Tantangan Literasi Keuangan

Jumat, 24 September 2021 | 09:05 WIB
Tantangan Literasi Keuangan
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan survei 2019, tingkat inklusi keuangan mencapai 76,19%. Seandainya Otoritas Jasa Keuangan kembali menggelar survei, saat ini, tingkat inklusi keuangan pasti lebih tinggi lagi. Tapi, apakah ketimpangan indeks inklusi dan literasi keuangan sudah teratasi?

Indeks inklusi keuangan mengacu kepada ketersediaan akses berbagai lembaga keuangan beserta produk dan jasanya. Adapun industri keuangan yang disurvei OJK mencakup perbankan, asuransi, dana pensiun, pasar modal, multifinance, pegadaian, serta lembaga keuangan mikro.

Nah, berdasarkan survei 2019, hanya perbankan yang memiliki indeks inklusi tinggi, yakni hampir 78%. Sementara, inklusi lembaga keuangan lain masih sangat rendah, antara 1% sampai 15% saja.

Saat ini, kemungkinan besar, angka-angka inklusi di perbankan maupun di lembaga lain jauh lebih baik. Peningkatan akses internet yang masif, apalagi sejak masa pandemi, menjadi salah satu pemicunya. Ya, kanal digital, kini, menjadi andalan lembaga keuangan untuk menjangkau nasabah.

Bank berlomba-lomba memperkenalkan aplikasi super (super app) yang menjajakan berbagai produk keuangan sekaligus. Di ranah pasar modal, aplikasi online trading kian populer dan turut memicu lonjakan jumlah investor ritel. Pinjaman online juga laris manis.

Tentu saja, demi perlindungan nasabah dan investor, layanan finansial yang kian inklusif harus diimbangi tingkat literasi yang cukup. Sebagai catatan, pada 2019, ketika indeks inklusi keuangan mencapai 76,19%, indeks literasi hanya 38%.

Istilah literasi mengacu kepada pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memilah produk dan layanan finansial. Dus, masyarakat kita memang kian mudah mengakses produk keuangan, tapi mereka cenderung asal comot.

Kontan merupakan media yang konsisten berusaha menjawab tantangan literasi ini. Sejak berdiri, Kontan setia mendampingi masyarakat dalam berbagai proses pembelajaran produk dan layanan finansial.

Selain lewat tulisan, kami tak pernah lelah menggelar berbagai aktivitas edukasi bagi masyarakat. Pandemi bukan halangan.

Merayakan hari jadi ke-25, selama sebulan penuh mulai 27 September mendatang, Kontan menggelar pameran dan kelas virtual Indonesia Financial Expo & Forum (IFEF) 2021. Selain 30 lebih gerai virtual berbagai lembaga keuangan, tak kurang 50 kelas akan dibuka cuma-cuma. Mari kita kita belajar bersama!.             

Bagikan

Berita Terbaru

KEK dan Hilirisasi Kelapa Sawit
| Kamis, 15 Januari 2026 | 04:10 WIB

KEK dan Hilirisasi Kelapa Sawit

Banyak KEK gagal karena hanya menyalin resep sukses dari KEK terdahulu tanpa menyesuaikan konteks lokal dan komoditas yang diusahakan.

Kala Pajak Tak Dibayar, Aset Saham Dikejar
| Kamis, 15 Januari 2026 | 04:05 WIB

Kala Pajak Tak Dibayar, Aset Saham Dikejar

Mengulik beleid baru Ditjen Pajak soal aturan sita dan jual aset saham, milik penunggak pajak       

Saham INCO Sudah Melampaui Target Konsensus, Masih Ada Ruang Naik atau Siap Koreksi?
| Rabu, 14 Januari 2026 | 10:06 WIB

Saham INCO Sudah Melampaui Target Konsensus, Masih Ada Ruang Naik atau Siap Koreksi?

Target harga rata-rata konsensus analis untuk saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 12 bulan ke depan ada di Rp 5.597.

Meneropong Prospek Saham PWON Lebih Jernih, Tak Cuma dari Pom-Pom Anak Purbaya
| Rabu, 14 Januari 2026 | 09:43 WIB

Meneropong Prospek Saham PWON Lebih Jernih, Tak Cuma dari Pom-Pom Anak Purbaya

Sekitar 78%–79% pendapatan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) berasal dari recurring income yang membuat emiten ini lebih tangguh.

Menakar Durabilitas Saham RMKO & RMKE di Tengah Target Ambisius Logistik Batubara
| Rabu, 14 Januari 2026 | 08:50 WIB

Menakar Durabilitas Saham RMKO & RMKE di Tengah Target Ambisius Logistik Batubara

Laju saham RMKO dan RMKE mesti ditopang katalis lanjutan, seperti ekspektasi pembagian dividen yang lebih besar serta potensi penambahan klien.

IHSG Tembus Rekor Psikologis 9.000, Antara January Effect & Ancaman Defisit Fiskal
| Rabu, 14 Januari 2026 | 08:36 WIB

IHSG Tembus Rekor Psikologis 9.000, Antara January Effect & Ancaman Defisit Fiskal

Kinerja tahunan IHSG tetap akan sangat ditentukan oleh rotasi sektor serta faktor spesifik dari masing-masing emiten.​

Outlook Pasar Saham Sepanjang Tahun 2026, di Antara Tiga Isu Utama
| Rabu, 14 Januari 2026 | 08:29 WIB

Outlook Pasar Saham Sepanjang Tahun 2026, di Antara Tiga Isu Utama

Sebenarnya motif penguasaan sumber daya menjadi alasan AS menguasai Venezuela dan beberapa wilayah lain termasuk Greenland Denmark.

Aksi Borong Invesco, Vanguard, dan Manulife Belum Mampu Mendongkrak Harga Saham BBRI
| Rabu, 14 Januari 2026 | 08:14 WIB

Aksi Borong Invesco, Vanguard, dan Manulife Belum Mampu Mendongkrak Harga Saham BBRI

Performa bisnis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) diakui stabil dan solid serta punya potensi dividen yang tinggi. 

Dana IPO Yupi Indo Jelly (YUPI) Rp 596 Miliar Masih Mengendap di Bank
| Rabu, 14 Januari 2026 | 08:08 WIB

Dana IPO Yupi Indo Jelly (YUPI) Rp 596 Miliar Masih Mengendap di Bank

Dari hasil IPO pada 25 Maret 2025, YUPI berhasil mengantongi dana segar Rp 612,63 miliar. Tapi, YUPI belum menggunakan dana hasil IPO tersebut.

Mengukur Kualitas Rally Saham APLN di Tengah Strategi Penyehatan Neraca
| Rabu, 14 Januari 2026 | 08:04 WIB

Mengukur Kualitas Rally Saham APLN di Tengah Strategi Penyehatan Neraca

Lonjakan harga saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) ikut dibumbui spekulasi pemulihan sektor properti.

INDEKS BERITA