diperuntukan bagi kaum perempuan harus fleksibel dan berbasis komunitas.​

Transaksi Digital Kerek Fee Income Perbankan
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 06:50 WIB

Transaksi Digital Kerek Fee Income Perbankan

Transaksi digital menjadi salah satu mesin utama penggerak pendapatan berbasis komisi atau fee based income bank

Permintaan Asuransi Perjalanan Naik Saat Mudik Lebaran
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 06:30 WIB

Permintaan Asuransi Perjalanan Naik Saat Mudik Lebaran

​Permintaan asuransi perjalanan melonjak saat mudik Lebaran 2026, didorong mobilitas tinggi dan kesadaran perlindungan.

Berburu Emas di Pagi Buta
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:44 WIB

Berburu Emas di Pagi Buta

Antrean pembelian emas memang berpotensi memicu fenomena fear of missing out (FOMO). Antusiasme ini juga memicu war nomor antrean daring

Jayamas Medica (OMED) Fokus Ekspansi dan Tambah Produk Baru
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:25 WIB

Jayamas Medica (OMED) Fokus Ekspansi dan Tambah Produk Baru

Dari sisi belanja modal atau capital expenditure (capex), OMED mengalokasikan dana sekitar Rp 70 miliar sampai Rp 75 miliar pada 2026.

KPPU Nyatakan Ada Kartel Bunga FIntech, 97 Pinjol Didenda Rp 755 Miliar
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:05 WIB

KPPU Nyatakan Ada Kartel Bunga FIntech, 97 Pinjol Didenda Rp 755 Miliar

AdaKami mendapat sanksi dengan nilai terbesar. Sementara Asosiasi berniat mengajukan banding atas putusan KPPU

Garuda Indonesia (GIAA) Berupaya Memulihkan Kinerja
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 04:20 WIB

Garuda Indonesia (GIAA) Berupaya Memulihkan Kinerja

GIAA menargetkan kesiapan sedikitnya 118 armada pada akhir 2026 nanti, yang terdiri dari 68 unit pesawat Garuda Indonesia dan 50 pesawat Citilink

Antusiasme Emas Antam (ANTM) di Tengah Terbatasnya Ketersediaan Stok
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 00:40 WIB

Antusiasme Emas Antam (ANTM) di Tengah Terbatasnya Ketersediaan Stok

Antusiasme masyarakat terhadap produk emas Antam ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan suplai-nya.

Harga Emas Lanjut Terkoreksi ke Kisaran Terendah di 2026
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 00:29 WIB

Harga Emas Lanjut Terkoreksi ke Kisaran Terendah di 2026

Jika perang berlanjut, emas berpotensi memecahkan rekor tertinggi baru. Emas menuju area US$ 5.000 kembali.

INDEKS BERITA

Terpopuler