Uji Reformasi BEI

Senin, 02 November 2026 | 02:18 WIB
Uji Reformasi BEI
[ILUSTRASI. TAJUK - Havid Febri (KONTAN/Steve GA)]
Havid Vebri | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mulai 2 November, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari penghitungan IHSG. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pembenahan setelah gejolak pasar dan sorotan MSCI terhadap transparansi serta integritas pasar modal Indonesia.

Langkah itu patut diapresiasi. Indeks seharusnya mencerminkan pergerakan pasar yang dapat diinvestasikan publik, bukan terlalu dipengaruhi saham yang sebagian besar kepemilikannya terkonsentrasi di pihak tertentu. Namun, mengeluarkan saham dari indeks bukan berarti persoalan selesai. Saham HSC tetap diperdagangkan, sehingga risiko terhadap pembentukan harga dan perlindungan investor masih perlu diawasi.

BEI juga telah memperluas keterbukaan kepemilikan saham, memperinci klasifikasi investor, menerapkan kerangka HSC, dan menaikkan batas minimum free float. OJK menyatakan inisiatif-inisiatif ini mendapat pengakuan dalam asesmen MSCI. Tetapi pengakuan atas arah kebijakan tidak sama dengan bukti bahwa masalah telah tuntas. MSCI masih menekankan pentingnya penerapan yang konsisten dan dampak yang nyata.

Di sinilah ukuran keberhasilan reformasi harus diperjelas. Apakah data kepemilikan mudah diverifikasi? Apakah saham yang beredar di publik benar-benar tersedia untuk diperdagangkan? Apakah dugaan transaksi terkoordinasi diselidiki cepat dan ditindak tegas? Tanpa jawaban terukur, perubahan aturan hanya menjadi daftar komitmen.

BEI dan OJK perlu menyampaikan perkembangan pembenahan secara berkala, termasuk capaian, kendala, serta tindak lanjut atas temuan pengawasan. Pelaporan terbuka akan membantu investor menilai apakah perubahan benar-benar terjadi, sekaligus mencegah reformasi berhenti sebagai respons sementara terhadap tekanan eksternal. Kepercayaan tak dibangun lewat klaim, tapi melalui kemajuan yang bisa diperiksa publik.

Reformasi juga harus menjaga keseimbangan: memperketat pengawasan tanpa menghambat perusahaan yang ingin menghimpun dana dan bertumbuh. Aturan yang jelas, konsisten, dan memberi ruang bagi emiten untuk memenuhi ketentuan lebih efektif daripada perubahan mendadak yang menimbulkan ketidakpastian baru. Pasar yang sehat bukan pasar tanpa risiko, tapi pasar yang risikonya terbuka, diawasi, dan dikelola secara adil.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Menguji Ketegasan Strict Liability di Lahan Gambut
| Senin, 02 November 2026 | 03:08 WIB

Menguji Ketegasan Strict Liability di Lahan Gambut

Penyidik Polri dan Kementerian Lingkungan Hidup wajib mengajukan gugatan perdata ganti rugi pemulihan ekologis secara simultan.

Uji Reformasi BEI
| Senin, 02 November 2026 | 02:18 WIB

Uji Reformasi BEI

Reformasi juga harus menjaga keseimbangan: memperketat pengawasan tanpa menghambat perusahaan yang ingin menghimpun dana dan bertumbuh.

Laba Tumbuh 23%, Prospek Kinerja PGAS Dipengaruhi Keandalan Pasokan Jangka Panjang
| Minggu, 01 November 2026 | 10:00 WIB

Laba Tumbuh 23%, Prospek Kinerja PGAS Dipengaruhi Keandalan Pasokan Jangka Panjang

PGAS menawarkan potensi dividend yield yang menarik sekitar 16% sampai 19%, dengan asumsi dividend payout ratio (DPR) sebesar 80%.

Disorot BEI karena Kas Rp 15,5 Triliun Numpuk di Deposito, Begini Penjelasan BUKA
| Minggu, 01 November 2026 | 09:00 WIB

Disorot BEI karena Kas Rp 15,5 Triliun Numpuk di Deposito, Begini Penjelasan BUKA

BUKA dinilai perlu memperkuat bisnis inti dengan prospek pertumbuhan dan margin lebih baik, khususnya segmen gaming.

Kantongi Kredit Baru dari Bank, EMAS Anggarkan US$ 11,4 Juta untuk Eksplorasi 2027
| Minggu, 01 November 2026 | 06:23 WIB

Kantongi Kredit Baru dari Bank, EMAS Anggarkan US$ 11,4 Juta untuk Eksplorasi 2027

EMAS siapkan anggaran eksplorasi tahun 2027 sebesar US$ 11,4 juta, setara Rp 205,2 miliar dengan asumsi kurs Rp 18.000 per dolar AS.

Bisnis Sulih Suara Drama China Makin Ramai
| Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Bisnis Sulih Suara Drama China Makin Ramai

Tren drama vertikal turut mendorong kebutuhan jasa sulih suara (dubber). Namun, bagaimana memulai profesi ini agar bisa cuan?

Bukan Janji, tapi Kompetensi
| Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Bukan Janji, tapi Kompetensi

Perilaku yang dikesankan pada saat kampanye, berbeda seratus delapan puluh derajat dengan perilaku sehari-hari. 

MTEL Sukses Cetak  Laba Bersih Rp 1,55 Triliun di Kuartal III 2026, Simak Rahasianya
| Minggu, 01 November 2026 | 06:05 WIB

MTEL Sukses Cetak Laba Bersih Rp 1,55 Triliun di Kuartal III 2026, Simak Rahasianya

Kinerja Mitratel didukung oleh pengelolaan operasional yang disiplin, optimalisasi pemanfaatan aset dan penerapan prinsip kehati-hatian.  

Bersaing Himpun Dana dengan Bunga Tinggi
| Minggu, 01 November 2026 | 06:05 WIB

Bersaing Himpun Dana dengan Bunga Tinggi

Penawaran bunga hingga 9% per tahun menjadi strategi bank digital menghimpun dana, di tengah tantangan likuiditas.

Babak Baru Sistem Pengadaan Energi Nasional
| Minggu, 01 November 2026 | 05:50 WIB

Babak Baru Sistem Pengadaan Energi Nasional

Pemerintah mengubah cara mengimpor minyak mentah dan BBM. Bisa memperkuat ketahanan energi nasional?

INDEKS BERITA